Keberhargaan Seorang Perempuan


Monday, 30 Nov -0001


Dari kecil saya itu sudah berbeda dengan apa yang namanya wanita yang dianggap OK oleh masyarakat Indonesia. Anak-anak gadis itu biasanya yang dianggap OK itu yang tertawanya manis dan tersipu-sipu tapi saya itu senang sekali tertawa dengan riang dan bahkan terbahak-bahak. Lalu anak wanita biasa yang baik itu temannya adalah wanita juga, tapi dari kecil teman saya itu banyak baik wanita dan pria. Hobi sayapun juga berbeda. Walau saya suka merangkai bunga dan masak saya juga suka belajar bela diri, pergi jalan sana sini, pergi nongkrong sana sini.

 

Maka itu pula saya dari kecil sering mendapat penolakan sebagai anak wanita yang “baik dan benar”.Penolakan demi penolakan itu membuat saya merasa minder dan tidak percaya diri. Saya selalu berpikir saya ini cuma bertahan dalam komunitas di Jakarta hanya karena saya lucu. Ya dari kecil saya senang membanyol.

 

Dari segi cantiknya wanita Indonesiapun saya meleset. Untuk banyak orang saya terlalu tinggi dan kurus (mungkin kalau sekarang bisa jadi model ya hahaha) rambut saya lurus. Jadi sayapun biasa diolok-olok oleh teman saya karena tinggi tubuh saya yang sangat signifikan dibanding teman saya. Tinggi saya 172 cm.

 

Lalu saya beranjak dewasa dan saya punya kesempatan sekolah di luar negeri. Di sinilah mata saya mulai terbuka. Tinggi saya yang sangat tinggi itu ternyata di Amerika itu…biasa saja. Cara ketawa saya yang riang dan tinggi itu ternyata fine-fine saja buat teman saya di luar negeri yang bukan orang Indonesia. Mereka malah menganggap saya menyenangkan karena riang. Hobi-hobi saya yang kadang cenderung maskulinpun dianggap normal karena wanita di Amerika terbiasa mengikuti sport berat atau kegiatan bela diri.

 

Keinginan saya untuk belajar, melihat dunia, menjadi wanita yang independen pun disupport oleh teman-teman saya, bahkan mereka bilang aduh Priscillia kamu itu mirip sekali deh dengan kita walaupun muka kamu chinese. Senang main sama kamu sepertinya tidak berjarak. Wow, bayangkan dari seseorang yang sering dianggap berbeda/aneh/ yang ngga cantik tapi lucu. Tiba-tiba hanya dengan berubah benua, menjadi seseorang yang dianggap berharga, asik, keren, dan diajak ke mana-mana.

 

Karena keadaan yang sangat drastis ini saya sering berpikir. Kok bisa ya? Padahal saya lihat di kaca lagi dan lagi, saya masih terlihat sama.

Saya pikirkan dan pikirkan lagi. Lalu siapa yang benar? Apakah teman-teman Eropa saya? Atau teman-teman Indonesia saya? Atau?

 

 

Saya sering mencari kebenaran ini karena menjadi yang tertolak itu rasanya sangat menyakitkan. Terlebih ketika kita pun percaya kita terlahir sebagai wanita tertolak. Saya masih sedih membaca tulisan saya ini karena masih fresh di ingatan saya.

 

Dengan berjalannya waktu saya belajar yang namanya alkitab. Di dalam buku itu diajarkan dan diulang-ulang lagi bahwa seseorang yang berharga itu tidak dilihat dari penampakan luar atau dari gaya luarnya tapi wanita diciptakan berharga titik. Dan wanita menjadi lebih indah dilihat dari kondisi hati dan tujuan hidupnya. Mmm….seperti dunia khayalan ya? Hahahaha

 

Tapi saya pikir lagi….ajaran-ajaran ini universal, bisa diterapkan di seluruh bagian dunia dan jawaban ini tidak lagi membuat saya bingung karena pindah benua. Jawaban ini berlaku dimana saja. Pertama saya diciptakan isitimewa, begitu lahir saja sudah istimewa. Tidak ada yang lahir memang jadi anak buangan atau anak kecelakaan. Walau mungkin memang kehadiran kita tidak direncanakan tapi di mata Tuhan kita semua spesial. Kedua menjadi manusia yang indah itu dilanjutkan dengan mempunyai hati yang baik. Wah kalau begitu semua orang bisa ya mendapat kesempatan ini? Bukan hanya yang lahir dengan tinggi tertentu, rambut tertentu, bergerak tertentu, atau menurut aturan tertentu. Hati yang baik.

 

Lalu seseorang yang berharga dan indah itu adalah orang yang mencari tahu tujuan hidupnya sebagai ciptaan Tuhan dan menjalankan tujuan tersebut. Kembali saya berpikir iya ya kalau diciptakan pasti untuk sesuatu dan kalau kita menjalani apa yang sudah ditunjukkan menjadi jalan hidup kita dan kita dipakai untuk itu pastinya kita akan menjadi yang terbaik dalam jalur yang ditentukan.

 

Saya rasa semua wanita mempunyai kesempatan yang sama dalam proses ini menjadi berharga dan indah. Jujur hati saya bahagia sekali mendapat pengertian ini. Menurut saya ini adil dan ini bisa untuk semua wanita.

 

Lalu bagian terakhir ini sangat menentukan untuk saya dalam merasa berharga sebagai seorang wanita. Apapun kata manusia, kata Tuhanlah tentang kita yang pada akhirnya penuh kebenaran, penuh cinta kasih, dan akan kekal. Wow, kalau begitu pendapat orang yang selama ini menjadi momok buat saya yahhh ngga penting-penting amat apalagi kalau kata Tuhan mengenai saya membangun dan menganggap saya berharga sedangkan mungkin orang menganggap tidak.

 

Siapalah juga manusia dibanding Tuhan? Benar tidak? Jadi yah dengan pengetahuan yang baru ini bodohnya sama kalau saya masih berpegangan pada omongan manusia yang terkadang sangat menghakimi dan melukai padahal itu adalah omongan mahkluk yang jauh lebih lemah dari Tuhan.

 

Mengetahui hal ini saya jadi semangat. Saya ulang-ulang dalam diri saya, saya berharga atau tidak bukan karena benua di mana saya tinggal, tapi semata-mata saya terlahir….berharga. Lalu saya harus pastikan hatinya menjadi yang lebih baik supaya saya menjadi indah. Dan pastikan saya tahu tujuan saya dalam hidup ini apa.

 

Sejak saya mengetahui ajaran ini (ya kalau yang tidak Kristen mungkin menemukan ajaran sejenis ya di dalam agamanya). Hidup saya berubah. Cara pandang saya terhadap diri saya berubah. Banyak hal-hal yang membuat saya minder tidak lagi saya anggap penting. Banyak hal yang tidak berani saya lakukan sebelumnya, saya coba dan saya berhasil. Tadinya yang menurut saya saya tidak cantik-cantik amat tapi karena menurut saya, saya menarik dan saya berusaha juga menjaga penampilan saya akhirnya saya merasa cantik dan banyak yang bilang saya cantik.

 

Jadi saya belajar dr ini semua bahwa kalau kita cenderung medengarkan apa kata orang. Apa yang dikatakan suatu budaya atau komunitas sebagai yang OK dan tidak. Kita akan selalu sangat cemas untuk beradaptasi supaya bisa diterima. Dan kita yang terlahir tidak seusai dengan aturan suatu budaya dan komunitas biasanya jadi mati gaya bahkan minder.  Sesuatu yang sangat berdampak negatif untuk diri saya.

 

Tapi kalau saya percaya apa kata Tuhan tentang saya, berharga dan spesial, sayapun akan bisa bertumbuh dengan rasa percaya diri yang besar, cara berpikir yang independen terhadap aturan dan pandangan orang dan guess what? Saya percaya diri, saya bahagia, orangpun melihat saya sukses dan cantik.

 

Keberhargaan dan indahnya kita sebagai wanita dimulai dengan kita mempercayai terlebih dahulu bahwa kita itu sudah terlahir indah dan berharga. Denga perasaan ini akan tumbuh keberanian untuk mengeksplorasi bakat dan potensi kita. Akan kita dapati ketengan hati ketika melakukan sesuatu yang tidak “umum” dan cara berpikir ini membuat kita bisa memaklumi orang yang berkata-kata negatif tanpa terbawa alur mereka. Hasilnya kita menjadi diri kita yang terbaik dan biasanya…..hal itu malah jadi terlihat juga sama orang lain, bahkan sama orang-orang yang tadinya menghakimi atau menilai kita buruk. Bahkan oleh komunitas yang mungkin menganggap kita engga banget.

 

Percayalah akan keberhargaan dirimu sendiri dan apa yang Tuhan katakan tentang anda. Ulangi dan ulangi lagi.  Tindakan ini akan membuat kamu merasa berharga, bertindak seperti seorang yang berharga, dan orang-orang pun akan mulai memperlakukan kalian sebagai orang yang berharga. Inilah kunci keberhargaan kita.


Harapan saya bagi semua yang membaca artikel ini adalah apapun situasimu. Pernah bercerai, pernah melakukan kesalahan atau suatu aib, pernah dilukai, pernah dihina, pernah diperlakukan dengan tidak adil, pernah dihakimi, dll bisa bangkit. Bisa mulai mempercayai dirinya sendiri. Dan hari kehari bertumbuh dengan keberhargaan yang dari awal sudah diberikan kepada anda sebagai seorang wanita. Kita diciptakan berharga 100% mulailah kita mengperlakukan diri kita seperti itu.



Priscilla

No Comments Yet.