Sukses Juga Milik Karyawan


Monday, 30 Nov -0001


 

Sikap Mental

Yang  dikeluhkan dan menjadi masalah saat ini  adalah bahwa ternyata, dalam keseharian kerja, perusahaan-perusahaan masih mengeluhkan bahwa rata-rata, kualitas calon karyawan masih kurang memadai, terutama kualitas perilaku/”sikap mental”nya. Padahal, Kualitas Perilaku-”sikap mental” dan Karakter dari seorang karyawanlah yang paling menentukan produktifitas dan kemajuan perusahaan, dibandingkan dengan kemampuan knowledge dan skill-nya.

Hal  yang kita rasakan saat ini  lahir dari tidak adanya watak yang cukup kokoh pada diri kita bersama. Watak  rapuh dan mudah goyah. Nah dari faktor watak tadi, tenyata yang paling mendasari adalah “SIKAP MENTAL” kita. Sikap mentallah yang menentukan peran awal pembentukan watak. Skemanya : Pikiran menghasilkan tindakan/ prilaku - prilaku yang dilakukan terus menerus menghasilkan kebiasaan - kebiasaan yang dilakukan terus menerus menghasilkan tabiat/sikap mental. Nah sikap mental yang dilakukan terus menerus ini akan berkembang menjadi watak/ sifat. Jika watak ini dilakukan oleh orang banyak, bisa jadi budaya lho, yaitu budaya bekerja.

Nah jika sikap mental negatif dilakukan terus akan menjadi watak negatif dan jika dilakukan banyak orang akan menjadi budaya negatif.

Oleh sebab itu, maka perusahaan berusaha untuk menumbuhkan mental positif para karyawannya agar bertumbuh kembang.  Jika karyawan berlatar belakang lingkungan yang berwatak negative, maka sering terjadi ketidak-selarasan antara visi dan misi perusahaan yaitu bertumbuh kembang bersama semua teamnya dengan dukungan prilaku dari karyawannya (timnya) yang bermental negatifnya.

Perusahaan membutuhkan “sikap mental positif”, dan perilaku positiflah yang harus dikejar oleh para pelaku eksekutif, agar dapat mempunyai kualitas menyeluruh yang baik pula.

 

Alat Ukur Mentalitas Positif

 Beberapa alat  ukur mentalitas positif:

·         Mind Set (Pola Pikirnya), didasari pemikiran bahwa setiap langkah manusia pasti didasari dari pola pikirnya terlebih dahulu. Apakah dia bermindset orientasi jangka panjang ?

·         Tendency (Kecenderungan Perilakunya), bagaimana dengan  caranya mencapai visinya ; disiplin kah dia, kerja keras, atau suka menyalahkan keadaan ?

·         Emotional Maturity (Kematangan emosionalnya), dalam bisnis/ bekerja, sering kesempatan dan peluang melayang, karena masalah perilaku yang tidak tepat secara situasi dan malah    

           memperburuk relasi horizontal antar manusia.

·         Visual Performance (Penampilan kerjanya), apakah ia bekerja dan melayani dengan baik dan tepat ?

 

Masa Depan di Tangan Kita

Perusahaan adalah TEMPAT dimana kita meng-aplikasikan impian dan harapan kita atas masa depan kita.

Kecerdasan adalah milik kita, perusahaan tempat kita bekerja adalah tempat di mana kecerdasan itu diuji dan di upgrading.

Sukses adalah milik kita bukan milik perusahaan karena perusahaan sukses adalah hasil pencapaian owner dengan semua staffnya dan dukungan banyak pihak sedangkan karyawan adalah individu, yang suksesnya masih ditentukan oleh dirinya sendiri (bagaimana karyawan bekerja sama di dalam team, bekerjasama dengan para pimpinanannya, rekan kerjanya dsbnya).

Untuk mencapai sukses pribadi dibutuhkan mentalitas positif pribadi.

Berhentilah menyalahkan semua pihak atau  lingkungan atas kegagalan kita mencapai visi sukses , karena sekali lagi kesuksesan pribadi terbentuk dari mentalitas positif pribadi.

Sukses HARUS diperjuangkan dengan prilaku yang baik dan benar.

 

 Salam Sukses Selalu,

 MUINA ENGLO dan Team Rakyat Sumbar



Muina Englo

Seorang pengusaha otomotif Sumatra Barat yang senang menulis tentang Mentalitas Karyawan.

No Comments Yet.