Laki-laki Itu Maunya Apa seh?


Monday, 30 Nov -0001


Hai urbanesse, kali ini saya akan memberikan hasil obrolan ringan yang seru dengan seorang teman saya, Raka. Raka adalah seorang pria berusia 28 tahun dan berprofesi sebagai banker. Meskipun dalam pekerjaannya dikelilingi oleh wanita – wanita cantik. You know what I mean. It’s bank! But, he still single. Itulah kenapa saya curious, ingin tahu apa sih sebenarnya yang pria cari dalam sebuah hubungan dan wanita apa yang mereka inginkan?

So urbanesse, enjoy our random conversation.

Saya : hai Raka apa kabar?

Raka : hai, so far so good

Saya  : Well, sudah siap buat sharing?

Raka : ready


S
aya : Ada yang bilang bahwa pria itu makhluk dari mars, dan jujur kami terkadang para wanita sedikit kebingungan memahaminya. Sebenarnya pria itu maunya apa sih?

Raka : haha, apakah kami terlihat seperti E.T? oke sebenarnya pria itu makhluk yang simple dan logis. Dan sebenarnya pria tidak secerdik wanita untuk menyembunyikan perasaannya. Ketika kami menyukai seseorang kami akan memperlihatkannya dan kamu tahu bagaimana caranya memenangkan hati kami? Beri makan ego kami. Ya pria itu butuh penghargaan, dukungan, rasa hormat dan terkadang kami butuh “space” untuk diri kami sendiri. Kami ingin diakui sebagai pria. Buat kami merasa manly dan kami akan memperlakukan kalian seperti putri.


S
aya : terdengar gombal, tapi oke nice. Buat pria merasa manly. Lalu bagaimana perspective pria dalam menjalin suatu hubungan?

Raka : Sebenarnya itu tergantung individu ya. Untuk saya pribadi sebuah hubungan bukan hanya romansa ala film drama komedi. Maksudnya, umm…dalam hubungan tentu akan melibatkan wanita dan pria yang bukan hanya sekedar jatuh cinta, tapi juga bisa menjadi patner in crime. Sebuah kebersamaan yang saling membangun, sekaligus memberikan rasa aman secara emosional. Kepercayaan. Tanpa saya harus diboombardir dengan chatting “sudah makan belum, lagi dimana dan bla bla” saya tidak suka itu. Berikan kami kepercayaan dan kami akan berkomitmen untuk mempertahankannya.


S
aya : wow, berarti kamu tidak suka dengan “perhatian” wanita seperti itu? That’s a woman dude. Oke selain itu apa saja sikap wanita yang membuatmu merasa terganggu?

Raka : hahah, bukan ga suka, hanya saja jangan over, gitu. Selain itu, apa lagi ya? Hmm, saya tidak suka dengan wanita yang needy, kesannya desperate banget dan seperti tidak punya kehidupan lain selain masalah asmara. Apalagi kalau sudah drama queen wannabe dan diumbar di media sosial. Ini benar – benar membuat saya ilfil. Karena jujur saya tidak suka hal – hal yang sifatnya privacy dijadikan konsumsi public. So cheap. Tapi saya juga tidak suka dengan perempuan yang play get hard to get. Sok jual mahal. Mungkin awalnya merasa tertantang. Tapi lama – lama akan mundur teratur. Karena saya tidak mau membuang waktu saya hanya untuk “permainan” seperti itu. Ada yang lebih penting dan layak untuk saya jadikan prioritas.


S
aya : Jadi itu alasannya kamu masih single?

Raka : hahahah, is it personal question?


S
aya : Ayolah jawab saja

Raka : Bisa jadi, bisa iya bisa tidak. Maksud saya setiap pria pasti punya visi dan tujuan dalam hidupnya. Dan pria sangat suka untuk memegang kendali. Nah apabila itu diluar kekuasaan dan melenceng dari visi kami. Kami akan memilih untuk melakukan apa yang bisa kami kontrol.


S
aya : hmmm… oke, kembali ke topik, lalu bagaimana sikap pria ketika berhadapan dengan hal – hal yang ganggu seperti itu?

Raka : tergantung level seberapa parahnya sih. Kalau masih batas wajar, saya masih masih bisa toleransi.  Ya karena manusia tidak ada yang sempurnakan. Biasanya saya akan mengajak diskusi ketika timingnya pas.  Sebatas klarifikasi saja, bahwa sikapnya membuat saya merasa tidak nyaman. Tapi kalau sudah di atas normal, biasanya saya akan menjaga jarak. Itulah kenapa terkadang  pria tiba – tiba “menghilang”. Kami membutuhkan ruangan untuk bernafas.


S
aya : lalu bagaimana menurut pendapat kamu dengan wanita yang mengajak menikah pasangannya padahal hubungan yang sedang dijalani belum berlangsung lama?

Raka :   oh wow, pada dasarnya pria itu memiliki naluri provide and protect. Wanita tidak perlu berusaha keras untuk mendapatkan cinta, karena memang pria yang dengan sukarela akan mengejar kalian. Sebenarnya tidak masalah, hanya saja tergantung si prianya. Karena kesiapan pria dan wanita itu berbeda dan saya paham mayoritas perempuan, apalagi perempuan Indonesia tipikal yang butuh kepastian. Oke ada  satu hal yang wanita tahu. Seperti yang katakan, pria itu memiliki rencana hidup.

Blueprint-lah dan ini yang akan mempengaruhi kami dalam hal karir, pencapaian hidup bahkan juga pernikahan. Jadi ketika ada wanita hadir yang tidak sesuai dengan timing blueprint kami. Maka kemungkinan besar jawaban yang diterima adalah “aku belum siap” walaupun kami sudah merasa nyaman dengan wanita tersebut. dan semakin si wanita merengek maka pria akan semakin kabur.

Jadi menurut saya sebelum wanita menanyakan tentang pernikahan, pastikan dahulu kalian tahu apa blueprint dari pria tersebut dan atur strategi yang membuat dia merasa bahwa menikah denganmu adalah blue printnya sekarang. Sehingga  kalian bukan lagi wanita yang tepat di waktu yang salah. Tapi wanita yang tepat diwaktu yang tepat juga.


S
aya : oh gitu, baru tahu, oke the last question, tolong dong beri advice bagaimana caranya agar kami bisa memahami pria lebih baik lagi?

Raka : oke, ummh message saya adalah sebelum kalian berusaha memahami pria, lebih baik kalian memahami diri kalian sendiri sebagai wanita. Maaf, tidak bermaksud kasar. Maksud saya, jadilah seorang perempuan, ini tentang feminitas.

Saya tidak berbicara tentang tampilan luar. Not about the dress. Tapi sikap. Kami suka dengan wanita yang mandiri. Tapi kami lebih tertarik lagi dengan wanita mandiri yang tetap mengijinkan kami membantunya. Karena bagaimana pun itu sudah menjadi naluri pria untuk menjadi seorang pahlawan. Kami senang berbicara dengan wanita cerdas, tapi akan memberikan perhatian lebih dengan wanita cerdas yang memberikan kesempatan kepada kami untuk menunjukan keahlian. Pria itu suka dikagumi. Bagaimanapun pria selalu ingin menjadi pemimpin dan pelindung. Jadilah proaktif dan biarkan kami yang mengejar kalian. Apabila kalian sudah proaktif dan dia tidak ada respon atau effort. I think he’s not into you. Jelas.


S
aya : oke pencerahan sekali. Terimakasih Raka buat sharingnya

Raka : Ya, sama – sama, I hope every woman have happy love life

 

Well urbanesse, itulah obrolan kami tentang “understanding men”. Banyak hal yang membuat saya terkejut. Ada beberapa hal yang saya pelajari selain pria makhluk yang logis dan simple. Ternyata mereka juga memiliki sisi “emosional” seperti ingin dikagumi, dianggap manly, dihormati dan lain – lain. Cara mereka menunjukannya dengan cara melindungi dan menjaga kita. So sweet.

Artikel kali ini saya tutup dengan kutipan dari Tucker Max “Ladies, let me give you some advice. You can throw all your stupid fucking chick-lit, self-help, why-doesn't-he-love-me books out, because this is all you need to know: Men will treat you the way you let them. There is no such thing as "deserving" respect; you get what you demand from people.. if you demand respect, he will either respect you or he won't associate with you. It really is that simple.”

 

 



Selvya Mulyani

Kelahiran 9 maret 1987 di Kalimantan Selatan. Bekerja sebagai analis laboratorium Kimia Fisika Gas di BBTKLPP Banjarbaru. Penggemar buku Dan Brown, Dewi Lestari, JK Rowling, dan novel serial Trio Detektif. On process, being better person, healthy, happy, lucky, peace and blessed. Remember the path, keep the faith, walk on track.

No Comments Yet.