Embrace Your Weaknesses


Monday, 30 Nov -0001


Beberapa tahun lalu, ditemukan benjolan pada payudara saya dan saya mengalami kekacauan yang luar biasa pada jadwal mestruasi saya. Setelah melalui pemeriksaan, ditemukan sel kanker pada kedua payudara saya. Saat itu dokter menganjurkan untuk menjalani operasi pengangkatan kedua payudara, tapi karena usia saya yang masih sangat muda, saya tidak melakukannya.

Sebagai konsekuensinya, saya harus menjalani rangkaian kemoterapi. Hal itu merupakan perjalanan yang melelahkan dan menyakitkan bagi saya dan juga keluarga. Terapi yang saya jalani merubah banyak hal dalam hidup saya. Secara fisik saya berubah total. Badan saya mengurus, rambut saya pun rontok sampai botak. Banyak hal yang dulunya bisa saya lakukan, lalu harus saya hentikan. Kepercayaan diri pun menurun, sebagai wanita muda dengan usia yang harusnya sedang prima-primanya, malah harus mengalami itu.

WMH-2014_06a-Embrace_Your_Weakeness-img_1

Pada tahun 2008, kondisi saya yang sudah mulai membaik, kembali memburuk karena kehilangan ibu yang sangat saya cintai dalam perjuangannya melawan kanker juga. Saya yang tadinya sudah mulai bergaul, memiliki hubungan dengan teman-teman sekampus, kembali menarik diri. Sebulan setelah ibu saya meninggal, saya menjalani operasi dan kembali menjalani kemoterapi karena saya mengalami relaps dan metastase.

Thank God, saya diberkati dengan keluarga dan teman-teman yang sangat mendukung. Mereka tidak tinggal diam saat melihat saya kembali menarik diri. Mereka terus menerus menyuntikkan energi positif kepada saya yang saat itu mulai pesimis dengan segala sesuatunya. Mereka selalu mengajak saya untuk menerima semua kenyataan yang memang terjadi.

Sejak SMA saya sudah menjadi relawan dan pelayan bagi anak-anak jalanan. Akhirnya demi mendukung saya, seluruh keluarga saya, orang tua, kakak-adik, sepupu dan tante-tante saya semua ikut terjun jadi relawan dan pelayan anak jalanan. Saat terjadi berbagai bencana di tanah air, kami ramai-ramai menjadi relawan, dan setiap jumat kami memberi makan anak jalanan. Sampai sekarang.

WMH-2014_06a-Embrace_Your_Weakeness-img_2

Berjalannya waktu, mental saya mulai sembuh. Dan dengan yakin, saya mengambil sebuah keputusan besar. Salah satunya adalah untuk melayani sesama dan menjadi bahagia. Kalau saya diizinkan untuk mengalami sakit, pasti ada sebuah tujuan besar yang akan dicapai. Sejak saat itu saya semakin aktif dalam pelayanan. Di mana saja yang bisa saya layani, tidak peduli siapa yang saya layani, agamanya apa, rasnya apa. Bencana banjir, bencana alam nasional dan lainnya.

Dan selain itu, saya memberanikan diri untuk mulai menerima kondisi saya dan membicarakan tentang perjalanan saya selama hidup dengan kanker. Saya mulai aktif untuk ikut kampanye peduli dan deteksi dini kanker bersama dengan komunitas Pink.Shimmerinc.

WMH-2014_06a-Embrace_Your_Weakeness-img_3

Dan lagi-lagi, keluarga saya yang memiliki talenta musik yang luar biasa, kembali mendukung saya. Kami membuat sebuah band akustik yang khusus bermain untuk acara charity dan pelayanan. Dan paling sering adalah untuk penyuluhan kanker dan menghibur pejuang kanker yang masih anak-anak. Dan sekarang, saya dan keluarga saya sangat aktif mengikuti acara-acara talkshow tentang kanker dan juga tentang penyakit lainnya. Apapun yang bisa kami bantu, kami pasti lakukan.

WMH-2014_06a-Embrace_Your_Weakeness-img_4

Saya tidak pernah menyangka bahwa kanker yang saya fikir akan menghancurkan hidup saya, malah akan menjadi kekuatan saya. Kanker sekarang adalah salah satu alasan saya semangat bangun pagi. Karena saya ingin terus menyebarkan kekuatan dan energi positif untuk mereka yang mungkin sekarang sedang berada di kondisi terpuruk seperti saya dulu dan tidak memiliki keluarga yang luar biasa seperti keluarga saya.

Saya percaya bahwa Sang Pencipta memberikan paket lengkap dalam hidup kita. Kelebihan dan kekurangan. Masalah dan jalan keluar. Semua hal yang kita anggap sebagai suatu ketidakberuntungan dan masalah, pasti ada jalan keluarnya. Dan ga jarang, jalan keluarnya ga sesulit yang kita fikir. Kita hanya perlu embrace our weaknes. Terima kenyataan bahwa kita memang memiliki kekurangan. Setelah kita belajar menerima, maka dengan sendirinya keberanian untuk menghadapi apapun yang sedang kita alami akan muncul. Cara kita melihat segala sesuatunya otomatis akan berubah. So, yups… It only takes one thing to change… Embrace, whatever it is in front of you….

-Ninneta-



Unknown

No Comments Yet.