TAMAN WISATA ALAM HUTAN MANGROVE PIK, OASE DI TENGAH GERSANGNYA KOTA JAKARTA


Monday, 30 Nov -0001



Well
, apa yang kamu pikirkan saat ditanya tempat wisata di Jakarta? Mungkin jawabannya sama seperti saya dahulu. Mall, café, diskotik, coffee shoop, Monas, Taman komplek, balik ke mall lagi. Ya seperti itu, sampai suatu saat saya berada di zona kegalauan akan tempat hang out. Antara galau akhir bulan, kuliah sedang libur, dan kata “libur” menjadi hal yang langka bagi seorang mahasiswi yang bekerja sambil kuliah seperti saya. Akhirnya saya browsing tempat wisata keren di Jakarta dan saya menemukan tempat bernama Taman Wisata Alam Hutan Mangrove di Pantai Indah Kapuk. Sempat bertanya dalam hati, Taman Mangrove? Di Jakarta? Air yang luas bersanding dengan gedung-gedung tinggi? Akhirnya saya contact teman saya dan pergi kesana mengendarai motor.

Setelah perjalanan hampir satu jam dan bertanya sana sini saya dan teman tiba di Taman Mangrove. Well, sebuah tempat yang layak disebut Oase ditengah gersangnya kota Jakarta.

Taman wisata Mangrove bersebelahan dengan Yayasan Budha Tzu Chi. Yayasan dengan bangunan yang sangat artistik dan gagah. Banyak yang memanfaatkan bangunan Budha Tzu Chi untuk background berselfie ria.

Dari pintu gerbang utama  Taman Wisata Mangrove kita bisa membeli karcis seharga 25.000/orang, 5.000 untuk motor dan 10.000 untuk mobil. Setelah membeli tiket kita sudah boleh masuk dan memarkirkan kendaraan, tidak jauh dari parkiran ada pintu masuk, nah disini karcis beserta isi yang ada didalam tas kita akan diperiksa. Peraturannya adalah tidak boleh membawa makanan dan kamera LSR, jika membawa kamera LSR akan dikenakan biaya sebesar satu juta. Setelah saya pelajari(mudah-mudahan tidak salah) alasan tidak boleh membawa kamera LSR agar kita tidak foto-foto dengan kamera tersebut misal untuk Pre-wedding karena jika ada event seperti itu maka akan dikenakan biaya tambahan dan alasan tidak boleh membawa makanan kedalam karena didalam sudah ada kantin.

Setelah melewati pintu masuk, disinilah penjelajahan Taman Mangrove ini dimulai. Let’s Go!

Waw, taman Mangrove! Meski udara sangat terik karena ini adalah tempat wisata di alam terbuka namun tidak mengurangi aura magis bahwasanya ada tempat sehijau dan sealami itu di Jakarta. Air yang ditumbuhi mangrove memang warnanya hijau bagi yang baru pertama kali ketempat ini pasti berpikir airnya nampak kotor kehijauan. Padahal kalau kita tahu warna hijau air yang ditumbuhi Mangrove adalah warna yang disebabkan PH air di hutan bakau yang sangat tinggi, tingkat kelembapan air di hutan bakau  juga menjadi faktor air di hutan bakau (mangrove) ditumbuhi lumut (ganggang) yang tinggi klorofil (zat hijau daun) karena mereka mudah hidup dan berkembang biak di air payau (air kandungan hutan bakau (mangrove), jadi tidak heran jika air di hutan Mangrove tersebut berwarna hijau.

Untuk menjelajah taman mangrove disediakan jembatan oleh pengelola, kita bisa berjalan melewati jembatan sambil menikmati hijaunya mangrove, luasnya air dan beberapa rumah yang menambah cantik pemandangan. Rumah yang ada di Taman Wisata Mangrove bukan hanya untuk sekedar pajangan namun bisa disewa jika kita ingin berkemping di sana

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Selain untuk camping rumah tersebut juga berfungsi sebagai tempat kita berlindung dari terik matahari dan ada satu rumah yang terletak diujung jembatan, rumah paling besar dari semuanya yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat setelah lelah berjalan dan jika dilihat dari sisi yang lain, rumah ini terlihat indah dan terkesan romantis. Ahhhhhh, tempat ini adalah surganya para orang-orang yang suka selfie dan pemandangan segar tentunya.



 (Sumber : Dokumentasi Pribadi)

           

Masih belum selesai sampai disitu, sisi demi sisi memang harus kita jelajahi jika sudah sampai ditempat ini. Ada juga tempat bernama menara pengamatan burung, dari tempat ini kita bisa melihat burung yang sedang mandi atau berburu ikan dengan pemandangan yang sangat indah tentunya.

(Sumber : Dokumentasi Google)

Selain untuk kebutuhan individidu, pengelola juga memfasilitasi kebutuhan perusahaan, di Tawan Wisata ini ada juga perusahaan-perusahaan yang melakukan pembibitan taman mangrove.


(Sumber : Dokumentasi Google)

Lelah menjelajahi dengan berjalan kaki, pengelola menyediakan fasilitas perahu dan kano ditempat ini. Perahu dikenakan biaya 250.000/Perahu/6 Orang atau 350.000/Perahu/8 Orang sedangkan untuk kano dikenakan 100.000/45 menit. Kita bisa menikmati pemandangan hutan mangrove dari air yang luas


Jika sudah selesai menjelajah, saatnya makaannnnnn... Tenang didalam Taman Wisata ini ada rumah makan dengan menu yang umum seperti mie instan dan nasi goreng meski sampai sekarang saya tidak mengerti mengapa ada larangan berfoto dirumah makan tersebut.

 
(Sumber : Google)


Selesai menjelajah dan makan sudah waktunya untuk Sholat, pengelola juga menyediakan mushola di dalam kawasan wisata yang sangat nyaman dengan konsep natural. Untuk umat yang ingin sholat harap hati-hati agar tidak terbuai dengan angin sepoi-sepoi dari lingkungan sekitar mushola. Hehehe..

 


(Sumber : Google)

 

(Dokumentasi Pribadi)

 

Jadi dengan fasilitas dan keindahan yang ada, sudah layakkah Taman Wisata Alam Hutan Mangrove ini disebut oase di tengah gersangnya kota Jakarta?


Fakta tambahan :

Di sekitar Taman Wisata ada Penangkaran Ikan Lele, jika kebetulan ada mas penjaga, kita bisa bertanya-tanya mengenai proses penangkaran ikan lele·
Di kawasan PIK Sendiri ada dua Taman Mangrove, maka yang harus kita pilih adalah Taman Wisata Alam Mangrove karena jika hanya Taman Mangrove saja tidak ada fasilitas seperti diatas dan tiket masuknya hanya 5.000,-


 



Benazir Dwi Hartati

No Comments Yet.