Ulasan Seminar Urban Women: Sex and The City


Monday, 30 Nov -0001





Pada 23 Januari 2016 lalu, Urban Women kembali menggelar Seminar tematik. Seminar Urban Women yang ke-4 kali ini bertemakan “Sex and The City”. Tema tersebut diusung Urban Women karena melihat di zaman modern ini, seks bebas (free sex) sudah menjamur bukan hanya dilakukan oleh seseorang yang sudah cukup matang dalam hal kehidupan seksualitasnya, seks bebas pun kini tengah melanda remaja masa kini. Mereka tidak menyadari bahwa peluang mereka untuk terjangkiti infeksi menular seksual sangat besar, belum lagi tekanan psikis yang dihadapi ketika mereka memutuskan untuk berhubungan seks dengan pasangan belum tetap dan belum cukup matang di usianya. Maka masalah yang kerap mereka hadapi seperti perasaan labil, depresi, cemas dan kegalauan-kegalauan lain yang bisa terjadi di usia mereka yang terbilang muda.

Pengetahuan dan pendidikan  tentang seks dalam kultur di negara ini juga dirasa sangat sempit, karena pandangan orang membicarakan perilaku seks adalah hal yang tabu. Padahal sebenarnya pendidikan seks sejak dini itu sangat diperlukan oleh seseorang agar mengetahui baik buruknya melakukan seks bebas bagi kesehatan alat reproduksinya.

Di seminarnya kali ini Urban Women membahas dan memberikan masukan-masukan tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan dengan baik sehingga apapun yang terjadi dengan hubungan yang sedang dihadapi,  Kita tetap bisa menjalani hidup dengan sehat,tenang,dan bahagia. Dengan mendatangkan narasumber  ahli dari bidang nya masing-masing.

 Diantaranya  N.Bimantoro Elifas – Psikolog dan Dr.Endi Novianto, SpKK, FINSDV – Staff Pengajar FKUI, Dokter Ahli Kulit & Kelamin RSCM.

 

APA ITU SEX ?

Peserta seminar ada yang menyebut sex adalah kegiatan penetrasi penis ke dalam vagina. Peserta lainnya menyebut sex sebagai sebuah kesepakatan. Sekalipun kita dan pasangan kita sudah menikah namun, jika antara kedua belah pihak tidak ada kesepakatan untuk having sex, maka sex tidak bisa dilakukan hanya dengan kemauan satu pihak. Jika hal tersebut terjadi maka itu disebut perilaku kekerasan seksual.

Menurut Dokter Endi Novianto,secara medis Sex adalah jenis kelamin, kelamin pada pria disebut Penis wanita disebut vagina. Menurut Dokter Endi Novianto Yang disebutkan oleh peserta merupakan kegiatan hubungan sex yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai apa yang disebut klimaks atau kenikmatan dalam hal psikologi klimaks itu relatif. Dalam Seminar Urban Women yang diselenggarakan di Inspiring Nutrifood Center Dokter Novianto menjelaskan bahwa lebih luas lagi hubungan kelamin macam-macam jenisnya.

Psikolog N.Bimantoro Elifas menjelaskan masih banyak orang yang datang ke psikolog genital kesulitan mengekspresikan tentang hubungan sex. Jenis hubungan sex beragam foreplay itu masuk kategori hubungan sex. Orang cenderung menilai pengalaman dalam berfantasi sex dianggap tabu, padahal inisiatif dalam melakukan hubungan sex dengan beragam gaya merupakan hal yang wajar ketika seseorang yang sudah memiliki pasangan tetap, pengalaman sex yang berbeda itu mampu menjaga hubungan agar lebih harmonis.

Dalam seminar Sex and The City Bimantoro Elfas juga menjelaskan tentang kematangan seseorang untuk melakukan hubungan sex. Dia  menyebut kematangan seseorang untuk menikah pada usia  23 hingga 25 tahun merupakan usia yang sudah cukup matang untuk melakukan hubungan sex secara fisik maupun psikis seseorang tersebut sudah siap untu menjalani kehidupan sex aktif. Selain itu agar siap secara mental dan secara keuangan, Jika pada usia tersebut seseorang belum menikah bisa dibayangkan kebutuhan akan sex nya yang tertumpuk terlalu lama dapat memunculkan kecemasan-kecemasan tersendiri. Diibaratkan seperti dorongan orang yang sedang sakit perut, begitupun tentang hasrat ingin berhubungan sex jika tidak segera di salurkan akan ada kegalauan secara psikis yang dialami oleh orang tersebut.

Riskia salah satu peserta menanyakan tentang bagaimana ukuran normalnya kehidupan seks seseorang ketika masa lalu nya pernah mengalamai perkosaan oleh ayah angkatnya sendiri.  Psikolog Bimantoro Elfas mengatakan jika seseorang pernah mengalami kekerasan seksual baik berupa pemerkosaan maupun pencabulan maka kehidupan seksnya dapat lebih tinggi dibanding mereka yang seksual aktif karena sudah menikah. Karena itu kembali lagi di psikologi orang tersebut, karena berkali-kali mengalami pemerkosaan atau melakukan hubungan seks maka jika tidak melakukannya dalam jangka waktu tertentu akan merasakan kegalauan-kegalauan. Perasaaan galau tersebut biasa berupa rasa takut, curiga, kawatir bahkan yang terburuk menjadi seseorang yang hyper terhadap seks.

Dokter Novianto menambahkan secara fisik seksual seseorang mungkin telah matang untuk berhubungan sex tetapi belum tentu secara psikis orang tersebut telah matang untuk melakukan hungan sex. Umur 20-25 itu akan lebih cepat untuk matang, kembali terkait masalah hormon yang dikeluarkan setiap hubungan seks adalah hormon Endorfin, ini menyebabkan seseorang yang ketagihan tiap kali sudah melakukan hubungan sex. Ketika kita berhubungan sex maka yang keluar sekaligus fisik dan psikis bermain,  Jika perasaan kita lagi tidak enak biasanya ketika berhubungan sex kita juga akan merasakan tidak enak tetapi jika kita dalam suasana hati yang enak maka kita akan merasakan kenikmatan sendiri ketika berhubungan sex.

Pengalaman pasien yang datang ke Dokter Endi, 30 sampai 40% menyampaikan mereka memiliki kesenangan tersendiri jika melakukan hubungan seks dengan pasangan tidak tetapnya. Walau mereka memiliki ketakutan terkena infeksi penyakit kelamin, perasaan bersalah pada pasangan tetapnya namun mereka fun secara psikis. Ada suatu kesenangan tersendiri ketika mereka melakukan hubungan seks dengan yang bukan pasangannya. “mereka berpikir ah gak apa-apa lah kalaupun kena penyakit masih bisa berobat” ungkap Dokter Endi.

Banyak orang menganggap setiap  penyakit kelamin menular dari orang lain, yang menular itu hanya yang infeksi jika penyakit lain yang ada di kelamin terjadi namun tidak infeksi maka tidak akan menular. Saat ini istilahnya sudah berkembang dengan sebutan Infeksi Menular Seksual (IMS).


 
Apa itu Infeksi Menular Seksual (IMS) ?

Infeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual

Cara penularan:

  1. Genito-genital (hubungan seksual kelamin ke kelamin), oro-genital (hubungan seksual dengan Oral dan kelamin), ano-genital (hubungan seksual dengan anus dan kelamin)
  2. Kontak langsung dengan alat yang tercemar misalnya: handuk, termometer, jarum suntik, cairan tubuh
  3. Ibu hamil kepada janin atau saat melahirkan

 

 

Dokter Endi juga membeberkan bahwa IMS disebabkan oleh beragam jenis bakteri, virus, protozoa, jamur maupun ektoparasit. Jenis virus, jamur dan bakteri itulah penyebab terjadinya penyakit Infeksi Menular seksual. Nama penyakitnya pun beragam lho... Urbanesse dimulai dari Genital Warts, Chlamydia, Gonorrhoea, Herpes, Hepatitis, Syphilis, NSU, Trichomonas dan virus HIV.

Salah satu dari semua ciri-ciri IMS ada maka wanita harus waspada. Dokter Endi menyebut bahwa sebagai wanita kita harus hati-hati terghadap bahaya IMS, Sipilis merupakan salah satu penyakit kelamin yang paling menakutkan baik dialami oleh pria maupun wanita, walau sekarang obatnya mudah namun tetap harus diwaspadai karena efeknya bisa terjadi sampai otak.

Luka IMS baik pada pria dan wanita bentuknya hampir sama dimana warna kelamin memerah hingga sampai menanah, rasanya juga dimulai dari gatal, perih hingga nyeri yang berkelanjutan jika sudah parah. IMS lain yang menjadi momok menakutkan para perempuan maupun laki-laki adalah Herpes. Model penyakitnya seperti perintilan kecil yang berisi air, kemungkinan akan pecah mirip seperti cacar, kemudian pada saat fisik perempuan atau laki-laki mengalami kelelahan maka herpes mampu menulari.

Keputihan yang juga tidak diobati juga akan mnyebabkan peradangan di vagina, yang efeknya bisa sangat parah jika sampai si perempuan mengandung maka kemungkinan terburuk bayinya berpeluang terkena penyakit infeksi mata. “bayi yang lahir dari Ibu yang mengalami IMS maupun keputihan berlebihan kemungkinan peluang bayinya terkena infeksi mata ketika dilahirkan cukup besar” terang Dokter Endi.


Macam-macam Infeksi Menular Seksual

1.     Sifilis/Raja Singa

2.     Ulkus Mole

3.     Herpes Genital Kambuhan

4.     KEPUTIHAN yang normal

*Masa subur biasanya kental, bening (seperti kanji), tidak berbau, agak banyak

*Masa sebelum dan sesudah haid biasanya encer, putih kekuningan, tidak berbau, sedang,  dan tidak gatal

5.     Keputihan yang tidak normal pada wanita

*Warna: putih kental seperti susu, kuning, putih kehijauan, putih keabuan

*Jumlah: banyak /sedang

* Kekentalan: kental, encer, atau bergumpal

* Bau: amis, asam, busuk

6.     Nyeri  Perut bagian bawah

7.     Kutil kelamin

8.     Pembengkakan buah zakar (pada pria)


BAGAIMANA CARA MENCEGAH IMS?

Nah Urbanesse, ternyata banyak juga kan infeksi menular kelamin itu terus bagaimana ya cara mencegah IMS tersebut? Yang dapat Urbannese lakukan :

1.     Tidak berganti-ganti pasangan seksual

2.     Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual

3.     Merawat kesehatan dan kebersihan alat kelamin

4.     Melakukan cek kesehatan genital bersama pasangan tetap kita agar peluang terjangkit IMS diminimalisir


DO’s

       Setiap hari buka dan bersihkan lipatan2 di area genitalia lalu keringkan

       Pakai pakaian dalam dari bahan katun yang longgar

       Pencucian vagina dari arah depan ke belakang

       Tukar tampon/pembalut setiap 4-6 jam

       Keringkan sebelum memakai pakaian, pakaian sebaiknya terasa nyaman

DONT’s

       Memakai celana jeans tanpa pakaian dalam

       Memakai pakaian mini ketat

       Memakai “douche” vagina

       Menunda waktu ke kamar mandi setelah selesai senggama

       Memakai pakaian basah terlalu lama

       Memakai bedak pada daerah genital

Nah Urbanesse, jadi “Sex and The City pada tema Urban Women kali ini sangat jelas. Bahwa jika kita termasuk sex aktif maupun pasif dengan pasangan tetap maupun bukan dengan pasangan tetap, kita sebagai perempuan musti pintar dalam menjaga daerah sensitif kita. Jangan sampai kenikmatan yang kita peroleh ketika berhubungan seks dengan pasangan kita dapat menjadi momok menakutkan kedepannya karena adanya masalah Infeksi Menular Seksual yang dialami kita maupun pasangan kita. Dan juga sebagai perempuan modern kita juga musti bisa menikmati kebahagian yang sebenarnya dalam melakukan hubungan seksual bersama pasangan jangan ada gap dan jangan ada missed komunikasi dengan pasangan. Satu lagi siapkan diri untuk melakukan hubungan seksual atas dasar cinta satu sama lain.

 




Admin Urban Women

No Comments Yet.