One Heart, One Mission


Monday, 30 Nov -0001


 

It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to success (Napoleon Hill) 

Dalam sebuah seminar marketing yang diadakan oleh James Gwee, aku terkesan pada suatu ilustrasi. Seorang peserta wanita, diminta maju ke depan. James Gwee memegang pointer, mengarahkannya pada tembok, meminta peserta tersebut untuk meraih sinar di pointer itu. Pertama pendek, ia bisa meraihnya.  Lalu ditinggikan lagi, ia mulai mencari kursi untuk meraihnya. Target ditinggikan lagi. Ia dengan cepat mencari ide, meja dan kursi ia gabungkan, ia naik ke atasnya.

Kami semua, peserta seminar, tercengang ketika target ditinggikan lagi. Sampai hampir mencapai atap. Sesuatu yang sulit untuk dicapai seorang diri. Tampak si peserta itu mencoba menyusun kursi lebih tinggi lagi. Kami sampai menahan nafas, karena terlihat seperti akrobat ! Ada beberapa peserta yang berbaik hati memegangi kursi-kursi yang telah disusun itu. Sampai 3 susun (meja dan kursi disusun hingga menyerupai pyramid).

Akhirnya, ada satu peserta yang berinisiatif mengambilkan tangga lipat, ada juga yang berinisiatif memegangkan tangga, dll. Terlihat sekali bantuan-bantuan tersebut berarti untuknya. Setelah menaiki tangga yang tinggi itu, ternyata titik sinar target, yang semula terlihat mustahil untuk diraih, dapat tergapai olehnya!

Aku jadi teringat bisnis yang sedang kujalankan. Dan di dalam bisnisku ini, menuntut aku sebagai leader untuk dapat bekerjasama di dalam team, untuk membina team ku agar dapat saling bekerjasama dan bersinergi untuk mencapai omset yang kita harapkan bersama.

Menjalankan bisnis pribadi, yang tidak disertai ikatan pekerjaan hitam di atas putih, betul-betul membutuhkan komitmen yang kuat dari setiap pribadi. Semangat yang pasang surut, kadang ada orang-orang tertentu yang mempunyai semangat seperti ombak: bergulung-gulung di tengah lautan, surut di tepian. Ketika bonusnya tidak kunjung tinggi karena action juga ala kadarnya, semangat mulai turun.

Dibutuhkan kesabaran ekstra tinggi untuk membina team yang dipercayakan kepadaku.  Karena karakter setiap orang berbeda-beda. Materi training semua sudah disediakan, tidak semua orang mau membaca. Semua perlengkapan tempur untuk marketing dan promo sudah tersedia, namun tidak semua mau action. Belum lagi team yang manja, terus-terusan minta disuapi, atau mereka yang tidak mau bekerja dalam target. Aku bersyukur, melalui  pembinaan team marketing ku, aku bisa melatih kesabaran dan keahlian kepemimpinanku.

Aku mengerjakan bisnis ini sudah satu tahun, di sela-sela pekerjaanku yang lain dan bisnis yang lain. Dari bisnis ini, aku belajar banyak hal mengenai leadership, team work, bagaimana membina orang-orang yang telah mempercayakan dirinya untuk masuk di dalam pembinaan team yang kubina. Bagaimana motivasi mereka sangat tergantung pada antusiasmeku sendiri.

Ada kalanya semangatku juga turun, melihat orang-orang yang tidak action, tidak mau bekerja, karena menganggap ini hanya bisnis sampingan. Jika semangatku sedang turun, kupaksakan diriku mengikuti training yang diberikan oleh perusahaan, supaya aku kembali berkumpul dengan orang-orang yang positif dan bersemangat, sehingga aku pun tertular.

Sebulan lalu, aku mengikuti training yang diadakan oleh perusahaan, di sentul, training tentang team work, meruntuhkan tembok diri dan percaya bahwa aku bisa menjadi seorang leader yang bertanggung jawab dan amanah.

Sepulang dari training 3 hari berturut-turut itu, aku memantapkan impian dan tujuan awalku menjalankan bisnis ini: untuk membantu banyak ibu rumah tangga mempunyai penghasilan tambahan, yang dapat dikerjakan dari rumah. Aku bertekad membina teamku dengan lebih baik. Kurutinkan pembinaan di fb, kubuka grup di bb. Dalam seminggu, usahaku membuahkan hasil. Ada yang memberi masukan bahwa aku kurang memperhatikan secara pribadi selama ini (karena aku lebih focus pada pekerjaan dan bisnis yang lain), ada yang tiba melesat, mulai action setelah aku mebuka pembinaan dan transfer knowledge via group bb. Aku pun menyediakan pendampingan pribadi dari awal, untuk setiap orang yang mau action di team ku.

Aku merasakan sekali, antusiasme yang kutunjukkan dan keinginan yang kuat dariku untuk membina orang-orang yang mempercayakan dirinya masuk ke dalam team ku, sangat mempengaruhi kinerja dan kerjasama dalam team. Karena itu, aku meyakini ucapan : Good leader motivate, great leader inspire. Jika ingin diikuti, harus bisa menginspirasi dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Team kita melihat tindakanku, bukan hanya uncapan-ucapan motivasiku. Seberapa besar aku peduli pada masing-masing pribadi dalam team ku, itulah yang mereka butuhkan.

One heart one mission.



Unknown

No Comments Yet.