My Superman


Monday, 30 Nov -0001


“Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”, pepatah yang sering banget didengar waktu jaman-jaman sekolah bahkan sampai hari ini. Baru dipikirin saja sudah terasa nikmatnya, apalagi kalo bisa ngalamin. Nyatanya, pepatah hanyalah sebuah pepatah yang hanya bisa dibayangin, karena sekarang saya harus berangkat ke kantor, ngalamin berdesak-desakan di commuter line, ngalamin macetnya jalan raya dan keluh kesah lainnya dari pagi hingga petang, dari Senin hingga Jumat. Pepatah yang lebih sering saya dengar sekarang adalah “I hate monday” atau “Thanks God, It's Friday”.
 

Rutinitas yang berulang tiap harinya itulah yang terkadang membuat kita merasa bored and feel empty, apalagi buat yang single.. Hiks.. Kereta aja gandengan, masa kamu sendirian? *rasanya nyesseek abis waktu baca iklan di commuter line dengan captionnya begini hahaha. Sambil desek-desekan dan gelantungan di kereta; lirik kiri lagi berduaan, lirik kanan lagi chattingan sama honey bunny sweetynya sambil senyum-senyum, AC yang letaknya pas diatas kepala bikin suasana adem tapi juga menambah suasana melow seketika dan jadi berangan-angan; “andai aku punya pacar....” Belakangan saya mengerti, ternya saat saya sedang bermelow ria itu adalah saat dimana saya belum cukup dewasa untuk mengerti arti seorang pacar yang sesungguhnya. Pada saat itu saya berpikir bahwah memiliki pacar pada saat itu hanya untuk punya seseorang yang bisa  dipamerkan kepada teman dan sanak family.
 

Tuhan membawa saya bernostalgia ke jaman kuliah dulu, 12 tahun yang lalu dimana saya mengambil komitmen untuk tidak berhubungan dengan seorang pria selama masa kuliah; mendadak bestie jadi susah dicari karena sibuk kencan dengan pasangannya masing-masing, kalo masuk ke perpustakaan isinya penuh dengan mahasiswa-mahasiswi yang katanya sih belajar kelompok tapi sambilan numpang pacaran. Hahaha… Kata orang-orang yang lebih senior, sewaktu di kampus seharusnya kita 'sambilan' cari pasangan, karena setelah kita kerja ruang lingkup hidup sehari-hari kita jadi semakin kecil, makin sedikit orang yang akan kita temui apalagi yang kerjanya duduk dibelakang meja, yaaa kayak yang saya alami sekarang ini, tiap hari ketemunya loe lagi-loe lagi. And, here I am now, di dunia kerja yang ruang lingkupnya semakin sempit dibanding kuliah dan ketemunya kebanyakan mereka yang udah berkeluarga. Mulai mikir, ketemu jodohnya dimana kalo disini terus tiap hari?  Tetapi lagi-lagi saya percaya bahwa semuanya pasti indah pada waktunya, termaksud masala “si Jodoh,” Saya memilih untuk tetap tenang dan menjalnin kehidupan dan menikmatin tiap hari yang saya punya.
 

Lebaran berganti lebaran, natalan ganti natalan, imlekan ganti imlekan, kalender berganti dengan yang baru.. dan masih juga sang pria impian belom muncul. Wish tiap ulang tahun yang paling banyak ditulis di kartu ucapan adalah “semoga cepet kewong yaaaa”... Oh Tuhan, mungkin jodoh saya bukan di Indonesia kali ya? Mungkin jodoh saya bule? Tapi gimana caranya berjodoh sama bule, bahasa inggris aja belepotan. Teringat dengan sebuah wejangan dari senior saya, “hendaklah kamu menjadi pasangan yang seiman, seimbang dan sepadan”. Sebagai orang beriman tentunya tidak lupa untuk memasukan jodoh di dalam list doa supaya cepet sampainya ke hati saya dan mendoakan agar si jodoh baik-baik saja nun jauh disana, gak digoda-godain wanita-wanita single lainnya. Uhuyyy.. romantis ya? 
 

Hati kecil saya tetap merasa terintimidasi dengan sekeliling saya, keluarga, dan teman-teman yang banyak bertanya “kapan?” Lagi saya menyakinkan diri saya, Indah pada waktunya, gak usah terburu-buru dan focus pada keindahan hidup sebagai seorang single, be happy to have my “me time” before I am ready to share my time to my future spouse. 
 

Sesekali melupakan sejenak urusan percintaan ini bisa bikin kita lebih happy, membiarkan diri sendiri lebih enjoy menikmati hidup. Mencari pasangan biasanya memberikan motivasi untuk memperbaiki penampilan; makanya gak heran kalo wanita lagi jatuh cinta pasti penampilannya lebih menarik. Ikutan camping dan travelling untuk menambah pergaulan,ikut bazar yang bisa bikin ilmu kesabaran ngatasin pelanggan yang nawarnya gak kira-kira menjadi bertambah, ikutan temen-temen yang pacaran hangout walaupun lebih terkesan jadi “nyamuk” hahaha dan masih banyak kegiatan lain yang bisa kita alihkan supaya gak stress sama urusan jodoh ini. Mungkin berkumpul dengan teman-teman lama pun bisa dijadikan alternatif, kali aja nih udah ada yang berubah penampilan dari culun jadi handsome, dari cebol jadi tinggi kayak pemain atlet basket. Ngarep banget sih itu...Hihihi...
 

One thing yang harus diingat, jodoh memang diberikan Tuhan, tapi kita juga perlu usaha bukan hanya duduk termenung nungguin si dia datang, yang ada kucing tetangga yang datang samperin kita minta dielus-elus hiiyyy... Karena semangat kita mencari juga pasti menimbulkan belas kasihan dari orang-orang sekitar kita, sehingga bukan hanya saya yang berusaha, emak bapak abang kaka semua pada bantuin kenalin dan jodohin dengan teman-teman mereka yang notabene masih single juga dengan harapan kali aja nih kita berdua berjodoh. Make it positive thinking, bisa aja kan cara saya bertemu dengan pria nun jauh disana melalui ajang perjodohan ini.
 

Tiba-tiba kaget karena ada yang rangkul pundak saya, dan bilang “Ayo yang, kita udah sampe. Yuk siap-siap turun”. Ouch ouch ouch...He is my halfmate, pria yang dua tahun ini jadi bagian paling penting dari hidup saya. Orang yang saya doakan dari jaman kuliah 12 tahun yang lalu, orang yang memotivasi saya untuk bergaul lebih luas dan mengubah penampilan menjadi lebih menarik, orang yang membuat saya berpikir jangan-jangan jodoh saya bule dan ternyata emang dia kerja di luar negeri selama beberapa tahun. Kita bertemu dengan cara yang tidak saya duga, untungnya saya gak negative thinking dengan prosesnya, yapppp... dikenalin dan dijodohin itu yang membuat saya bertemu dengannya. Pria yang sesuai dengan kriteria yang selalu saya sebutkan dalam doa-doa saya. Yessss.. I found my superman.

 


Mulailah segala sesuatunya dengan doa, bumbuilah doamu dengan usaha untuk memperbaiki diri dan bergaul seluas mungkin, jadikanlah dirimu bermakna karena dimasa-masa itulah sebenarnya Tuhan sedang melihat kapasitasmu, kapan saat yang terbaik untuk Dia kirimkan seorang penolong bagimu; pasangan yang seiman, seimbang dan sepadan. -FT-


source picture:<a href="http://www.freepik.com/free-photo/young-couple-laughing-together_980444.htm">Designed by Freepik</a> 



Falentia

No Comments Yet.