Menghormati Orang Tua


Monday, 30 Nov -0001


FAM-2014_05a-Menghormati_Orang_Tua-img

Sumber: WikiMedia.com[/caption]

Kata Bill Gates, “A child who is allowed to be disrespectful to his parents will not have true respect from anyone.”

Setujukah urbanesse dengan kutipan Bill Gates di atas? Ya, saya setuju sekali. Seseorang yang tidak menghormati orang tuanya sendiri, akan tercermin dari sikapnya yang otomatis akan membuat orang tersebut juga tidak dihormati oleh orang lain. Tapi hubungan anak dengan orang tua memang memiliki dinamika masing-masing. Setiap orang punya cerita yang berbeda. Setiap orang memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Beruntunglah bagi yang berasal dari keluarga yang saya istilahkan dengan “the perfect family portrait”. Lalu bagaimana dengan yang tidak, apakah salah apabila hubungan dengan orang tua mereka mengalami up and down. Well, we can’t judge them.

Namun, sebagai anak, mau sedrama apa pun hubungan kita dengan orang tua, tetap lah kita harus menghargai mereka. Orang tua berhak mendapatkan rasa hormat dan kasih sayang kita. Sadarilah bahwa kedua orang tua kita merupakan mata rantai penting kehadiran kita di dunia ini. Orang tua adalah anugerah Tuhan yang tidak bisa kita pilih atau tentukan. Jadi bersyukurlah, karena apa yang diberikan oleh Tuhan itu lah yang terbaik untuk kita.

Memang benar, terkadang kita memiliki perbedaan dengan orang tua. Entah itu pola pikir, cara pandang, cara bersikap dan lain – lain. Perbedaan itu bisa membuat hubungan anak dan orang tua menjadi tegang. Saya tahu dalam kondisi seperti ini sangat tidak nyaman. Karena saya pun pernah mengalami yang saya sebut dengan “Malin Kundang season”. Oke memang tidak separah itu. Tapi ada kalanya ketika dikuasai ego, kita bersikap tidak sopan dengan orang tua. Padahal, jangankan bersikap buruk, berkata ‘ah’ saja sudah menunjukkan kalau kita tidak sopan terhadap orang tua.

Pada kondisi tersebut, posisi kita sebagai anak memang tetap harus menjaga perasaan mereka. Walaupun menurut kita pendapat kita benar. Ingatlah, orang tua hanyalah manusia yang terkadang juga bisa salah. Tetaplah menjaga tutur kata saat memberikan penjelasan. Saya tahu ini tidak mudah, tapi bisa. Dalam situasi seperti ini lah kesabaran yang sesungguhnya akan teruji.

Sikap kita untuk bersabar merupakan salah satu cara kita menghormati orang tua. Menahan diri untuk tidak mengeluarkan ucapan bernada tinggi, apalagi kata-kata kasar yang menyebabkan orang tua tersinggung bahkan sampai sakit hati. No, never. Apabila saya berada dalam puncak argumen, biasanya saya akan teringat dengan nasihat ini bahwa kemudahan kita dalam menjalani hidup tergantung pada bagaimana perlakuan terhadap orang tua kita. Dan nasihat ini obat mujarab yang membuat saya bersikap lebih tenang. Jujur, saya takut melukai perasaan orang tua dan membuat Sang Pencipta marah. Oleh karena itu setiap saya ingin melakukan sesuatu, saya meminta kerelaan dan doa mereka. Percayalah bahwa doa orang tua untuk anaknya adalah doa yang dikabulkan oleh Sang Pencipta.

Menghormati orang tua merupakan tindakan yang perlu dilakukan setiap anak, meskipun itu orang tua yang “jahat”. Seandainya ada orang tua yang tidak bertanggungjawab terhadap anaknya. Tetap saja seorang anak diharapkan tetap bersikap baik dan tidak membalas keburukkan orang tua tersebut. Pedih memang. Di sini lah kita belajar arti kesabaran dan keiklasan untuk memafkan. Dalam hal ini, memang hanya Sang Pencipta yang bisa membuat orang tua kita menjadi lebih baik lagi, disertai dengan sikap kita sebagai anak yang selalu baik.Berdoalah selalu kepada Tuhan untuk diberikan petunjuk agar orang tua kita menjadi jauh lebih baik.

Well urbanesse, menghormati orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi. Sampai kapan pun kita tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Dan bagaimana pun kondisi kedua orang tua kita, tetaplah mengasihi mereka tanpa pamrih, love our parents unconditionally.

 (Selvya Mulyani)

Pict di ambil dari http://samiraislam.wordpress.com/



Unknown

No Comments Yet.