Healthy Dating Tips


Monday, 30 Nov -0001


 

Mempunyai hubungan yang sehat itu sebenernya semua juga tahu apa itu maksudnya.  Dua belah pihak harus saling bertumbuh dewasa, dan hatinya semakin lapang.  Berantempasti ada, tapi itu berantem sehat, justru jadi belajar tentang masing-masing, dan hubungan jadi semakin kuat.  Dating yang kurang sehat itu mulainya sudah tidak benar.  Misalnya, dari permulaan sudah ingin bersama pria ini untuk nambah ego diri, dapat muka, atau merasa lebih secure, merasa diperlukan, dll.  Bila mulainya diri kita tidak ada harga diri yang benar, atau keyakinan pada diri sendiri sebagai seorang wanita single, nanti kalau sudah ada pasangan, kita jadi ekspektasi nya yang aneh-aneh.

 

Semua Orang Bisa Melakukan Healthy Dating

Semua orang bisa kok untuk melakukan Healthy Dating, hanya saja kadang harus tegar dan disiplin.  Kita wanita memang gampang kebawa emosi, jatuh cinta langsung buta, tali sepatu terasa seperti bakmi ayam.  Aku banyak dengar teman-teman yang hubungannya sedih atau banyak dramanya, maka sebelum mulai pacaran, harus sudah siap mental dulu, mempersiapkan diri supaya kalau ini memang hubungannya tidak sehat, bisa dengan tegar gulung tikar dan cabut.  Kalau terlalu lama tertanam di sebuah hubungan dekat dengan pria, pasti makin tenggelam.  Sebagai wanita kita harus belajar lebih mengaktifkan sisi logika daripada emosi untuk di bidang ini, karena kebanyakan selalu wanita yang jadi korban cinta.


Gejala-Gejala Healthy Dating & Unhealthy Dating

Aku kasih contoh gejala-gejala healthy dating dan unhealthy dating deh.  Ini bukan seperti daftar telpon yang lengkap yah… Hanya saja menurut yang pernah aku alami, atau yang kupelajari saat aku sendiri mau mulai pacaran.

 

Healthy Dating: Trust & Growth

Ini yang paling penting: HARUS saling percaya.  Kalau sang pria gak bisa dipercaya, itu bisa hidup susah bila benar jadi nikah, kan harus ditontonin dan dipelototin terus.  Kalau sang pria gak percayaan, itu juga hidup susah, kita yang ditontonin dan dipelototin.  Nah kalo kita yang gak bisa percaya walaupun cowok kita sudah kayak dewa, kita harus belajar mengubah diri.  Memang kadang bisa sakit hati atau kecewa, tapi kalau sudah mau pacaran, yah mental nya harus kuat, jangan sedikit-sedikit sakit hati, manusia kan gak ada yang perfect, hubungan seindah apa pun pasti ada sakit hati atau gesekan-gesekannya.  Belajarlah untuk jadi wanita yang berlapang dada.

Pacaran tuh susah dan ribet.  Sejak aku pacaran, aku tinggalin tuh yang namanya NYAMAN.  Setiap hari pasti ada yang harus dipelajari, baik itu penyesuaian saat ada konflik, atau perbedaan dalam mengerjakan hal-hal besar/kecil.  Itu gak enak, karena aku mulai diperlihatkan kalau aku itu tidak sepandai/sehebat/sebenar yang aku pikir.  Karena ada orang lain yang bisa berpikir lebih jauh, atau yah memang beda pendapat, tidak ada yang benar atau salah.  Ini seperti di karet ditarik, kita belajar jadi flexible, dan memang kadang sakit, apalagi untuk belajar rendah hati minta maaf.  Tapi ini harus dua-duanya yang bertumbuh.  Biasanya sih satu tumbuh yang satu juga ngikut…  Dan bila tidak, biasanya yang tidak tumbuh yang mau exit duluan (kecuali yang bertumbuh manjain yang tidak bertumbuh, nah itu bahaya).  Dua belah pihak harus berkomitmen untuk memberikan versi dirinya yang terbaik untuk menjalankan hubungan ini.

 

Unhealthy Dating: Segalanya Memburuk

Bila tiba-tiba kita sering bilang ke teman saat ditanyakan kenapa kita masih sama pria ini, atau kita ngomong ke diri kita sendiri “tapi aku sayang dia” itu berarti kita sudah gak ada alasan lain kenapa kita masih di dalam hubungan itu.  Atau, “tapi nanti gak ada yang lebih baik dari dia” itu berarti kita yang ketakutan akan kehilangan.  Please be honest with yourself, kalau hubungan ini sudah tidak baik, yang terima saja, face it, jangan coba ditangkal atau kasih alasan.  Saat aku bilang “segalanya memburuk”, itu termasuk: saling cela, saling menyalahkan, saling membandingkan dengan orang lain atau hubungan orang lain, saling gak percaya, apalagi kalau sudah berhubungan sex dan hanya itu saja yang mendefinisikan hubungan sama pria ini.  Emosi dan mental nya udah capek, kok kayaknya tenaga nya terkuras habis untuk menjaga supaya hubungan ini gak runtuh yah?  Kepribadian kita bisa jadi jelek karena hubungan kita dengan si pria menjadi suatu beban, bukan dorongan hidup.  “Iri deh sama teman yang hubunganya manis…”, “kenapa yah dia kok begini”, itu dua pertanyaan yang harus dipikirkan.  Kadang kita yang ekspektasi nya tidak benar, tapi kadang juga memang hubungannya sudah tidak sehat.  Kita memberikan seluruh dunia ke pria, tapi dunia dia tidak tersentuh.  Atau dia yang memberi seluruh dunianya untuk kita, dan kita yang urusin dia.

Yang lebih tidak terdeteksi, bila dua-duanya aman-aman saja.  Tidak ada passion, tapi semuanya stabil dimuka, di bawahnya berantakan.  The opposite of love is not hate, it is indifference.  Karena sudah saling terbiasa jadi stuck di situasi itu.  Belum tentu tidak baik, tapi hubungannya jadi tidak maju.  Cinta sudah pudar, hanya ada beban dan tanggung jawab.  Sedih kan, bila begitu?  Kasih itu perlu diberi pupuk baru akan berbuah.  Jadi, walaupun kelihatannya sudah tidak ada, bukan berarti sudah hilang total.  Di pupuk lagi bisa bertumbuh kok.

Nah, bila ada yang sudah ada di dalam hubungan yang tidak sehat, apa yang harus dilakukan?  Pikirkan ulang, kita sebenarnya mau hidup yang seperti apa, hubungan yang seperti apa, keluarga yang seperti apa, dan kita sekarang berdiri di tempat yang benar atau tidak untuk ke arah tujuan itu?  Tanyakan teman-teman dan keluarga yang bisa dipercaya, biasa nya mereka bisa melihat lebih jelas tentang hubungan ini, apakah baik atau tidak untuk kita.  Coba bicarakan dengan sang pria (jangan saling nunjuk siapa salah), diskusikan hubungan kalian sampai ini menurut kalian berdua bagaimana.  Kalau itu saja tidak bisa didiskusikan, mau gimana hubungannya bisa naik level?  Sejak saya menikah, saya dan suami makin sering ada pembicaraan penting loh… Karena tanggung jawabnya naik level, jadi diri kita juga harus bisa naik level.


Dating is FUN!

Dating tuh sebenarnya fun, so please have fun!  Memang kita harus mempertahankan dan memberi pupuk untuk hubungan ini dan kadang bisa terasa capek dan gak maju-maju, tapi kita juga harus cekatan.  Carilah sang pria yang dapat menghargai, menghormati, membela, dan mengasihi diri kita.  Dan jadilah seorang wanita yang sepadan dengan sang pria itu.



Cianna

No Comments Yet.