Keep Calm Miss Baper


Monday, 30 Nov -0001


Women do not think with logic and discretion but with emotions of the heart
– Cassandra Clare

 

Hai urbanesse, kali ini urban women punya tema yang perempuan banget, “managing emotions”. Yup mengelola emosi. Benar seperti yang dikatakan oleh penulis buku The Mortal Instruments bahwa perempuan ketika mengambil keputusan lebih menggunakan hati alias pakai emosi. Apakah ini buruk? I don’t think so, karena menurut John Grays “men are form mars and women are from venus”. Jelas sekali bahwa perempuan dan laki – laki itu berbeda, bukan berarti perempuan tidak menggunakan logika dalam berpikir. Tapi kita punya logika sendiri yaitu “Logika Perempuan”. Aha!

Well, sebenarnya ini bisa dijelaskan secara scientific, misal dari sisi neuro science, bahwa perempuan memiliki sistem limbic yang berkembang. Sistem ini berhubungan dengan pengaturan emosi, perilaku dan memori. Sistem limbic ini yang membuat perempuan lebih mudah bersosialisasi. Tapi ini juga bagian yang mengontrol stress, khususnya ketika mengalami fase perubahan hormon selama siklus menstruasi dan kehamilan. So ladies,tell your man “jadi bukan salah kita ketika tahap PMS kita akan bersikap emosional,  tapi itu salah sistem limbic yang mengontrol”. I’m joking. heeheeehee

Oke, kembali ke topic managing emotions. Saya sendiri adalah seorang yang feeler melancholic introvert. Jadi sangat wajar ketika teman – teman menjuluki saya “Miss baper”. Bisa digambarkan saya seperti karakter “Sadness” dalam kartun inside out. Tapi ga se-pathetic Sadness juga sih.  Menurut saya itu adalah karakter yang tentunya ada kelebihan dan kekurangannya. Tidak semua yang berkaitan dengan perasaan dan emosi itu jelek. Hanya saja ketika ke-baper-an melanda, dunia terasa runtuh. Menjadi sangat sensitive, over thinking, cemas bahkan terkadang sampai insomnia. Ini sangat mengganggu saya saat beraktivitas, menjadi tidak focus, produktivitas menurun dan gampang lelah (secara psikis). Inilah salah satu “kelemahan” yang sampai sekarang saya masih berlatih untuk menanganinya.

Memang baper (bawa perasaan) tidak bisa dihilangkan 100 persen, tapi paling tidak diminimalisir. Salah satu caranya ya berpikirlah secara wajar, yes adakalanya kita harus think like a man. Berpikir positif melihat situasi yang sebenarnya. Bisa jadi situasi tersebut tidak seburuk yang dirasakan. Belajar memilah hal – hal yang patut diseriusin. Kalau tidak penting, lebih baik abaikan saja. Karena itu sangat menguras energi. Apabila hal itu penting, maka jadikan sebagai bahan intropeksi. Dengan begitu, membuat kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana. Semakin matang pola pikir kita, maka kita tidak akan mudah terganggu oleh hal – hal sepele yang dulunya sering membuat kita baper.  Atau ini sebagai jalan terakhir yang ekstrim, ketika situasi tersebut tidak bisa kita tangani dan kebaperan merajalela, lebih baik menghindar untuk sementara. Bukan berarti kita kabur dari masalah, tapi lebih baik kita menenangkan diri terlebih dahulu. Meditasi mungkin atau curhat ke teman. Gunakan pandangan orang lain yang netral, Tidak memihak dan dapat memberikan masukan yang objektif. 

Ini cara yang paling praktis untuk mengendalikan ke-baper-an, yaitu mengalihkan fokus kita, misal mendengarkan musik, membaca buku, nonton video – video lucu, menulis dan melakukan aktivitas apa pun yang dapat mengubah suasana hati urbanesse menjadi ceria kembali.  Oh iya, makan atau meminum secangkir cokelat juga dapat membantu membangkitkan mood. Disinyalir cokelat mengandung molekul psikoaktif yang dapat membuat pemakan cokelat merasa nyaman, memperbaiki mood dan mengurangi kelelahan sehingga bisa digunakan sebagai obat anti-depresi. Yup, secangkir cokelat hangat dan teman curhat. Enough.

Well urbanesse, itu hal – hal praktis yang bisa dilakukan untuk mengurangi ke-baper-an. Memang managing emotion tidak semudah mengucapkan mantra “abracadabra  dan voila! Kita menjadi manusia yang sangat logis. Managing emotion sendiri perlu latihan dan jam terbang tinggi. Tapi saya yakin semakin kita menambah pengetahuan tentang “how to manage emotions” dan langsung mempraktekannya, maka kebiasaan – kebiasaan buruk itu pun bisa berkurang, bahkan berganti dengan kebiasaan baru yang lebih baik. So ladies, don’t give up. Keep practice!

Oke mengakhiri artikel ini, saya teringat joke seorang aktor yang juga  komedian Chris Rock “If women rule the world, there would be no wars… Just a bunch of countries not talking each other”.

 

Keep calm & don’t bebaper , ladies!!



Selvya Mulyani

Kelahiran 9 maret 1987 di Kalimantan Selatan. Bekerja sebagai analis laboratorium Kimia Fisika Gas di BBTKLPP Banjarbaru. Penggemar buku Dan Brown, Dewi Lestari, JK Rowling, dan novel serial Trio Detektif. On process, being better person, healthy, happy, lucky, peace and blessed. Remember the path, keep the faith, walk on track.

No Comments Yet.