Seberapa Pentingnya Pria di Mata Wanita


Monday, 30 Nov -0001


Siang ini di dalam Lotte Mall saya berbincang-bincang dengan seorang pria berbadan atletis berumur 29 tahun bernama Richard. Richard bekerja dibidang F&B dan merupakan sosok pria yang ramah dan mudah diajak diskusi. Richard mempunyai banyak teman wanita dan karena itulah saya memilih Richard sebagai calon interview untuk rubrik “ From His Eyes” kali ini. Langsung aja kita simak bincang-bincang saya dengan Richard.

 

1.      Richard, menurut kamu pria di mata wanita indonesia penting atau tidak sih dan kalau ternyata penting seberapa pentingnya?

Perempuan Indonesia masih menganggap pria sangat penting karena mereka biasanya ingin memiliki anak-anak dalam keluarga & sebuah keluarga menurut mereka membutuhkan figur bapak dan pemimpin. Selain, semua wanita membutuhkan pria utk memenuhi kebutuhan emosionalnya

2.      Nah kalau menurut kamu nih apa ekspektasi rata-rata dr wanita Indonesia?

Rata2 pria nih aka teman teman saya biasa berpikir wanita itu inginya mendapat pria yang:

a. Mapan – membuat pria gila kerja/harus kaya

b. Pintar akademis dan pintar cari duit

c. Berusaha berpenampilan menarik

d. Jujur

e. Percaya diri

f. Sudah matang

3.      OK lalu?

Tapi ekpektasi-ekspektasi ini kadang berdampak kurang baik misalnya:

a.       Pria suka menutup dirinya bila tidak bisa memenuhi hal diatas aka jaim

b.       Tidak menjadi dirinya sendiri (seakan benar-benar atau sangat pede) untuk membahagiakan pasangannya karena hampir semua pria sebenarnya mempunyai sisi yang tidak terlalu pede

c.       Bekerja bukan lagi utk menafkahi tapi utk menjadi sukses dan kaya.

4        Apakah ekpekstasi itu berlebihan?

Sebenarnya ekpektasi diatas tidak berlebihan jika ekpektasi itu diberikan pada saat yang tepat tapi seringnya semua ekpektasi itu dikeluarkan pada waktu yang sama tanpa memberikan waktu untuk proses pematangan diri. Nah ekspektasi yang diberikan pada waktu yang salah ini biasanya terdengar sebagai tuntutan. Sering kali juga  ekpektasi-ekspektasi diatas bukanlah hal yang benar-benar dimaui oleh si wanita tetapi menjadi diinginkan karena wanita sering membandingkan pasangannya dengan orang lain. Padahal semestinya wanita itu ya mencari pria yang diinginkan dirinya sendiri bukan akibat perbandingan “siapa yang memilik pacar terbaik”

5.     Setuju atau tidak dengan pendapat yang mengatakan bahwah “Wanita boleh membutuhkan laki2 tapi tidak bersandar sepenuhnya kepada laki2?

Saya setuju sekali. Coba bayangkan saja seringan apapun wanita itu bila dia bersandar secara fisik terus menerus kepada prianya pasti suatu saat tubuh sang pria akan letih dan berhenti menopang dia. Sama halnya secara mental dan emosional. Tidak ada orang yang bisa disandarkan setiap saat dan selalu kuat. Butuh itu boleh tapi tidak setiap saat dan kebutuhan diisi saat benar-benar dibutuhkan.

6.      Lalu Idealnya wanita itu membutuhkan pria seperti apa dong?

Wanita boleh membutuhkan pria sejauh  dimana kebutuhan yang ada itu realistis sesuai keadaan & kemampuan prianya. Tapi jangan menciptakan kebutuhan-kebutuhan baru hanya karena melihat pria lain yang “lebih baik”. Dan jangan lupa utk menerima kekurangan atau keterbatasan dr pria  yang didampinginya.

7.      Kalau boleh memberi saran kepada para wanita nih dalam topik “Seberapa Pentingnya Pria dalam Hidup Wanita”. Kira kira saranya seperti apa?

Saran saya:

a.      Fokus utk memperbaiki diri & kehidupannya supaya ketika berpasangan bisa mempunyai ekspektasi yang realistis.

Orang yang biasanya mempunyai ekpektasi/kebutuhan yang terlalu tinggi dari pasangannya itu disebabkan karena dirinya sendiri merasa banyak hal yang kurang dalam hidupnya.

b.       Jangan serakah.

Berpasangan itu tujuannya untuk saling mengisi bukan utk menjadi dan atau terlihat sebagai pasangan “sempurna”. Perempuan terkadang ini memiliki pasangan yang sempurna supaya dilihat orang seperti pasangan ideal. Padahal yang dibutuhkan bukan yang sempurna.

c.       Bedakan antara yang kamu butuhkan dan kamu inginkan.

Apa yang diinginkan biasanya bisa kita cari sendiri, tapi apa yang kita butuh itulah yang harus kita cari dr pasangan kita. Contoh: ingin hidup nyaman, terkadang dan seringnya wanita bisa menciptakan kondisi hidup nyaman sendirikan? Ya jadi tidak perlu menunggu sampai ada pria yang membuat hidupnya nyaman.

Jadi wanita itu dibilang butuh pria ngga? Ya pastinya butuh dan butuh itu wajar dan bagus. Tapi jangan sampai semua yang diinginkan dijadikan kebutuhan dan ekpektasi dr seorang pria.
 
Nah itu tadi hasil perbincangan saya dengan Richard mengenai topik kita bulan ini?
Bagaimana pendapat kalian?
Setujukah?

 

 

 

 

 

 

 



Priscilla

No Comments Yet.