SELFLESS LEADER


Monday, 30 Nov -0001


 

The humblest is the greatest. The best listener is the most powerful person in the room. The most selfless always wins (even when it looks like they don't)

(Robin Sharma)

 

Hai urbanesse, kali ini kita berbicara tentang selfless. Selfless yang diartikan tidak mementingkan diri sendiri, lawan kata dari selfish. Seseorang yang selfless menitikberatkan kenyamanan bekerja pada harmonisasi lingkungan dan patner kerja dan pastinya kita berharap punya partner atau atasan yang selfless di tengah kompetensi kerja yang semakin keras.

 

Dari pengalaman saya kerja dan bertemu dengan berbagai macam tipe atasan, ada satu orang yang saya jadikan role model. Nama beliau Diyah Mulyani yang biasa saya panggil Mbak Di, beliau merupakan kepala instalasi laboratorium.

 

Mbak Di adalah orang too selfless yang pernah saya kenal. Seseorang yang tahu bagaimana cara memimpin tanpa harus menunjukan power dan intimidasi. Mbak Di akan menjadi orang pertama yang pasang badan apabila terjadi trouble di laboratorium. Alih-alih melimpahkan kesalahan ke analis, beliau akan mencari solusi bagaimana masalah itu segera selesai, meski harus berhadapan dengan para atasan yang levelnya lebih tinggi.

 

Yang menarik dari Mbak Di adalah cara beliau memperlakukan kami sebagai analis, walaupun posisi beliau sebagai Kepala Instalasi, Mbak Di tidak pernah memanggil kami dengan sebutan staf atau anak buah atau sebutan yang menunjukan bahwa beliau memiliki jabatan penting di kantor. Beliau lebih senang memanggil kami dengan “teman – teman analis”. Ini membuat kami merasa nyaman tanpa merasa ada jarak namun tetap menghormati Beliau sebagai Kepala Instalasi. Saya menyebut cara Beliau seperti itu sebagai “memanusiakan manusia”.

 

Selain itu, yang saya kagumi adalah Spirit Of Giving dari Mbak Di. Sebagai atasan, Mbak Di bukan tipikal yang gila hormat ataupun pujian. Bagi Mbak Di yang terpenting pekerjaan di Laboratorium selesai sesuai deadline. Apabila ada analis yang berhalangan, maka beliau membantu menyelesaikan sampel yang tersisa. Bagi saya itu salah satu bentuk mental “kelimpahan” yang memang harus dimiliki oleh pemimpin. Giving is receiving. Karena setiap pemimpin akan memberikan yang terbaik untuk orang – orang yang dipimpinnya.

 

Ada lagi yang unik, terkadang tiap istirahat apabila sedang hectic dengan sampel, kami menitip makan siang dengan Mbak Di. Dan Mbak Di tidak merasa keberatan dengan itu, bagi Mbak Di yang penting kami merasa nyaman selama bekerja di laboratorium. Sangat jarang saya menemukan seseorang dengan pola pikir seperti Beliau. Seseorang yang selfless adalah energy giver yang selalu memberikan semangat dan kehadirannya ditunggu – tunggu. Dan saya sangat setuju dengan ungkapan berikut


"Being selfless is one of the hardest things you'll ever do as a leader." Apakah Anda juga setuju urbanesse? =)

 

 

 

Sumber Gambar:

www.eprofessional.co.uk



Selvya Mulyani

Kelahiran 9 maret 1987 di Kalimantan Selatan. Bekerja sebagai analis laboratorium Kimia Fisika Gas di BBTKLPP Banjarbaru. Penggemar buku Dan Brown, Dewi Lestari, JK Rowling, dan novel serial Trio Detektif. On process, being better person, healthy, happy, lucky, peace and blessed. Remember the path, keep the faith, walk on track.

No Comments Yet.