Let the Beauties in You Shine Through


Monday, 30 Nov -0001


Apakah dia cantik? Cantiknya bagaimana? Pertanyaan ini sering sekali didengar, terutama saat seseorang menceritakan seorang lainnya, apakah itu teman, saudara, kecengan (bila para pria yang berbicara), ataupun sekedar seseorang yang baru kenal. Pertanyaan tersebut bukan hanya ditujukan dan dijawab oleh para pria tetapi juga para wanita. Yes, women do pay attention and acknowledge other women’s beauty. Bukan hanya para pria yang senang menghabiskan waktu dengan wanita “cantik,” para wanita pun attracted to spend more time dengan wanita-wanita cantik, baik itu keluarga (ibu, kakak, adik, sepupu, nenek, tante) maupun teman-teman. Wanita pun seringkali mengagumi wanita cantik lainnya, dan menjadikan wanita cantik tersebut seorang role model dalam perjalanan hidupnya. Karenanya, penting sekali bagi kita sekalian untuk mengelilingi diri kita dengan wanita-wanita cantik dalam hidup kita agar kita dapat bertumbuh dan berkembang menjadi wanita cantik juga. Tidak kalah pentingnya, kita pun harus terus berkembang menjadi wanita cantik juga, agar wanita-wanita lain di sekeliling kita dapat menjadikan kita sebagai panutan dan mereka pun dapat berkembang menjadi wanita cantik.

Lalu, biasanya bagaimana pertanyaan diatas itu dijawab? Ada yang menjawab dari perspektif paras, bentuk tubuh, keadaan fisik, namun paling sering didengar jawabannya adalah inner beauty dan hal-hal yang terkait dengan inner beauty tersebut, seperti kepribadian yang menarik, kepandaian, karakter yang kuat, dan sebagainya. Istilah wanita cantik yang dibicarakan di atas merujuk lebih kepada inner beauty, bukan pada paras atau keadaan fisik. Inner beauty ini yang lebih penting dan menentukan kecantikan seorang wanita, dan hal inilah yang memberikan daya tarik utama pada seseorang, atau sebaliknya, menyebabkan seseorang itu tidak disenangi atau dianggap……..maaf………….“jelek.”

First and foremost, kecantikan seorang wanita itu pertama-tama akan bergantung pada pandangan, prinsip, sikap, dan attitude-nya terhadap dan atas dirinya sendiri. Hal inilah yang paling penting, dan yang sangat menentukan kecantikan seseorang. Jadi sikap yang bagaimana terhadap dirinya yang membuat seseorang itu cantik? Seorang wanita yang memiliki kedamaian (peace), sukacita (joy), dan kasih (love) dan yang memancarkan hal-hal tersebut dari dalam dirinya sungguh terlihat cantik, tidak peduli apakah secara fisik seseorang tersebut luar biasa, sedang-sedang, ataupun kurang.

Ketiga hal di atas datangnya biasanya berurutan, yang satu bergantung pada yang lain. Kedamaian atau peace di dalam hati seseorang datang dari rasa percaya diri dan kenyamanan atas dirinya, hidupnya, dan apa yang dimilikinya dalam hidupnya (atau self-security). Hasil dari rasa peace dalam hidupnya ini akan terlihat dari bagaimana dia selalu merasa bersyukur dan bersukacita atau be joyful atas segala sesuatu dalam hidupnya. Kita akan bisa melihat secara jelas bila seorang wanita memiliki peace dan joy di dalam dirinya karena akan terpancar jelas di wajahnya dan dari perkataannya, serta dari bagaimana dia bereaksi atas sebuah situasi atau kondisi. Mereka-mereka yang memiliki peace and joy yang dapat kita artikan juga sebagai memiliki kasih terhadap dirinya, yang kemudian dapat memberikan dan memancarkan kasih dari dalam dirinya. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mengasihi dirinya dapat mengasihi orang lain? Atau, bagaimana bisa seseorang yang tidak merasa menerima kasih dalam hidupnya, dapat membagi atau menunjukkan kasih kepada orang lain?

Apakah Urbanesse sudah terbayang orang-orang tertentu dalam hidup Urbanesse yang memiliki hal-hal di atas? Pernah bertemu dengan seorang wanita yang secara fisik biasa-biasa saja, namun selalu tersenyum bahagia, memiliki sikap positif, perkataan yang positif dan tulus (sincere), yang tidak hanya merawat dirinya dengan baik, tetapi juga merawat dan memperhatikan welfare keluarga dan teman-temannya dengan baik, baik dari sisi fisik maupun emosional? Bagaimana dengan seorang wanita berparas cantik layaknya Miss World, namun dalam keseharian seringnya bersungut-sungut dan menggerutu, menanggapi segala sesuatu dari sisi negatifnya dan selalu bicara negatif mengenai semua orang maupun situasi, dan yang keluar dari mulutnya adalah perkataan-perkataan yang tidak baik.

Kecantikan yang berasal dari dalam diri tersebut akan terpancar juga dalam tindak-tanduk kita dalam keberadaan kita di masyarakat dan terhadap sesama, yaitu keluarga, teman-teman kita, serta semua kenalan kita. Keluarga dan teman-teman kita pun akan dapat melihat bagaimana kita memiliki penguasaan diri (self-control) dalam segala sesuatunya.  Seseorang yang memiliki kedamaian, sukacita dan kasih dalam dirinya akan dapat memiliki dan mempraktekkan self-control dalam kesehariannya. Seseorang tersebut mengerti agar tidak melakukan segala sesuatunya secara berlebihan. Kenapa? Pertama, dia merasa cukup dengan apa yang dia miliki sehingga tidak merasa perlu menunjukkan sikap-sikap yang bersifat overcompensate. Dia merasa cukup bahagia apa adanya. Kedua, dia mengerti bahwa melakukan sesuatu secara berlebihan biasanya berakibat tidak baik pada orang-orang lain (atau dengan kata lain at the expense of others). Karena dia mengasihi orang-orang lain dalam hidupnya, dia akan aware atas tindak-tanduknya agar tidak mencelakai atau berpengaruh buruk pada orang-orang tersebut.

Pernah bertemu wanita-wanita yang bersikap tenang tetapi firm, sensitif atas kebutuhan sesamanya, memiliki kemampuan dan keinginan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya, dan bukan sekedar marah-marah saja bila sesuatu tidak terjadi sesuai keinginan atau rencananya. Wanita tersebut memiliki sikap yang lemah lembut dan sabar. Dia dapat menguasai diri dan sikapnya dalam situasi apapun, dan tidak membiarkan emosinya meledak-ledak tidak terkontrol yang dapat berakibat tidak baik bagi dirinya dan bagi orang lain yang terkait dengan masalah tersebut. Bukankah seseorang yang seperti itu akan terlihat jauh lebih anggun dan indah dengan sendirinya dibandingkan dengan wanita yang mudah marah dan menyelesaikan segala masalah dengan marah-marah tanpa ujung yang jelas apalagi penyelesaian masalah, yang kasar dan tidak sensitif dalam perkataan maupun sikapnya? Bagaimana dengan wanita-wanita konsumtif yang meskipun dari luar terlihat santai saat berbelanja secara berlebihan atau saat berpenampilan, namun ternyata memiliki hutang bertumpuk? Apakah iya wanita yang berpenampilan secukupnya tidak bisa tampil menarik dan cantik? Lebih cantik mana, wanita yang berpenampilan secukupnya namun tetap menarik dan memiliki money management yang baik, atau wanita yang berpenampilan luar biasa menarik tetapi sebetulnya mengalami kebangkrutan pribadi dan tidak tahu bagaimana menghidupi dirinya besok dan seterusnya.

Generosity juga merupakan salah satu karakter yang membuat seseorang sangat cantik. Karakter ini merupakan salah satu bentuk membagi kasih kepada sesama. Pernahkan Urbanesse bertemu orang yang pelit terhadap teman-temannya dan bahkan terhadap keluarga dan dirinya sendiri, selalu perhitungan secara berlebihan, dan hanya memikirkan dirinya sendiri saja, baik dari sisi emosional, waktu, maupun materi? Menurut Urbanesse, cantikkah orang tersebut? Sementara, wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dikenal memiliki naluri untuk nurture, yaitu senangnya mengurus orang lain, baik itu suami, anak, keluarga, maupun teman-temannya, yang nalurinya adalah membimbing dan merawat. Sehingga, seringnya, wanita yang tidak menunjukkan karakteristik yang bersifat nurturing dianggap janggal atau tidak lazim, apalagi cantik.

Bagaimana dengan wanita yang walaupun nampak sibuk, tetapi selalu meluangkan waktu dan pikirannya terhadap keluarganya (ayah, ibu, saudara, suami, anak), dan bahkan masih ada waktu dan keinginan untuk mengulurkan tangannya terhadap orang-orang lain diluar keluarga dan teman dekatnya, bahkan terkadang orang-orang yang tidak dikenalnya. Wanita tersebut baik hati dan selalu siap untuk mendengarkan dan membantu. Kebaikan dan bantuan tersebut tidak bisa diukur dari materi yang diberikan, yang terkadang mungkin kuantitasnya tergantung kemampuan tiap orang, tetapi lebih dilihat dari kualitas perbuatannya serta ketulusan hatinya dalam melakukan segala sesuatu.

Kebaikan dan bantuan dapat datang dalam berbagai macam bentuk tergantung dari orang yang membutuhkan. Terkadang, mungkin seseorang tidak membutuhkan uang untuk makan mewah tetapi teman makan, atau seseorang mungkin bukan membutuhkan nasihat tetapi hanya waktu dan telinga yang mendengarkan. Nah, inilah yang dapat disebut generous atau murah hati, yaitu pemberian dengan hati tulus yang sesuai dengan kebutuhan orang yang diberi. Urbanesse akan lebih memilih menghabiskan waktu dengan yang mana, wanita yang pertama atau yang kedua?

Ada lagi karakter penting yang memperlihatkan cantik tidaknya seseorang, yaitu loyalty atau kesetiaan. Ini adalah kesediaan orang tersebut untuk stand up for the people she loves, stand up for what is right, dan tidak meninggalkan keluarga dan teman-temannya baik dalam keadaan susah maupun senang. Yes, bahkan dalam keadaan senang pun baiknya kita tidak meninggalkan orang-orang yang kita cintai. Kita semua sudah tahu bahwa seseorang yang hanya ada ketika keadaan sedang baik tapi pergi saat susah adalah orang yang tidak memiliki karakter baik. Tapi sebaliknya, orang yang hanya ada saat susah dan meninggalkan saat senang juga tidak sepenuhnya dapat dikatakan setia. Keluarga dan teman-teman kita tidak hanya memerlukan orang-orang tercintanya untuk menolongnya menghadapi kesulitan hidup, tetapi juga untuk turut bergembira bersama dan bergembira untuknya saat keadaan sedang baik.

Banyak yang mengira apabila kita ada untuk keluarga dan teman-teman kita dalam keadaan susah saja itu sudah cukup menunjukkan kesetiaan dan kebaikan hati. In my personal opinion, this is incorrect! Sama saja dengan janji nikah, dimana kita berjanji untuk mencintai dalam waktu senang dan susah, maka sebagai keluarga dan teman, kita perlu untuk ada bagi mereka tidak hanya saat susah, tetapi senang juga. That’s loyalty! Apakah Urbanesse pernah mengalami memiliki banyak keluarga dan teman pada saat susah, namun, dengan alasan apapun itu, orang-orang tercinta tersebut pergi saat keadaan sedang baik, sehingga Urbanesse merayakannya sendirian, sehingga sama sekali tidak merasa seperti merayakan?

Wanita yang memiliki kesetiaan dan loyalitas tinggi adalah wanita yang dapat diandalkan, baik sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang puteri, seorang saudara, seorang teman, seorang karyawan, seorang atasan, seorang anggota perlu kumpulan, apapun perannya, people could rely on her and that is beautiful.

Banyak lagi karakter-karakter yang membuat seorang wanita itu cantik, beautiful. Teorinya tidak perlu dibahas tuntas, tapi saya yakin, Urbanesse akan dapat langsung mengenali seorang wanita yang cantik dari dalam, karena akan terlihat dari kecantikan luarnya juga. Warna mukanya berbeda, sifat, sikap dan attitude-nya juga sangat berbeda. Dan yang paling menonjol adalah, orang-orang senang menghabiskan waktu bersama dengan wanita tersebut, dan mereka merasa bahagia dan tercukupi saat berada di dekatnya.

Saya tutup dengan contoh seorang wanita cantik yang saya kenal dalam hidup saya. Dia adalah seorang istri dengan 3 anak. Dia bekerja di luar rumah, dan memiliki karir yang sangat sukses, sehingga jelas memiliki banyak kewajiban dan tuntutan dari tempat kerjanya. Namun, tidak pernah terlihat urusan dalam rumah tangganya berantakan. Semuanya terurus relatif baik. Suaminya bahagia, dan kebutuhan esensial anak-anaknya pun terpenuhi. No maids, mind you. Tidak hanya dia mengurus suami dan ketiga anaknya dalam rumah tangganya, dia juga mengurus orang tuanya, dan bahkan keponakan-keponakannya bagai anaknya sendiri serta anak-anak teman-temannya. Hidupnya bukan tidak ada masalah, tetapi dengannya, hidup terlihat smooth dan tidak pernah ada masalah besar. Perkataannya positif, dan sikapnya positif terhadap segala sesuatu dalam hidup. Suami dan salah satu anaknya pernah sakit keras dalam waktu yang hampir bersamaan. Penyakit-penyakitnyapun adalah yang berisiko besar terhadap kehilangan nyawa, dan keduanya memerlukan perawatan intensif. Dia tidak pernah sekalipun menyerah dan menelantarkan keluarganya ini. Tidak sekalipun dia lalai untuk mengurus keduanya, di tengah-tengah banyaknya urusan lain yang tetap ditanganinya. Bahkan dia masih sempat dan tidak lalai untuk mengingat dan memperhatikan orang-orang lain dalam hidupnya, di luar keluarganya. Secara tampak luar, walaupun memang berparas cantik, namun dia adalah wanita yang berpenampilah biasa-biasa saja, jarang menggunakan make-up dan aksesoris berlebih ataupun menggunakan barang-barang yang wah. Namun jelas terlihat dia merawat baik dirinya, kesehatannya, welfare keluarganya, bukan hanya keluarga yang inti saja tetapi juga yang extended, bahkan memiliki waktu untuk keluarga teman-temannya, sambil tetap aktif pelayanan di gereja. Sehingga, di mata orang-orang yang mengenalnya, dia adalah wanita yang cantik luar biasa. She may not be Mother Teresa, but she’s done quite very well and beautifully in her life.  Hal ini sangat berarti bukan hanya terhadap hidupnya sendiri tetapi juga terhadap hidup orang-orang lain di sekitarnya karena dia membawa berkat bagi orang-orang tersebut.

Itulah pentingnya karakter-karakter baik untuk kita miliki sebagai seorang wanita. Hal-hal yang kita bahas di atas tentunya tidak mudah dan tidak datang dengan sendirinya. Namun dengan awareness dan perspektif yang benar, kita bisa mengerti apa yang penting, dan kita bisa memulai untuk mengusahakan diri kita ke arah yang lebih baik. Karena it matters what changes and impacts we bring to other people’s live, good ones or bad ones.

This year and years after, let our beauty shines through in our lives and in the lives of others. Cheers to a happy, joyful, and peaceful year ahead!



Unknown

No Comments Yet.