Imelda Fransisca - You Can Do It


Monday, 30 Nov -0001


 

Bagi Imelda, untuk menjadi seorang Miss Indonesia ada beberapa hal yang diperlukan, yaitu kesabaran, melakukan yang terbaik dan juga berserah kepada Sang Pencipta. Kalau berhasil, artinya memang diijinkan, dan kalau pun tidak, hal ini juga tidak membuatnya berhenti melakukan yang terbaik. “Aku tetap lakukan yang terbaik, aku mau lakukan semua di jalan yang terbaik dan gak malu-maluin,” kata Imelda.

Ketika masih remaja, Imelda adalah orang yang sangat tidak percaya diri. Mana mungkin? Kalau melihat sosoknya sekarang, memang sangat tidak mungkin, tapi ketika ia masih SMP dan SMA, itu sangat mungkin. Ia merasa kelebihan berat badan. Hampir setiap hari, ia menerima lebih banyak ejekan ketimbang pujian, membuatnya ingin sekali menguruskan badan, hingga akhirnya mengalami anoreksia. Kejadian ini membuatnya kehilangan jati diri dan sering merasa tidak memiliki masa depan.

Saat itu, ia tidak sadar kalau sedang mengalami anoreksia, Imelda mulai menyadarinya ketika mulai kuliah di jurusan psikologi, karena mendapat penjelasan tentang ciri-ciri penderita anoreksia yang lambat laun dapat menyebabkan kematian. Hal ini membuatnya berpikir, “Kok hidup gini gini aja, gak ada kontribusi apa apa, bahkan menyusahkan orang tua.” Sejak saat itu, Imelda memilih untuk merubah hidupnya dengan mencoba melakukan yang terbaik untuk hidupnya dan sabar dalam menjalani perubahan tersebut. Salah satu yang dilakukannya adalah dengan belajar mati-matian sebelum ujian, sebagai pembuktian pada diri sendiri bahwa ia bisa. Di ujian pertamamya, ia merasa seperti pertama kali naik panggung, deg-degan setengah mati! Deg-degan-nya ini tidak sia-sia, ia mendapat nilai A! Memang benar, ternyata usahanya belajar mati-matian membuahkan hasil. Sejak saat itu, Imelda percaya jika kita memberikan yang terbaik, pasti bisa. Terbukti juga bahwa selama masa kuliahnya, hanya ada 1 nilai B, selebihnya A. “Akhirnya itu jadi acuan, oh ternyata aku bisa,” Imelda menjelaskan. Selain itu ia juga terpilih sebagai alumni yang berprestasi di Ohio State. Rasa percaya dirinya mulai tumbuh, selain karena pembuktian diri, juga karena pujian untuk diri sendiri.

IMPIAN, TARGET & KOMITMEN

Urbanesse tentu sering mendengar istilah, “Punuk merindukan bulan” hal ini pernah dirasakan Imelda. Ia merasa gak mungkin menang di ajang pemilihan Miss Indonesia karena belum pernah ikut kontes kecantikan seperti ini. ”I just go with the flow,” Imelda menambahkan. Menurutnya, terkadang terlalu banyak berpikir malah jadi diam di tempat.

Ketika mulai mengikuti ajang pemilihan Miss Indonesia, mindset yang ia miliki adalah “you can do it” hingga akhirnya benar-benar bisa tercapai. Ia mulai dari nol dan gak bisa apa-apa, lalu terpilih dalam 10 besar, 5 besar, hingga akhirnya 3 besar. Saat itu harapannya adalah agar siapa pun yang terpilih menjadi Miss Indonesia, dapat membawa perubahan ke arah yang positif bagi bangsa ini. Akhirnya, Urbanesse tentu sudah dapat menebak, Imelda yang jadi pemenangnya. Jadi ia berpikir bahwa sebenarnya ini merupakan kesempatan bagi dirinya untuk melakukan perubahan positif. Apalagi saat itu menurut Imelda, banyak kontestan yang lebih baik dari dirinya. Faktor lainnya yang mungkin ikut mendukung terpilihnya Imelda menjadi Miss Indonesia adalah karena ketika ditanya oleh salah satu juri, “Apa yang akan kamu lakukan kalau menjadi Miss Indonesia?” Jawaban Imelda adalah ingin berkontribusi di dunia pendidikan. Ketika kuliah, Imelda membuat komitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan, apa pun profesinya, apakah sebagai ibu rumah tangga, pekerja kantoran, dan sebagainya. Ia percaya dirinya yakin bisa, maka pasti bisa.

Impian lainnya adalah menulis buku untuk memotivasi anak-anak kuliah, sesuai dengan visi misinya, yaitu menjadi inspirasi bagi orang lain dan berkontribusi di bidang pendidikan. “I just do it. Apakah nanti akan menjadi best seller atau tidak, ia belum tau, kalau akhirnya sukses ya itu luar biasa. Kalau belum sesuai harapan, di-review lagi apa yang masih kurang. Jangan takut salah, jangan takut untuk memulai sesuatu karena you never know you will go,” Imelda menjelaskan. Selain menjadi seorang MC, Imelda juga menulis sebuah buku yang isinya adalah motivasi bagi anak-anak kuliah. Hal ini sesuai dengan visi misinya.

Ketika ditanya apakah pernah tidak mencapai target? Jawabannya, “Banyak, biasanya kalau target yang tidak tercapai maka aku pikir pasti ada homework yang belum dikerjakan, dan harus ada bagian-bagian yang kita push,” menurutnya ini merupakan hal yang wajar dan perlu di-review apa saja yang kurang, dan coba lagi. Selain itu, juga perlu memaafkan dan memberi kesempatan pada diri sendiri untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Tentang omongan di sekitar yang menganggap kita tidak mampu, sebenarnya tidak seburuk omongan pribadi kita pada diri sendiri. Biasanya kalau diri kita sendiri sudah kuat, maka tidak memperdulikan omongan orang lain. Justru, yang membuat diri kita tidak bisa adalah pikiran kita sendiri. Kuncinya harus punya self confidence. 



Unknown

No Comments Yet.