Tulus Berbagi Mampu Mengangkat Reputasi Keluargamu


Monday, 30 Nov -0001


Ketulusan atau Sincerity adalah sesuatu yang sulit dilakukan dan diperoleh saat ini karena berbagai alasan untuk berbagai tujuan yang membuat seorang individu berubah menjadi orang yang dia tidak suka, sedangkan arti dari ketulusan adalah menjadi individu original yang memiliki genuine feeling di semua hal yang dilakukannya.

 

Tentu saja ini adalah sesuatu yang lebih mudah dikatakan secara teori daripada dilakukan dalam prakteknya karena selalu ada tantangan yang menyertainya, termasuk untuk saya yang menulis artikel ini tetapi menjadi individu yang authentic seharusnya menjadi prioritas bagi kita sebelum kita mengejar hal – hal lain karena hanya dengan menjadi genuine lah kita akan benar – benar menjadi pribadi yang bahagia.

 

Golden rules-nya adalah:

a.     Treat people how you want to be treated.

b.     The only person you need to defeat in the world is myself.

 

Pengalaman pribadi saya adalah yang pelajari dari idola saya, almarhum Papa saya sendiri yang meninggal di tahun 2000. Nilai – nilai yang Papa saya wariskan kepada saya pada saat saya masih kecil selalu berdasarkan ketulusan, tidak ada agenda tersembunyi, materialisme dan lain – lain.

 

Sebagai contoh:

 

Keluarga Papa adalah keluarga Medan artinya begitu hari – hari besar seperti Imlek, seluruh keluarga besar akan kumpul di rumah orang tua, berbagi Angpao dan pesta makan. Kami yang masih anak – anak senang karena itulah saatnya kita berkumpul dan bermain dengan sepupu kami.

 

Ada salah satu imlek dimana kami yang anak – anak ingin pergi ke Taman Anggrek yang di saat itu adalah Mall yang paling popular. Ayah saya seperti biasa memberikan saya uang jajan, tetapi kali ini Dia memberikan jauh lebih banyak dari biasanya. Dia bicara empat mata kepada saya dalam nada rendah dengan bahasa mandarin “kalau nanti mau pergi makan, main atau nonton, pake uang ini untuk bayarin saudara - saudara dan ga boleh minta balik ya” Dia benar – benar menekankan hal ini pada saya.

 

Itu hanya salah satu contoh sederhana yang sering dilakukan oleh Papa dalam hidupnya baik untuk saudara, karyawan dan teman – temannya. Saya ingat saat itu keadaan finansial kita tidak baik tetapi Papa dan Mama sama – sama selalu berkata “uang tidak kita bawa mati, tapi reputasi dan bagaimana kita diingat setelah kita sudah tidak ada itu lebih penting”.

 

Dari jaman Papa dulu sampai hari ini, hal yang dilakukan oleh Papa selalu dikatakan terlalu polos, naïf atau mungkin bodoh, tetapi itulah ketulusan. Dia selalu berusaha membantu orang lain jika dia mampu, hal ini menjadi kenangan yang indah untuk diingat tentang Papa.

 

Ketulusan Papa selalu dilihat sebagai suatu kelemahan yang bisa digunakan. Papa adalah orang yang terbuka dalam arti mudah percaya orang dan menceritakan hal apapun yang orang tanya, sehingga saat berbisnis dengan rekan yang salah, beliau dimanfaatkan dan ditipu.

 

Beliau bukan manusia yang sempurna, tentu saja beliau sedih dan marah, tetapi tidak pernah sekalipun beliau merencanakan suatu hal untuk balas dendam kepada rekannya, dia biasanya merelakan karena bisnis artinya hanya menyangkut uang, dia hanya sedih dan kecewa karena rekan bisnis yang sudah Dia anggap teman dan percayai tega memanfaatkan kepercayaan Dia.

 

Dia memutuskan untuk tidak menggunakan intensi jahat temannya sebagai kesempatan untuk berlaku sama dengan alasan apapun dan hal ini masih saya ingat sampai hari ini, 16 tahun setelah kepergian Beliau. Itulah nilai yang diwariskan dan nilai ini sangat priceless.

 

Saya ingat bertemu dengan dua teman lama Papa yang besar bersama di Medan dan pindah sama – sama ke Jakarta untuk mencari mata pencaharian bersama Papa. Saya bertemu mereka di rumah mereka masing – masing di Pantai Indah Kapuk. Hal ini terjadi sekitar 14 tahun setelah Papa meninggal jadi teman -  teman Papa ini sudah sekitar 50-an.

 

Saat itu mereka sudah sangat mapan sehingga sedikit angkuh saat bertemu dengan anak remaja seperti saya walaupun saya datang bersama dengan Kakak tertua mereka berdua, seakan tidak mau meladeni karena mereka orang – orang yang berpengaruh sampai di lingkungan pejabat dan pengusaha.

 

Lucunya saat mereka diberi tahu bahwa saya adalah anak Papa, mereka langsung berubah 180 derajat menjadi sangat ramah, murah senyum dan menjadi ceria. Hal berkesan yang mereka katakan di waktu yang berbeda tentang Papa adalah:

 

“Papa Kamu itu orang yang sangat saya hormati, Saya jarang bisa hormat sama orang sampai seperti ke Papa Kamu. Sangat disayangkan Dia pergi terlalu cepat, Dia adalah kawan terbaik Saya. Mau dapat dimana lagi teman seperti itu jaman sekarang? Tidak pernah hitung – hitungan sama teman walaupun sama – sama sedang susah. Saya bisa sampai seperti sekarang juga karena dukungan Papa kamu. Kamu harus bikin bangga Papa ya”

 

Pikirkan sejenak sebangga apa perasaan kita sebagai seorang anak saat kita sadar bahwa Ayah kita adalah orang yang dikenal seperti itu oleh teman – temannya yang saat ini menurut kebanyakan ukuran dunia adalah orang – orang yang sukses dalam hidupnya. Itulah yang Papa maksud dengan reputasi setelah kita meninggalkan dunia.

 

Reputasi Papa bukan reputasi untuk diri sendiri melainkan untuk mengharumkan nama keluarga, anak – anak dan orang yang disayang. Beliau memberkati orang – orang di sekitarnya bahkan sampai saat beliau sudah tidak ada lagi di dunia.

 

Masalah jaman saat ini masih sama seperti jaman Papa dulu, bahkan karena persaingan bisnis, kenaikan jenjang status sosial, pentingnya pengakuan dari teman-teman dan promosi karir di pekerjaan semakin kompetitif, ketulusan menjadi sesuatu yang sangat – sangat mahal dan dianggap sebagai kelemahan yang bisa digunakan.

 

Papa menerapkan golden rules dalam hidupnya dengan baik, bahkan Dia sampai berhasil menerapkan treat others like how your family want to be treated dan beliau berhasil mengalahkan diri sendiri dengan tidak mengikuti nafsu emosi dan balas dendam karena dimanfaatkan atau ditipu berkali - kali. Beliau berpegang teguh untuk menjadi orang yang Tulus.

 

Jadi, Jika kita saat ini adalah orang yang tulus tetapi ditipu, dimanfaatkan atau dikhianati, apakah yang akan kita lakukan?

  

Semoga cerita pendek tentang hidup Papa di atas dapat memberkati orang – orang yang membaca artikel ini.



Patrick

No Comments Yet.