The Winner Stands Alone (Sang Pemenang Berdiri Sendirian)


Monday, 30 Nov -0001


 

“People are never satisfied. If they have a little, they want more. If they have a lot, they want still more. Once they have more, they wish they could be happy with little, but are incapable of making the slightest effort in that direction.”

Kesuksesan bagi masing – masing orang memiliki definisi yang berbeda. Bagi Igor, seorang jutawan rusia kesuksesan adalah jika dia mendapatkan cintanya kembali walaupun harus menghancurkan dunia yang lain (membunuh). Berbeda dengan tokoh lainnya seperti Hamid, kaisar dunia mode dari Timur Tengah; Gabriella, aktris amerika yang sangat menginginkan peran utama; Savoy, detektif kriminal yang ambisius dan berharap akan tenar bila berhasil menguak kasus pembunuhan; dan Jasmine, model yang hampir meraih sukses. Itulah tokoh – tokoh yang ada di dalam buku The Winner Stands Alone (Sang Pemenang Berdiri Sendirian). Mengangkat kisah dengan genre drama criminal, Paulo Coelho mengambil setting yang berbeda dari novel – novel sebelumnya. Kali ini ajang festival film internasional yang bertempat di Cannes menjadi sumber idenya.

Kedetailan cerita yang digambarkan oleh Paulo Coelho membawa pembaca seolah – olah benar – benar hadir di dalam kehidupan kelas atas, para artis dunia. Hal menarik lainnya adalah sudut pandang cerita dari masing – masing tokoh, membuat pembaca tidak berpikir sebagai tokoh utama, namun bisa melihat keseluruhan cerita secara netral. Bagaimana seorang gadis biasa yang gigih berjuang untuk menjadi model terkenal. Rasa kesepian dari seorang jutawan sukses. Atau keinginan terdalam seorang wanita bernama Ewa, untuk menjalani kehidupan penuh cinta dengan pasangan tanpa ingin dikekang. Banyaknya sudut pandang ini menjadikan pembaca kaya akan pengalaman. Bisa belajar dari situasi yang dihadapi para tokoh dan mengetahui alasan mereka memilih jalan hidupnya.

Cerita pembunuhan berantai di novel – novel lain biasanya meninggalkan teka teki bagi pembaca. Namun dalam novel ini, Paulo Coelho mengajak pembaca untuk melihat proses dari ide pembunuhan terbentuk hingga eksekusi korban satu per satu. Tidak ada rahasia tentang pelaku pembunuhan. Justru rasa penasaran pembaca adalah menerka siapa target berikutnya.

Ciri khas Paulo Coelho untuk menampilkan sisi religi tetap ada. Munculnya si “Jahat” dan si “Baik” dan kutipan kisah di Injil masih dia gunakan sebagai pelengkap cerita. Hal ini menjadikan novel Paulo Coelho cocok dibaca di saat hening, sehingga pembaca bisa merenungkan kembali apa yang dibacanya.

“Sukses adalah candu sekaligus perbudakan, dan di penghujung hari, saat kau berbaring di tempat tidur bersama pasangan barmu, kau akan bertanya pada diri sendiri : Apa semuanya memang layak? Kenapa dulu aku menginginkan semua ini?”

Paulo Coelho memberikan gambaran tentang hal yang sangat mungkin terjadi dalam kehidupan kita bahkan tanpa kita sadari. Seringkali sukses bagi kita bukanlah hal yang membuat nyaman, namun membuat kita “terlihat” di mata dunia. Manusia berlomba – lomba untuk mencapai puncak dengan cara apapun, bahkan sebagian dari mereka rela menukarnya dengan harga diri. Semakin kita berjalan menuju puncak, semakin banyak kepalsuan – kepalsuan yang akan kita jumpai. Seolah – olah negeri di puncak adalah tempat dimana ketulusan mudah menguap.

Nah Urbanesse, apakah definisi kesuksesan bagi Anda : kehidupan nyaman bersama banyak keluarga dan kerabat? Atau kemenangan untuk berdiri di puncak walaupun dengan membungkam suara hati kita?

 

 

 



Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.