Sate Taichan Yang Pedasnya Bikin Nagih


Monday, 30 Nov -0001


Beberapa hari yang lalu, diperjalanan pulang kerja dari arah Senayan, saya berasa lapar sekali. Memang Saat itu pukul 20.30 malam jalanan masih basah karena sore sempat hujan deras. Sambil menunggu macet Jakarta yang selalu jadi langganan, saya dan suami pun berhenti di salah satu warung tenda pinggir jalan kawasan Patal Senayan. Tepatnya di Jalan Asia Afrika persis di seberang patung panahan Senayan.  Ini pertama kali saya makan di warung tenda tersebut, nampak ramai orang-orang yang mengantri ingin membeli satu makanan yang biasa tetapi berbeda penyajiannya. Namanya  “Sate Taichan” disitu berjejer beberapa warung tenda yang menjual sate Taichan, saya pun berhenti sate taichan Bang Ocit.
 

Sate daging ayam ini memang saya lihat selalu ramai dikerumuni pembelinya setiap malam, bahkan saya sempat ngobrol dengan salah satu pelanggannya yang juga sedang mengantri, Gira (32) namanya dia merupakan pelanggan dari Sate Taichan ini, kata Gira warung ini selalu ramai pembeli setiap malam, bahkan sebelum tendanya buka. Walaupun penjual sate taichan sudah tersebar dibanyak tempat warung tenda ini tidak pernah sepi pembeli.
 

Kalau Urbanesse melintasi Jalan Asia Afrika Senayan, Jakarta, kamu akan melihat banyak titik kerumunan orang,  beberapa mobil terparkir menutupi dua tendanya yang berukuran kecil.  Memang saking banyaknya yang membeli puluhan kursi dan meja yang disediakan pun tidak cukup untuk menampung  pembeli yang semakin malam makin ramai. Maka tidak heran jika tidak kebagian tempat duduk pelanggannya jadi membuka bagasi belakang mobilnya untuk mereka duduk menyantap Sate Taichan ini.
 

Setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya Sate Taichan pesanan saya dan suami pun datang, Yeaaayyy...ciri khas dari sate taichan ini adalah rasanya yanng asam dan gurih dipadukan dengan rasa pedas dari sambalnya. Tidak seperti sate pada umumnya, sate taichan memiliki tampilan warna daging ayamnya yang putih pucat dikarenakan sate tersebut sama sekali tidak menggunakan bumbu kacang dan kecap. Dalam satu tusuknya terdiri dari daging dan kulit ayam. Daging ayamnya lembut banget lho Urbanesse...saya pun jadi ketagihan untuk nambah. Heeheee...Rasa khas Taichan yaitu asam, asin dan  pedas pun sangat terasa dilidah saya.
 

Kalau dilihat dari satenya, Sate Taichan ini daging ayam dan kulit segarnya ditusuk di tususkan sate kayu, setelah itu dipanggang diatas bara api selama tiga hingga lima menit saja, karena warna satenya tidak ada gosong-gosong sama sekali. Sate yang sudah matang kemudian dilumuri minyak goreng atau minyak sayur, perasan jeruk nipis, dan taburan bumbu penyedap rasa. Kemudian setelah matang pembeli pun bebas mengambil sambal cabenya yang level kepedasannya diatas rata-rata sate Taichan lainnya. Sate Taichan ini dimakan bersama lontong yang juga lembut dan tidak terlalu keras ketika dimakan, pokoknya pas banget untuk Urbanesse yang pingin makan malam tapi tidak terlalu berat, karena lontongnya juga tidak terlalu banyak potongannya jadi pas banget sebagai penghilang rasa lapar sehabis pulang kerja. Untuk minumnya ditempat ini juga disediakan air mineral, soft drink, es jeruk dan teh manis dingin maupun hangat.

 

Sate Taichan ini buka dari pukul 21.00 hingga pukul 00.00 WIB, Harga sate Taichan Lontong per porsinya Rp 17.000. Jadi...buat Urbanesse nih yang pencinta Sate, nggak ada salahnya coba mencicipi Sate Taichan Bang Ocit dan teman-temannya ini di kawasan Patal Senayan, Jakarta. Happy Kulineran Urbanesse.....

 
sumber gambar:travelkompas.com

 sumber gambar:travelkompas.com

 



Libra

No Comments Yet.