Tujuan Hidupku


Monday, 30 Nov -0001


Mungkin ceritaku bisa di awali di masa-masa ketika aku sudah dewasa namun belum menemui tujuan hidupku. Pada saat itu, hidup itu nyaman, kadang cukup membosankan, tapi aku tidak bisa menggerutu karena pada dasarnya sudah sangat nyaman. Teman banyak, pekerjaan OK, orang tua juga cukup berada, dan saya sendiri sehat tidak kekurangan suatu apapun. Saya ingat waktu itu senang banget hangout, bercerita ini itu dengan teman-teman, serta melakukan kegiatan fun ini itu. Hidupku bisa dikatakan adalah hidup setahun yang diulang-ulang terus. Jadi mungkin umurku bisa saja 30 tapi sebenarnya itu hidup dari umur 25 yang diulang-ulang sama setiap tahun hahaha.

 

Namun selayaknya orang yang tidak tahu mau ke mana, hidup seperti ini sudah bisa dibilang enak sekali dan buat orang banyak, ini mungkin hidup yang diinginkan. Nyaman, uang berkecukupan, teman banyak, dan…banyak kegiatan senang-senang.

 

Nah kebetulan di gereja mulai ada pembahasan tentang Purpose Driven Life oleh Rick Warren atau hidup yang digerakkan oleh suatu tujuan. Saya iseng-iseng baca karena kata orang buku ini hits banget. Isinya sederhana tapi cukup membuka mata saya, “o iya ya sebenarnya saya itu mau ke mana sih? dan katanya Tuhan memberikan karakter, bakat, masa lalu kita, sesuai dengan tujuan yang kita miiki untuk hidup kita”. Nah loh, saya langsung nge-blank, tidak terpikirkan sama sekali untuk benar-benar mencari itu semua lalu menggabungkannya untuk suatu tujuan.

 

Berikutnya lagi pertanyaan saya adalah, kalau saya sadar akan masa lalu saya, bakat, dan karakter saya, terus bagaimana tahu tujuan hidupnya. Eng ing eng……Kata teman-teman saya di gereja, saya harus banyak berdoa, merenungkan, dan menyediakan waktu untuk Tuhan. Mungkin karena dalam hidup saya itu ada sesuatu yang “kurang” yang akhirnya saya mau juga sih mencari tujuan hidup saya walaupun terdengar cukup aneh. Berdoa untuk tujuan hidup, haduh kapan juga Tuhan akan berbicara ke saya.

 

Waktu bergulir 3 tahun ke depan dan dalam 3 tahun ini saya mengikuti 3 seminar yang berbeda. Satu seminar pengembangan diri sebagai wanita dan 2 seminar kepemimpinan. Di semua retreat ini diwajibkan untuk merenung, mendoakan, dan mecari tujuan hidup kita. Hahahaha sepertinya Tuhan tahu ya saya itu kalau tidak dipaksa tidak dicari atau saya kadang panas-panas tai ayam.

 

Nah anehnya setiap selesai seminar saya ada catatan-catatan tentang apa yang didoakan, direnungkan, dan kesimpulan dari seminar-seminar ini ya. Iseng-iseng setelah 3 tahun saya merapikan file-file di laptop saya sembari saya baca-baca. Saya cukup kaget bahwa tulisan-tulisan di dalam 3 seminar itu sebenarnya intinya sama: Bekerja di bidang bisnis yang berhubungan dengan penampilan wanita, serta membantu wanita-wanita yang banyak berkesusahan menjadi wanita yang bahagia dan tenang secara batin.

Setelah membaca file-file ini semua, saya lalu mulai menjadi serius. Jangan-jangan memang ini panggilan hidup saya, karena bagaimana mungkin juga tulisan-tulisan ini berulang-ulang dalam 3 tahun.

 

Tapi memang kalau ditanya lagi, saya suka bekerja di bidang wanita dan membuat wanita cantik itu saya senang. Selain itu saya juga senang membantu wanita-wanita yang berkesusahan makanya saya sering jadi tempat curhat teman-teman saya. Kalau diihat dari bakat, masa lalu, dan sifat pun memang saya cocok di bidang ini. Saya itu senang sekali kumpul-kumpul, melihat make up dan fashion-fashion terbaru, senang baca-baca tentang relationship. Latar belakang pendidikan saya juga Parfum dan Kosmetik serta Bisnis. Keluarga pun berlatar belakang bisnis.

 

Dari situ saya akhirnya yakin semua ini bukan suatu kebetulan. Memang inilah tujuan hidup saya yang diberikan Tuhan ke saya, makanya semua aspek hidup saya menuju ke situ. Sejak saat itu saya mulai mengevaluasi lagi cara hidup saya. Apakah cara hidup, pembagian waktu, aktivitas, dan orang-orang sekitar saya sudah sesuai dengan arah yang ingin saya jalankan? Karena banyak yang belum saya perbaiki satu per satu.

 

Pada tahun 2012 datang seorang wanita yang ahirnya menjadi teman saya yang kebetulan punya visi yang mirip. Dia bahkan yang mengingatkan saya untuk memulai organisasi non-profit yang selama ini saya bicarakan tapi belum pernah saya mulai (ya saya orangnya begitu, kalau takut suka jadi mundur terus waktunya). Saya takut karena saya tidak punya pengalaman di bidang non-profit.


Tahun 2013 Urban Women dimulai dengan beberapa volunteer penulis. Kita bersama-sama belajar untuk menulis secara regular, membuat dan membaca artikel supaya terlihat menarik, serta belajar membuat artikel-artikel tampil secara konsisten baik dari segi jumlah, waktu, dan kualitas tulisan. Lalu tahun 2014, website Urban Women tayang untuk publik. Kita belajar utk membuat website yang kayak professional walaupun kita non-profit dengan dana terbatas. Tahun 2015 ini kita memulai acara-acara perkumpulan penulis (Urban Women Talking Talk) dan seminar-seminar seperti seminar KDRT yang baru saja lewat.

 

Mengenai pekerjaan saya sendiri untungnya saya sudah di bidang yang tepat. Saya bekerja di salah satu brand wanita yang kebetulan masih mempunyai potensi banyak sekali untuk diperbaiki dan menjadi jauh lebih besar. Jadi hari-hari saya di dalam pekerjaan juga semua all about women.

 

Kalau saya lihat balik terkadang saya sering tidak sabar dan merasa semua yang harus bertumbuh itu bertumbuh kurang cepat, tapi saya juga melihat pertumbuhan yang konsisten Jadi akhirnya saya yakin, memang di sinilah saya seharusnya berkarya dan fokus. Inilah hidup saya.

 

Mencari tujuan hidup bukanlah proses yang hanya memakan waktu 1 hari, walaupun mungkin buat sebagian orang bisa, tapi kalau kita memang punya keinginan mencari tahu, kita akan menemukan jawabannya dan apabila kita berani menjalankannya, hidup tidak pernah bosan,setiap hari itu bermakna, dan pastinya setiap hari itu akan sibuk tapi untuk hal-hal yang lebih berguna dibanding sekedar hangout, gosip, dan berkegiatan yang ujungnya fun.

 

Kenapa saya lebih memilih hidup saya sekarang dibanding 5 tahun yang lalu yang notabenenya sudah sangat nyaman. Hidup nyaman itu sebenarnya walaupun resikonya rendah tapi membosankan dan cenderung membuat saya pribadi menjadi manusia yang kurang berguna untuk orang lain dan hanya selalu memikirkan diri saya sendiri. Ya hidup seperti itu seperti hidup di lingkaran yang sama-sama saja. Tidak banyak gunanya, bosan juga iya, dan ngga jelas hasilnya apa juga. Saya lebih baik sibuk, berkarya, mengejar suatu impian, dan terlebih lagi idealnya jika mimpi itu baik untuk semua orang. Fun, exciting, bermakna, never ending.

 

 

If you asked it will be given to you

If you are willing, God will use you… (despite of all your weaknesses and mistakes)

 

Sumber Gambar:http://www.goodfon.su/wallpaper/path-way-leaves-girl-back.html



Priscilla

No Comments Yet.