Hal Ini Bisa Membuatmu Berhenti mengeluh


Monday, 30 Nov -0001


Aku orang yang suka belajar, memang dari kecil demen sekolah.  Banyak orang gak tahan mau cepat keluar dari dunia akademia dan menginjak ke dunia corporate untuk mencari nafkah.  Aku gak pernah tuh berpikir seperti itu, makin bisa lama di dunia akademia makin senang. Gak pernah sih kepikir untuk jadi guru, tapi pernah mikir jadi profesor atau seorang peneliti. Aku di dunia akademia sejak TK sampai S2. Itu pun ditarik keluar sekolah baru dengan berat hati mengeluarkan diri dari sekolah, padahal 3 tahun lagi bisa selesai dan mendapatkan S3. 
  

Saat itu, aku mengimpikan hari dimana aku bisa membawakan kebaikan dan perubahan pada dunia ini. Aku sekolah di bidang psikolog. Hatiku ingin membantu orang-orang yang bergumul dengan beban berat. Aku pernah magang dan bertemu dengan pasien-pasien yang menderita AIDS, dll. Sedih banget melihat orang-orang yang tidak bisa berdiri kembali dan menghidupi hidup dan bergembira sekali melihat orang-orang yang bebannya begitu berat tapi bisa keluar dari semua ini dan menjadi lebih baik.
  

Membayangkan impianku itu langsung hancur pas orangtua memintaku untuk berhenti sekolah dan balik mulai kerja di kantor. Bukannya gak bisa berontak dan memaksakan kehendak untuk tetap sekolah, tapi orang tuaku jarang meminta atau memaksaku untuk melaksanakan sesuatu, jadi pas mereka ngotot mau aku keluar, dengan hati yang berat aku mendengarkan mereka. Saat itu, aku hanya bisa tenangkan diri dan beres-beres barang buat dibawa pulang ke rumah orangtua.
  

 

Saat itu sih pasrah, gak ada tuh namanya hati yang berterimakasih atas keadaan atau situasi (ini salah!! Harusnya berterimakasih dalam segala situasi!!). Pikirku, ya udahlah, mau gimana lagi? Nah, sekarang sudah hampir 4 tahun sejak aku keluar dari sekolah. Keluar dari sekolah adalah salah satu hal yang baik untukku (yah memang, aku gak bakal pernah tahu kalau gak keluar sekolah aku sekarang akan sedang ngapain…) dan sambil aku jelaskan, sambil aku bagikan hal-hal yang kamu bisa pikirkan dalam situasi diri sendiri.


1. The way towards the goal
Aku tadinya mau memakai gelar S3 ini untuk meraih hal-hal yang mungkin tidak bisa diraih tanpa gelar ini. Ingin praktek, yah harus ada gelar doktor, emang kamu mau kalo minta penyembuhan sama doktor yang gak ada lisensi? Tapi pelan-pelan aku jadi terlalu mengandalkan gelar ini, kalo gak ada S3 bisa mati, gitu loh… S3 ini jadi suatu hal yang bisa dibangga-banggain. Nah, kalo dipikir-pikir sekarang, memang S3 itu penting, tapi aku yakin kalau gak ada pun, pasti ada pintu dan jalan baru yang muncul. Asal fokus atau goal nya sama, muter-muter dikit, hilang-hilang dikit, toh gak masalah kan? Stick to the goal, be flexible with the plans.

 

  

2. Time to move on

Mungkin waktuku di dunia akademia sudah selesai, dan ada jalan lain yang memerlukan aku di sana, dan aku bisa belajar banyak di tempat lain. Buktinya, di kantor, aku belajar tuh yang namanya staf manajemen, akuntansi, marketing, strategi… Ini hal-hal yang tidak akan aku pelajari bila aku terus berada di dalam dunia akademia. Aku telah belajar mengerti lebih lagi orang-orang di dunia lain, dimana ilmu psikolog juga bisa terpakai. Your talent and passion can be used everywhere.


3. There may be something else

Karena aku berhenti sekolah ini, aku bertemu dengan sang suami. Ini hal yang tak akan mau kulewati. Aku bisa bertemu dengan Urban Woman, dan teman-teman lain yang memberi dampak begitu besar di dalam hidupku ini. Aku mulai berinteraksi dengan keluarga, dan pelan-pelan memperbaiki hubungan di dalam keluarga. Banyak jalan terbuka untukku pelan-pelan mendekati goal itu lagi. When something ends, something else will start.

 

Makna dalam hidupku ini belum berubah. Hatiku masih ingin mengubah dunia ini dengan membantu sang penghuni untuk menjadi lebih baik (termasuk diriku sendiri). Tapi aku juga belajar untuk berterimakasih di dalam setiap saat. Cause you never know… Mungkin ada yang lebih baik di depan dan ada yang harus kupelajari supaya aku lebih siap lagi untuk mencapai goal itu. Apabila kita bersungut-sungut dalam keadaan tidak baik, kita tak akan pernah siap untuk sepenuhnya merangkul goal itu. When you give thanks, you know that whatever happens, you are in good hands. Itulah semangat seorang pemenang.

 


 

 

 



Cianna

No Comments Yet.