Kesabaran Membuahkan Hasil


Monday, 30 Nov -0001


26 Desember 2013 yang lalu, teman saya mendapat undangan khusus untuk hadir di gala dinner-nya IAI, jadi seluruh profesional akuntan se-Asia hadir di acara ini. Sebenarnya, tidak hanya diundang untuk gala dinner, tapi acara 1 hari sebelumnya juga, tapi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, teman saya memutuskan untuk hadi di acara gala dinner-nya. Sebut saja Monica, nama teman saya.

Ceritanya dimulai waktu Monica mengecek salah satu website penerbangan low cost carrier, saat itu menunjukkan 1 tiket masih tersedia untuk penerbangan siang jam 11 ke Surabaya. Jadi, Monica ­buru-buru ke airport, supaya ga ketinggalan. Setibanya di airport, antrian tidak bersahabat, ada seorang wanita di depan Monica yang cukup lama menanyakan ini itu di loket pembelian tiket maskapai penerbangan tersebut. Monica ga sabaran, “Mba, masih lama ga? Kalau masih, saya mau beli tiket duluan, karena ngejar penerbangan jam 11.” Kata Mba itu, “Ngga, sebentar lagi, tunggu ya Mba.” Wah, ternyata ‘sebentar’-nya si Mba berbeda dengan ‘sebentar’-nya Monica, akhirnya Monica nyelak dan langsung bertanya ke petugasnya, “Mba, tiket yang jam 11 ke Surabaya masih ada ga?” “Habis, Mba,” jawab si petugas. Monica lemes mendengarnya, untung cuma sebentar, segera Monica menuju ke maskapai penerbangan lainnya, mengecek apakah masih ada tiket tersedia, sayangnya Monica belum beruntung, tiket habis!

Monica tidak kehabisan akal dengan coba cari tiket di calo, ada sih, tapi harganya luar biasa! Dua kali lipat bahkan lebih dari harga normal, harga ini ditawarkan oleh 2 calo yang berbeda, bahkan salah satu calo menawarkan hingga hampir 3 kali lipat dari harga normal. Walaupun cape bolak-balik loket sambil narik-narik koper, Monica masih belum mau menyerah dan belum kehabisan akal. Segera Monica menuju ke loket maskapai penerbangan bergengsi milik Indonesia. Saat itu sudah menunjukkan pukul 12. Monica masuk dalam waiting list, siapa tau ada yang batal terbang di jam 13. Monica menceritakan bahwa ia mendapat undangan khusus untuk hadir di ultah IAI ke-56 di Surabaya, jadi kalau tidak hadir, ngga enak, makanya Monica perlu penerbangan yang jam 13. “Mba, tolongin saya, yang penting saya bisa ikut terbang yang jam 13, duduk di lorong, duduk di dapur, duduk di samping pilot juga gapapa, saya mau, yang penting saya bisa samp Surabaya. Acaranya mulai jam 18,” penjelasan, kemampuan negosisasi dan raut muka Monica yang kelelahan membuat petugas mengiyakan permintaan Monica untuk menjadi urutan pertama di waiting list. Masih nunggu sih, tapi paling ngga, kalau ada yang batal terbang, bisa dapet kesempatan duluan. Menunggu dengan sabar, sambil berdiri di barisan paling depan menggunakan heels dan membawa koper.

 

Tiba waktunya diumumkan apakah mereka mendapatkan tiket atau tidak, ternyata kabar buruk, tiket habis. Sementara orang-orang di belakang Monica ribut karena kesal, Monica tetap berdiri di barisan depan beserta kopernya dengan diam, sabar dan sedikit bergeser karena suara-suara di belakang Monica benar-benar memekakan telinga, berisik buanget katanya, hehe. Para penunggu akhirnya bubar, tinggallah Monica di ruang tunggu, masih berdiri manis bersama kopernya. Perasaan Monica saat itu? Sedih – hampir mau nangis, tapi malu, lalu takut ga dapet tiket, kelelahan, lapar dan kesal! Melihat Monica masih berdiri sabar dan sendirian, petugas menghampirinya dan bilang, “Bu, tiketnya sudah habis, keluar dulu aja, nanti balik lagi ke sini jam 14:20,” Monica tidak peduli, tetep aja berdiri di situ. Tidak lama kemudian, datang seorang wanita nangis-nangis sambil bicara di telp., rupanya wanita itu ketinggalan pesawat gara-gara kena macet. Monica nyeletuk, “Yah Mba, saya malah di sini uda dari jam 11, ga dapet tiket, si Mba yang uda ada tiket malah telat gara-gara macet.

Seorang petugas keluar, “Lho, Mba Monica belum terbang?” Spontan Monica menanggapi, “Emang ada Mba?” Si petugas kembali mengecek untuk memastikan. Sambil menunggu kepastian, Mba yang ketinggalan pesawat sudah dipanggil untuk masuk ke pesawat lebih dulu. Yaaah, ditinggalin lagi deh. Mba tersebut terlihat sangat lega dan senang, menuju pesawat, meninggalkan Monica sendirian, sambil teriak, “Good luck yah Mba...! Saya masuk duluan ke pesawat.”Kata Monica, kalau ada backsound, sudah pasti yang diputar lagunya Bebi Romeo – Aku Cinta Kau dan Dia, hancur hatiku..!

Seorang petugas kembali menghampiri Monica, “Ibu Monica, silahkan melunasi tiketnya ke loket yang sudah ditentukan.” Dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil dapet mainan yang uda lama dimauin, Monica bertanya berulang-ulang antara percaya dan tidak, “Ada yah Pak tiketnya? Ada yah? Beneran ada? Yang bener Pak?” Sambil nyengir girang. Pak Petugas menjawab sambil senyum-senyum, “Iya Bu, ada, yuk ikut saya”. Monica berjalan dengan ringan sambil tersenyum sumringah. Setibanya di dalam pesawat, Monica disambuh riuh dan hangat oleh seluruh crew pesawat, “Horeee, akhirnya Ibu Monica sampe juga, selamat yah Bu!” Ahahah, riuh hangat yaa.

Urbanesse, kisah Monica tersebut menunjukkan bahwa kesabaran membuahkan hasil, kesabaran yang disertai dengan sikap pantang menyerah, kreatif mencari jalan, teguh dan melakukan yang terbaik akan memberikan hasil yang luar biasa. Di awal, sepertinya Monica tidak akan mungkin mendapatkan tiket untuk terbang ke Surabaya, tapi karena sikapnya tersebut, akhirnya tiket didapat dan bisa menghadiri acara tepat waktu.



Unknown

No Comments Yet.