The Right Partner: Seharusnya Mampu Menerima Kelemahan Pasangannya


Monday, 30 Nov -0001


Berbicara tentang Understanding Men, Urban Women kali ini berkesempatan mengulik cara berpikir High Council Member Municipality of Bethlehem, Head of Tourism, sekaligus pengusaha ternama di Bethlehem, Mr. Maher N. Canawati.  
 

Wanita sering berpikir mengenai apa yang diinginkan pasangan dalam sebuah hubungan. Apa sesungguhnya yang pria inginkan dalam suatu hubungan?

Menurut Mr. Maher, sebagai seorang pria, dia mengharapkan kejujuran, kasih sayang dan sedikit ruang pribadi. Hal tersebut menurutnya, bisa mendukung keutuhan sebuah hubungan.

Pria kelahiran 20 Oktober 1978 ini pun dapat membagi waktunya dengan baik, antara pekerjaan, keluarga dan diri sendiri. Meskipun dalam kondisi capek karena padatnya jadwal kerja, Mr. Maher masih bisa meluangkan waktu bermain bersama dengan keempat anaknya. Sesekali, dia pun mengundang kolega dan teman – temannya untuk makan bersama dengan keluarganya.

Untuk “me time”, Mr. Maher melakukan berbagai aktifitas, but most of all, dia senang berkumpul bersama dengan teman – temannya. Hal ini dipengaruhi oleh budaya negaranya secara turun temurun. Terkadang dia mengadakan trip ke gunung bersama teman - temannya, for men only.

We talk, we laugh. We try to disconnect from everyday routine. I like going to the desert. Our Judean desert is breath taking, the air is clear and the sound is fantastic.”

Selain itu, dia juga melakukan “me time” ketika berada di pesawat, mengingat dia banyak melakukan business trip ke berbagai negara termasuk Indonesia. Bahkan, dia mendesain perhiasan yang merupakan salah satu bidang bisnisnya, di pesawat. Briliant !

Lulusan dari Gemological Institute of America ini menghindari perilaku wanita yang cenderung memaksa dan over protective. “It makes me far away from that relationship. I need laughter and experience new things with my partner.” Ujarnya menegaskan. Pria yang humble dan humoris ini menambahkan, hal tersebut dapat menyalakan kembali suatu hubungan dan membuat hubungan menjadi spesial serta tidak membosankan. Faktor lainnya adalah perhatian, passionate dan pengertian dari pasangan. Beruntungnya, dia memiliki seorang istri yang sangat memahami profesi suaminya.

Kompensasi yang diberikan oleh Mr. Maher kepada Amira Canawati, istrinya, dengan berusaha memberikan family time untuk istri dan anak – anaknya. Tidak jarang dia membawa keluarganya ketika bekerja, melibatkan mereka dalam kegiatan – kegiatan sosial agar mengerti bahwa mereka lebih beruntung dibandingkan orang – orang lain. Amira juga merupakan sosok yang senang bergaul, mandiri, tenang dan humoris. Karakter pasangan seperti ini tentunya sangat dibutuhkan oleh Mr. Maher untuk mendukung karirnya sebagai public figure.
 

As a politician and businessman, tentunya Mr. Maher sering menghadapi situasi sulit. Bagaimana cara mengontrolnya, agar tidak mempengaruhi hubungan rumah tangganya?

I have managed to separate my business and political life from my family life.”

Ketika dia berada di tengah – tengah keluarganya, dia akan menyingkirkan semua masalah yang sedang dihadapi dan menikmati waktu bersama keluarga.

Time is never enough to do everything. But I’ve tried my best to make it balance.”
 

Lantas bagaimana dia memandang sebuah pernikahan?

I was see marriage as a big adventure.” Ujar peraih gelar MBA dari University Tampa Florida USA ini. Dia melihat dari pengalaman teman – temannya yang sudah menikah saat itu, sebagian memiliki pernikahan yang luar biasa dan bahagia, sedangkan sebagian lagi pernikahannya hancur. Oleh sebab itu, dia menjadi berhati – hati dalam menjalin hubungan asmara. Dia membangun suatu keyakinan yang teguh untuk tidak memikirkan pernikahan. Siapapun yang berbicara kepadanya tentang pernikahan malah membuatnya semakin menarik diri.

For me I don’t like to be chosen and didn’t like it.” Mr. Maher menambahkan bahwa dia tidak menyukai ketika pasangannya membicarakan pernikahan terlebih dahulu. Jika dia tidak merasa 100% yakin bahwa wanita ini yang akan menjadi pasangan seumur hidup, maka dia akan melewatkannya. Dia akan bersabar sampai menemukan the right one dan tidak mengenal kata “compromise.” Dia tahu apa yang dia inginkan, maka ketika merasa menemukan orang yang tepat, dia akan menikahinya.
 

For the last, apa pesan – pesan Mr. Maher untuk Urbanesse?

My advice to women in Indonesia is do not compromise for what you want. Apa yang kalian lihat adalah yang akan kalian dapat. Jadi lebih baik to be real dan terbuka untuk membicarakan dengan pasangan secara rinci, tentang segala sesuatunya, sebelum menikah dan sebelum semuanya terlambat. Do not try to be someone else; stop pretending to be like what your partner wants. Be yourself, if you looking for a long lasting relationship. Good luck, Ladies.”

 

Urbanesse, how hard to be a successful businessman, a politician, a husband, father and for sure a friend but he did it very well. Berdasarkan pemikiran Mr. Maher, kita sebagai wanita bisa banyak belajar mengenai apa sebenarnya yang pria inginkan dan apa yang mereka hadapi. Pahami mereka terlebih dahulu sebelum kita jatuhkan vonis – vonis ‘sadis’ untuk beberapa hal yang kita lihat sebagai kesalahan, Namun bagi pria sejatinya adalah bentuk kelemahan. Sebagai the right partner, kita seharusnya mampu menerima kelemahan tersebut lantas mendukungnya agar bisa mengatasinya. 



Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.