Ketulusan dilihat dari Pandangan Pria


Monday, 30 Nov -0001


Apa sih pandangan pria mengenai ketulusan? Berikut wawancara Urban Women dengan salah satu 

 

narasumber kita, Harris, yang bekerja di perhotelan. Simak pendapatnya mengenai ketulusan dalam bekerja dan hubungan.

 

1. Menurut kamu, apa artinya "tulus"?

 

Tulus itu adalah sikap hati. Hati yang memutuskan untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh tanpa hidden agenda yang negatif. Tulus itu goal oriented. Misal dalam kerjaan, dikasih responsibility apa, dia benar-benar lakukan itu dengan tujuan project berhasil.

 

2. Jadi menurut kamu, “tidak tulus" itu artinya punya hidden agenda?

 

Belum tentu. Tergantung hidden agenda nya apa. Kalau itu positif, misalkan bener-bener mau menolong orang jadi lebih baik, it’s good. Tapi, kalau hidden agendanya untuk memenuhi kepentingan/kesenangan pribadi, itu yang namanya tidak tulus.

 

3. Harris gini, apakah ketulusan itu masih penting dalam karir dan hubungan? Mengapa?

 

Yang saya pelajari selama ini sih penting. Contoh, dalam bekerja. Kriteria pertama Harris dalam memilih calon pekerja attitude dulu, skill kemudian. Secara tidak langsung, tulus bisa terpancar dalam attitude nya. Ketulusan juga salah satu point yang menentukan kualitas dan konsistensi performance kita, yang bisa bikin perusahaan jadi lebih baik dan di saat yang bersamaan kita juga berkembang dan dapat knowledge baru. Dalam hubungan, apalagi. Penting banget. Hubungan kan lebih deepkalo pekerjaan kan contract based. Tulus itu salah satu fondasi penting untuk hubungan yang sukses dan langgeng, karena membuat kita bisa konsisten adapt dengan karakter dan gaya pasangan, mau menyenangkan pasangan, dan ngga egois.

 

4. Pada saat memulai hubungan dengan pacar yang sekarang, apakah ketulusan masuk 

 

kriteria? Mengapa?

Jujur waktu awalnya ngejar Renny, pacar saya, saya ngga mikir dia tulus apa enggak. Waktu itu saya masih 19 tahun, mikir gak sedalam itu. Pokoknya cari yang seagama, cinta Tuhan, bersemangat dan berkarakter baik. Tapi seiring waktu ketika menjalin hubungan, saya bisa merasakan ketulusannya. 

Tulus itu nggak tangible, tapi terasa oleh hati, karena seperti yg saya bilang di awal, tulus itu sikap hati. Kalau saya pikir-pikir lagi, mungkin awalnya saya tertarik dengan ketulusannya, tapi nggak sadar. Dan tulus itu bantu banget dalam hubungan kita selama 4 tahun ini.

 

5. Bagaimana pendapatmu tentang wanita yang tidak tulus dalam konteks hubungan?

 

Saya sih ilfeel. Tapi tergantung value pria nya juga. Dan saya lihat di banyak kejadian, values yang sama menarik values yang sama. Ya mungkin sama-sama punya hidden agenda. Misal yang  penting pria nya cuma kasih duit karena wanita nya hanya butuh security. Menurut saya pribadi, hubungan sebaiknya dibangun based on trust. Dari trust muncul ketulusan.

 

6. Apakah orang yang tulus pada awalnya bisa berubah menjadi tidak tulus? Kalau iya, kira2 

 

apa penyebabnya menurut kamu?

Bisa, waktu terjadi broken trust. Jadi mikir, selama ini saya tulus, ternyata dibohongin. Dari situlah kalau lakuin apa-apa mulai mikir dan mulai perhitungan. Sebaiknya kedua belah pihak sama-sama maintain trust. Bukannya blaming. Beda sama orang yang memang ada tujuan tertentu dari awalnya. Makanya musti cerdik dan bijak.

 

7. Ada tips untuk mempraktekkan ketulusan tanpa merugikan diri sendiri/dimanipulasi orang?

 

Just do it. Do the right thing based on our values, and don’t forget to be alert and set the standards. 

Jujur kita ngga mungkin langsung tau pihak sana tulus atau ngga, seiring waktu baru keliatan. Tapi itu juga keliatan ketika kita melakukan hal yang benar. Dan in the end, kalau ternyata kita dirugikan, selama kita melakukan hal yang benar, ya sudah. Tinggal gimana respon bijak kita dalam menyikapinya. Karena kalau dikit-dikit takut berbuat tulus karenatakut dimanipulasi, lama-lama kita juga ngga move on. Kalau dalam hubungan, sering tukar pikiran sama pasangan, ask questions. Dari situ keliatan, orang itu serius nggak, visinya sama nggak. Dan jujur buat saya ini jauh lebih susah daripada pekerjaan karena sifatnya personal. 

 

Jadi, Urbanesse, tulus itu ngga ada ruginya, malah untung buat kita. Selain membantu apa yang kita 

 

lakukan berbuah maksimal secara konsisten, dalam prosesnya pun kita diasah untuk menjadi pribadi 

 

yang lebih baik lagi hari demi hari. Dan, orang yang tulus dan bijak, akan menarik orang yang tulus dan bijak pula.



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.