Perjalanan Seorang Bapak dan Anaknya


Monday, 30 Nov -0001


Ketika kamu mendengar kata “ Liburan yang bermakna” apa yang timbul dipikiran kamu? Apa yang membuat liburanmu bermakna?

Untuk saya pribadi, liburan yang bermakna adalah liburan yang penuh memori, yang tertinggal di hati saya dan berkesan sangat kuat. Buat saya liburan yang bermakna selalu berhubungan dengan orang lain atau sekelompok orang.


Apakah jarak dan biaya memberikan makna pada liburan liburan kamu?

Liburan yang bermakna ditentukan oleh tujuannya. Saya menikmati pemandangan yang indah dan makanan yang enak, tapi lebih dari itu, orang menjadi pusat perhatian saya. Saya berlibur untuk bertemu orang, ber bicara serta mendengarkan mereka. Pembicaraan ini bisa memberikan saya banyak kejutan dan saat-saat yang tak terduga.


Bisakah kamu berbagi cerita mengenai liburan yang bermakna?

Pada tgl 10 Oktober 2015 saya jalan jalan dengan bapak saya, hanya berdua saja, ke Vietnam Utara, kampung halamannya, tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya karena aku besar di Vietnam Selatan.

Perjalanan kali ini merupakan suatu dobrakan baru dalam hubungan kita, karena selama 26 tahun belakangan ini saya sudah jarang berbicara apalagi jalan jalan dengan bapak saya.. Kita tidak pernah ada tradisi berbagi cerita, bahkan pada saat makan malam pun. Saya bertumbuh dengan mengetahui kesalahan kesalahan yang sudah dia lakukan pada keluarga kami, tapi tidak setitik kata pun keluar dari mulutnya. Di rumah dia sangat pendiam bahkan misterius.

Saya sudah tinggal kurang lebih 8 tahun sekarang di Singapura. Sewaktu muda saya senang tantangan dan perbahan yang dinamis. Tapi pada suatu titik saya merasa tersesat. Saya adalah seorang Vietnam yang tinggal di Singapura. Saya semestinya tidak berdiam di Singapura, tapi kalau pun saya balik, saya tidak mengenali keluarga saya dengan baik. Di manakah rumah saya yang sebenarnya?

Tahun lalu, Pada Hari Bapak, saya pergi ke gereja. Saya cukup terpojok dengan kata ini Kamu harus menghomati bapakmu bukan karena apa yang dia sudah lakukan untukmu tetapi karena Tuhan sudah menaruh dia dalam posisi itu, yaitu posisi sebagai bapakmu


Sejak saat itu saya berjanji untuk menaruh usaha yang lebih untuk mengenal bapak saya. Saya bilang kepadanya saya mau berkenalan dengan saudara-saudara dari pihak bapak saya yang selama ini belum pernah saya temui. Ternyata Bapak sangat bahagia. Dia mengajakku berkunjung kerumah sanak saudaranya dan beberapa orang yang dia anggap penting dalam hidupnya. Kita juga mengunjungi makam nenek saya. Ternyata saya baru mengetahui bahwa bapak tidak pernah bertemu dengan nenek karena nenek meninggal 1 jam setelah melahirkan bapak. Tgl 26 November merupakan tanggal yang ironis karena pada saat yang bersamaan bapak saya lahir dan ibunya meninggal.

Saya sangat berterimakasih mempunyai waktu yang sangat bermakna dengan dia. Selama ini saya tidak mengenal dia karena selama ini saya sengaja menyibukkan diri saya dengan hal-hal lain. Pada saat kita terbang balik dia menceritakan tentang karirnya menjadi ahli teknik selam 20 tahun untuk perusahaan kapal dan bagaimana dia bertemu dengan ibu saya dan membentuk keluarga.

 

 

Di rumah dia adalah orang yang sangat tenang dan diam, terlihat santai-santai saja dan tidak pedulian, tapi dibalik  itu tersebut sebenarnya tersimpan seseorang yang hangat, sangat peduli, dan pemaaf. Saya baru ketahui ini semua setelah 26 tahun. Saya harap saya masih ada waktu cukup bersamanya….

 

Saya tidak perlu jalan jalan mengelilingi dunia untuk mencari makna dan kebahagiaan dalam hidup. Sebaliknya saya pulang kembali ke kota saya untuk mendapatkan perspektif baru dalam hidup saya dan untuk mengerti dengan lebih jelas siapa diri saya sebenarnya.

 

 

 

 

 



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.