Pria Itu Juga Manusia


Monday, 30 Nov -0001


Sebenarnya sebagai wanita kita punya banyak sekali ekpektasi yang ditanamkan kedalam kepala kita terhadap seorang pria. Dari mana saya tahu? Karena saya dan teman - teman saya sering mengadakan kumpul kumpul bareng bersama hanya untuk membicarakan pria. Calon pasangan hidup kita.

 

Tapi dengan berjalannya waktu dan begitu banyak laki2 yang pernah dekat dengan saya, saya belajar untuk melihat mereka bukan sebagai “laki laki” tapi sebagai manusia.

 

 

Bedanya apa sih memandang pria sebagai “laki laki” dan sebagai manusia?

 

Sebagai pria, Wanita sering menaruh standar mengenai gambar diri seorang Pria, wanita menaruh standard yang tinggi yang berhubungan dengan gender. Kalau ditanya mengapa kamu mau standard itu ada pada pasangan kamu? Banyak yang menjawab karena dia seorang priai. Padahal pada kenyataannya banyak pria yang tidak sesuai dengan template pria yang ditanamkan ke dalam otak kita dimasa kecil. Contoh sederhana: pria itu harusnya pemberani. Namun saya bertemu banyak pria yang sebenarnya nyalinya dalam beberapa hal memang lebih rendah dari kita.

 

Lalu mungkin kita berpikir seorang pria  itu mestinya cool dan tenang. Tapi banyak pula saya temui pria  yang  “baper”. Lalu apakah kalau mereka tidak masuk kriteria “laki laki” atau “ laki laki banget” mereka menjadi buruk?

 

Dahulu saya mempunyai seorang teman dekat yang menurut saya karakternya baik. Tapi saya baru tahu bahwa ternyata ia tipe cowok yang gak suka  film horror. Pernah satu kali ketika kami berdua nonton film horor, ia  harus menyembunyukan wajahnya dibalik pundakku. Geli memang rasanya, bayangkan jika saya bereaksi  negatif pada saat itu dan saya mulai berpikir “ihh apaan sih? Kamukan laki laki” dan bisa merasa ill feel. Bisakah saya melihat ia di bagian kelemahannya saja? Tentu saja bisa. Tetapi saya memilih untuk melihat semuanya yang ada pada dirinya, dan saya melihat  dia mempunyai begitu banyak kelebihan dibanding  dengan kekurangannya.

 

Ketika kita para wanita melihat mereka sebagai manusia  sama seperti kita, lalu ketika mereka merasa takut ketika menonton film horror, atau ketika menonton film romantis mereka terbawa suasana film bukankah itu juga sebuah kewajaran?  Kalau kita bisa merasakan perasaan sedih, takut, dan perasaan - perasaan lain, maka lumrah para pria-pria ini punya perasaan yang samakan?

 

Lalu kenapa perubahan cara pandang ini menurut saya penting? Karena banyak sekali laki laki yang tidak termasuk dalam kategori “laki2 sejati”nya Indonesia tapi ternyata mereka orang - orang adalah sangat baik. Rugi rasanya saya kalau saya kehilangan teman atau bahkan calon pasangan hidup cuma karena kriteria yang dibuat oleh masyarakat.

 

Menurut saya karakter yang baik itu lebih penting ketimbang “laki laki banget” dan juga kita bisa berpikir, kalau kita ternyata tidak masukk kategori yang “wanita banget’ ala Indonesia dan lalu kita dijauhkan hanya karena itu , apakah hati kita tidak sakit? Padahal pastinya kita juga merasakan bahwa kita belum tentu manusia sampah.

 

Cerita dai seorang teman,  beberapa minggu ini salah satu teman saya baru saja putus dengan pria yang menurut dia laki2 banget “ ganteng, manly, punya pekerjaan mapan dan bagus, supel, banyak kenalan, dan senang melindungi wanita” , sebuah paket yang sempurna. Tapi ternyata  “ Si paket sempurna” ternyata memiliki banyak wanita- wanita lainnya. 2 tahun yang lalu, ketika teman saya mengenai WIL daripada pacarnya, teman saya sempat berpikir “ya umumlah, namanya juga laki laki sejati” Namun apa yang terjadi sekarang? Sakit hati , pikiran semakin stress, dan akhirnya putus karena tidak bisa terima disamakan dengan 4 wanita lainnya.

 

Dari sudut pandang saya, Pria itu manusia yang punya sisi keras, lembut dan tangguh. Cara kita merespon mereka  menghasilkan reaksi, respon yang positif menghasilkan reaksi yang positif.  Jadi menempatkan  laki-laki itu  sebagai manusia, mereka juga punya rasa dan hati, berikan mereka kesempatan dan ruang gerak yang lebih luas dan juga kepercayaan yang membuat mereka jadi lebih sungkan untuk berbohong karena mereka diberikan kesempatan menjadi dirinya sendiri, yaitu seorang manusia. Lalu juga dengan kita memandang mereka sebagai manusia, kita juga bisa berharap mereka tidak memandang kita hanya sebagai perempuan nyang harus masuk template perempuan Indonesia tapi ya sebagai manusia.

 

 

Saling mengerti dan saling mengasihi itu indah bila bisa dilakukan oleh kedua belah pihak, pria dan wanita.



Priscilla

No Comments Yet.