Pelukan Hati


Monday, 30 Nov -0001


Ini adalah hari bulan ke-3 aku mengajar di sebuah sekolah swasta, lebih tepatnya mengajar toddler. Entah kenapa setelah lulus dari kuliah aku langsung di ajak oleh teman untuk mengajar di sekolah ini. Sebenarnya tidak ada bayangan sama skali bahwa kelak aku akan pernah mengajar anak usia dini sebuah sekolah. Dalam benakku yang namanya mengajar anak-anak adalah dunia yang seper sibuk. Banyak di antara mereka yang mengatakan bahwa hal tersebut menyenangkan. “Yaah sibuk, capek, lelah akan tetapi menyenangkan”, itu kata mereka. Pada awalnya, dan karena belum merasakannya, aku tidak percaya akan hal tersebut. Tapi setelah tiga bulan ini aku mulai merasakan kesenangan yang orang-orang bilang.

Namun setelah datang kesenangan tersebut, munculah masalah lain. Yaitu perasaan ditolak oleh anak kecil, anak murid didikku lebih tepatnya. Ternyata rasanya sungguh tidak enak karena mereka adalah mahluk suci dengan segala kepolosan dan kejujuran yang ada di mata mereka. Sangat terhina sekali rasanya kala hal itu terjadi padaku.

               Okt_FFS_Pelukan Hati-Nuha Zulfikar_text

Ceritanya berawal pada suatu pagi yang cerah. Seperti biasa tugasku adalah menyiapkan air minum di kelas untuk para siswa. Aku masuk lebih awal, memang begitu setiap harinya. Lalu setelah siap semua, mulailah anak-anak berdatangan. Aku sebagai guru harus menerima mereka dengan senyum dan semangat pagi kepada mereka. Anak-anak sudah mulai akrab denganku. Bahkan ada yang sudah menjadikanku sebagai guru favoritnya. Senang sekali rasanya, bagai terbang di awan. Aku orang yang tidak punya pengalaman sama sekali dengan masalah hubungan anak kecil dan dewasa, mendapatkan anugrah guru favorit, rasanya bukan main luar biasa. Semua berjalan lancar hingga saatnya mereka makan siang.

Saat makan siang mereka sebelumnya harus mencuci tangan dahulu sebelum pergi makan. Namanya juga anak kecil, mereka ingin selalu menjadi yang pertama. Naah ada dua anak yang sering bersaing. Sebutlah namanya Affa dan Nugra. Affa ternyata sampai terlebih dahulu di wastafel, sedang Nugra tertinggal karena melepas alas kakinya terlalu lama. Nugra tidak terima dan dia menyelak untuk cuci tangan padahal Affa sudah bersiap membuka keran. Sepontan aku sebagai guru mengingatkannya bahwa hal itu tidaklah baik. Kemudian timbulah sebuah masalah. Nugra mulai menangis dan setiap aku menghampirinya, dia makin menjauh. Aku panik dan bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Lalu datanglah temanku yang lebih senior mengajar di sana karena sudah lebih lama mengajar di sana. Seketika Nugra berlari ke arah temanku dan memeluknya. Temanku berkata, “sudah tidak apa-apa biar saya tenangkan dahulu”. Lalu kutinggalkan mereka. Selesailah masalah itu di tangan temanku. Nugra kembali ke ruang belajar dengan keadaan yang sudah tenang. Dia kembali bisa mengikuti pelajaran tanpa muka sedih lagi dan cerita seperti biasanya.

Saat kegiatan mengajar selesai, aku bertanya kepada temanku “Mba, tanya dong, tadi Nugra dibujukin apa sampai bisa tenang kayak gitu?” kemudian temanku menjawab, “Ga aku kasih apapun kok, cuma peluk dia sampai tenang, terus dia cerita sendiri kenapa tadi dia nangis”, “ooo”  jawabku. Ya Tuhan, ternyata cukup dengan pelukan saja seorang anak bisa merasa tenang dan tentram. Dengan pelukan anak itu bisa terkendali. Hanya sebuah pelukan hangat yang datang besama hati, yang bisa berdampak seperti itu. Pelukan cinta dengan hati sungguh luar biasa manfaatnya, sungguh ajaib dan luar biasa.



Unknown

No Comments Yet.