Lembutnya Kasih


Monday, 30 Nov -0001


Aku bukan seseorang yang telah jatuh ke dalam lubang yang dalam, lalu mendaki dan melewati semua kesusahan, dan akhirnya menceritakan kisah kemenangan.  Hidupku simple saja, aku juga tidak mau harus jatuh ke dalam lubang gelap, menangis pedih, dan memiliki masa lalu yang suram.  Aku percaya dengan mempelajari kehidupan orang lain, aku dapat memiliki kebijakan untuk melompati lubang dan tidak terperosot di dalam, hingga hidupku tidak penuh dengan kesusahan yang bisa dihindari.  Aku percaya bahwa semua wanita bisa mempelajarinya agar hidupnya tidak banyak kerecokan yang tidak diperlukan.  Begitu pula dengan hubungan intim dan kehidupan pernikahan, aku mempersiapi diriku sebanyak mungkin supaya banyak hal-hal yang bisa kutangani dan kucegah.  Maka aku menulis dan membagi bukan dari sisi jatuh dan berdiri, melainkan berdiri dan terus berjalan.  Aku menulis untuk membagi formula yang telah kupelajari dan lewati.  Mungkin akan ada saat dimana aku akan jatuh juga, tetapi paling tidak aku tidak mengabaikan lubang dan jadi sering jatuh dan terluka.?


Begitu pula dengan satu hal ini yang kupelajari tentang kelembutan seorang wanita dalam percintaan.  Aku telah mempelajari pentingnya peran seorang wanita yang penuh dengan kelembutan. Kelembutan berbeda dengan kelemahan, karena kelembutan adalah suatu kekuatan di mana kita melelehkan semua kekerasan dan ego sang pria.  Yang telah kupelajari, dasar dari segala keharmonisan dan solusi dari pertengkaran adalah hormat dan kasih.?


Respect
. Kalau kita bisa menghormati semua orang disekitar kita – tidak bicara tentang menghormati karena mereka telah melakukan sesuatu yang baik atau hebat, tetapi menghormati kehadiran dan keberadaan mereka di dunia ini – maka kebanyakan semua perselisihan juga sudah musnah.  Misalnya, aku menghormati kepemilikanmu, maka aku tidak mengambilnya; aku menghormati suamimu, maka aku tidak melecehkannya; aku menghormati opinimu, maka aku tidak merendahkanmu; aku menghormati pilihanmu, maka aku tidak memaksakan kehendakku.  Jadi fondasi dari kelembutan adalah apakah kita bisa dengan tulus hati menghormati sang pria.  Saat dia berbuat salah, kita mengerti bahwa dia tidak bodoh, dan menghormati bahwa dia telah memilih yang terbaik dalam saat itu, walaupuan mungkin tidak berakhir begitu baik.?


Kasih
. Kalau kita dengan tulus hati mengasihi seseorang, tentu akan memikirkan yang terbaik untuknya, dan bila ada masalah pun, akan dibilangi dengan cara yang manis.  Bukan karena mulut kita manis, tapi karena hati kita manis, maka yang keluar juga manis pula.  Kebanyakan orang karena hatinya pahit dan sedih, maka yang keluar dari mulutnya pun penuh dengan hal-hal yang menyakitkan.  Kalau menghormati adalah mengakui keberadaan dan kehadiran orang di dunia ini, maka mengasihi adalah menghargai  dan menyayangi keberadaan dan kehadiran itu.  Maka kita akan melindungi orang yang kita kasihi dengan cara yang terbaik sehingga orang itu dapat berkembang dan menjadi lebih baik.?


Suamiku banyak melakukan kesalahan (begitu pula dengan diriku), mungkin tanpa sepengatahuannya.  Misalnya minggu lalu kami baru dari Bali, dan dia mengajakku pergi melihat air terjun.  Maksudnya baik, karena dia tahu kalau aku lebih menghargai kita berdua melakukan sesuatu yang menambahkan pengalaman kita berdua, daripada pergi shopping misalnya, walaupun suamiku orangnya tidak begitu suka bertualang.  Tetapi dia tidak tahu bahwa aku tidak boleh berjalan banyak sehabisnya operasi (padahal aku pikir semua orang sudah pasti mengerti kalau setelah operasi harus istirahat), dan aku juga tidak tahu bahwa harus naik turun tangga banyak untuk sampai ke lokasi.  Saat kita sampai dan aku terlalu letih, aku bisa (1) bete dan marah-marah terhadap dia karena kurang perhatian/memikirkan situasiku, atau (2) enjoy aja, toh sudah sampai – nanti baru ceritakan kepada suami bahwa naik turun tangga sebanyak begini bukanlah hal yang baik.  Menurutmu, mana cara yang lebih baik terhadap sang suami?  Setelah kulakukan nomor (2), aku tambahkan dengan “thank you” karena aku juga memang tersentuh karena dia sudah bermaksud baik.  Ujung-ujungnya?  Langsung hatinya meleleh dan aku dirangkul dan dibantu jalan sampai naik mobil lagi.?


Kelembutan bisa dipelajari, orang tidak dilahirkan lembut atau keras.  Menurutku, walaupun hidup kita penuh dengan situasi yang kelam dan kita dipaksa untuk menjadi orang yang keras, kita tetap bisa belajar untuk mempunyai hati yang lembut.  Kelembutan dan kekuatan tidak harus bertolak belakang.  Kita bisa lembut tapi tegas, karena kita tahu kelembutan ini adalah sumber kekuatan hati kita.
 

 

 



Cianna

No Comments Yet.