Mengejar Perubahan Karakter yang Lebih Baik


Monday, 30 Nov -0001


Setiap kita lahir tidak dengan karakter khusus, tetapi karakter yang dimiliki sekarang, terbentuk dari masa lalu yang sudah kita lewati, termasuk masa kecil. Ada karakter buruk, ada karakter baik yang dimiliki. Seiring berjalannya waktu, kita semakin mengenal diri sendiri, dan mengetahui hal apa yang baik dan buruk dalam diri kita. Apakah karakter itu harus dirubah, ditingkatkan menjadi lebih baik atau dihilangkan. Tetapi tidak jarang juga orang yang tidak mengetahui dan mengerti bahwa karakter butuh perubahan dan bisa berubah. Salah satunya pribadi saya yang dulu.

Karena dibesarkan dengan kondisi keluarga dengan masalah yang cukup berat sejak kecil, banyak mengalami kejadian pahit dan trauma, membuat saya tumbuh dengan menghasilkan banyak karakter yang kurang baik. Cepat emosi atau tidak sabar, karena saya tidak bisa mengendalikan emosi dalam diri saya. Moody, karena susah untuk menerima keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Unsocial, takut untuk bertemu dengan orang baru, karena ada trauma masa lalu dan sehingga membuat saya  kurang ramah terhadap orang yang baru saya kenal.

Dengan karakter-karakter yang saya miliki tersebut, saya merasa tidak ada yang bisa diubah. Walaupun pernah ada yang memberi masukan untuk berubah, saya tidak mengerti bagaimana perubahan itu bisa terjadi. But thanks to God, finally saya bisa mengerti dan melewati proses perubahan, sehingga banyak karakter saya sudah berubah jauh.

Yang biasanya saya akan cepat marah, serta mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar kepada seseorang jika melakukan hal yang tidak semestinya, jadi bisa mengerti, menahan diri untuk tidak marah, mengerti situasi. Yang dulu saya paling malas untuk memulai dahulu melakukan kebaikan kepada orang lain, menunggu orang lain dahulu yang melakukan buat saya, baru saya akan bisa melakukan sesuatu buat orang lain. Tapi saya jadi mau belajar untuk memulai dahulu berbuat sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan apa-apa.

Hambatan atau tantangan yang saya alami sewaktu proses untuk menghasilkan perubahan :

  • Merasa karakter itu tidak bisa berubah, karena sudah bawaan lahir. Tetapi ternyata bisa dirubah, karena manusia bukan makhluk statis.
  • Tidak siap menerima masukan dari orang lain. Ada kesombongan dalam diri saya yang terselubung, jika saya dikoreksi oleh orang lain, berarti saya kurang baik. Sebenarnya yang bisa menolong kita untuk berintropeksi diri adalah masukan dari sesama. Mereka ditempatkan di sekeliling kita, untuk menolong kita juga menjadi manusia yang lebih baik.
  • Malas, karena sudah nyaman atau tidak mau melalui proses perubahan.
  • Menunggu perubahan dari orang lain terlebih dahulu. Ketika saya berubah, hal itu berpengaruh ke perubahan di sekeliling saya. Salah satunya orang yang selama ini saya harapkan berubah.

Apa yang membuat saya bisa berubah? Perubahan pola pikir saya yang salah tentang perubahan, belajar membuka diri, belajar dari pengalaman orang lain dan tentunya ada kesadaran dari diri saya yang mau berubah.

Memang tidak ada manusia yang memiliki karakter sempurna, yang ada kita mau terus belajar untuk terus berubah menjadi  lebih baik.



Unknown

No Comments Yet.