DUA SISI


Monday, 30 Nov -0001


Sebagai orang Indonesia, tentu sering mendengar, “Untung tidak terjadi apa-apa” atau pernyataan sejenisnya. Sadar atau tidak, sebenarnya ini adalah ungkapan rasa syukur dalam sebuah keadaan yang tidak diharapkan.

 

Itu pula yang sering terjadi pada saya. Saya sering mengucapkan pernyataan tersebut, ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Hal apa saja yang bisa disyukuri, berbeda bagi setiap orang, tergantung apa yang dijadikan pembanding dan sisi apa yang sedang diukur. Dibandingkan dengan para konglomerat, secara fasilitas, akan sangat wajar jika saya mengeluh. Dibandingkan dengan keluarga sederhana di sebuah pegunungan terpencil, secara fasilitas membuat saya bersyukur. Itu baru dari sisi fasilitas, bagaimana dengan sisi lainnya? Misalnya, kualitas udara yang dihirup. Menurut Urbanesse, mana yang akan lebih bisa bersyukur, konglomerat atau keluarga sederhana di sebuah pegunungan terpencil?
 

Buat sebagian besar orang, hamil dan melahirkan tanpa ada pasangan yang mendampingi sama sekali bukan sesuatu yang bisa disyukuri. Bagi saya awalnya memang begitu. Di bulan ke-8 kehamilan, saya mulai berpikir bahwa justru hal ini akan mempermudah saya untuk menemukan suami yang memang tulus mengasihi dan menerima saya & keluarga. Bukan hanya suami, tapi juga untuk menemukan teman-teman yang tulus. Selain itu, ini juga membantu saya agar dapat membuat keputusan  dan bertindak lebih baik. Pada prakteknya ini tidak mudah, seperti perjalanan mendaki gunung untuk menyaksikan indahnya pemandangan, matahari terbit dan terbenam dari puncak gunung tersebut. Ini adalah proses yang harus saya lalui agar terus menjadi manusia yang jauh lebih baik.
 

Berdiri di dalam bis. Buat saya, awalnya tidak tau apa yang bisa disyukuri dari berdiri berjam-jam di dalam bisa. Pegel! Capek! Kemudian, dari membaca sebuah artikel beberapa tahun lalu, membuat saya bisa mensyukuri hal ini. Kaki saya masih sehat, tubuh saya masih sehat. Berdasarkan info yang saya dapat, terlalu banyak berdiri bisa menimbulkan varises pada betis, namun tidak demikian pada saya, mungkin karena saya juga tidak terlalu ambil pusing, sehingga lebih mudah buat saya untuk bersyukur, hehehe. Yaa sering juga setelah sampai rumah, collapse karena kecapekan berdiri.
 

Ini pengalaman terbaru yang saya alami. Sejak awal Juni, kaki kanan saya bengkak, tanpa tau penyebabnya. Puncaknya, 15 Juni, 00:30, saya terbangun, dengan luas penglihatan mata kiri berkurang setengah dan masih berlanjut hingga tulisan ini saya buat, 21 Juni.
 

Awalnya saya tidak bisa terima, “Kenapa saya musti kena? Kan katanya push the limit, it’s all in your mind, semua tergantung pikiranmu, ‘bisa’ artinya bisa, ‘ngga bisa' akan ngga bisa beneran. Koq pas saya praktekin, malah collapse?” Saya bener-bener ga bisa terima, saat itu. Untungnya, setiap kali muncul pikiran itu, dari dalam diri saya ada yang mengingatkan, “Jangan ngeluh mulu, tar malah dapet yang lebih parah, mau?” Tentu tidak!
 

Di Spesialis Mata setelah diperiksa, mata saya sehat. Kesalahan ada pada tubuh saya, dan saya diminta menemui Haematolog. Mungkin karena melihat rekasi saya yang tadinya semangat, lalu lemas, SpM tersebut mengatakan kira-kira seperti ini, “Jangan lemes-lemes, praise the Lord! Masih untung kamu dikasih tanda dari mata dulu, daripada langsung lumpuh sebelah, mau? Udah sana buruan ketemu Haematolog dan segera diobati.” Rupanya, ini tanda-tanda sebelum saya terkena stroke. Wah!
 

Di Haematolog baru diketahui bahwa ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan pengentalan darah. Saya tanyakan, apakah mungkin karena kecapekan? Bisa jadi, bisa juga faktor genetik. Memang benar, sejak Desember 2014, rata-rata sehari saya hanya tidur 2 – 3 jam di hari kerja, dan 4 – 6 jam di akhir pekan. Ini yang membuat saya terlalu lelah. Muncul lagi complain yang sama seperti sebelumnya, “Kenapa sih koq saya bisa collapse? Chris Gardner bisa. Merry Riana bisa. Kenapa saya sakit? Temen-temen yang lain, juga sama dan mereka bisa.”
 

Teringat pesan Spesialis Mata, sekarang saya lebih bisa bersyukur, karena dikasih peringatan untuk memperbaiki, ketimbang tanpa peringatan dan waktu, langsung lumpuh setengah.  Hal lain yang bisa saya syukuri dari kejadian ini:

  1. Punya waktu istirahat, 10 hari, puas tidur!
  2. Ketemu teman-teman lama yang mendukung saya
  3. Dapat 1 orang teman baru yang juga menguatkan saya untuk menghadapi hari-hari ke depan. Katanya, saya seperti seperti bunga kuning yang indah ini, dengan bulat sempurna di bagian tengahnya.
  4. Punya kesempatan untuk memperbaiki pola hidup.
  5. Punya kesempatan mengatur jadwal kerja supaya lebih efektif, cerdas & bijaksana.
  6. Dengan mata kiri yang belum bisa melihat sempurna,masih bisa menyetir dengan lancar, bahkan di malam hari.
  7. Punya bahan sharing ke Urbanesse tentang bersyukur ;).
  8. Punya kesempatan memilah-milah makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak dikonsumis, walaupun saya akui, untuk yang satu ini cukup sulit =)).
  9. Sebelumnya, saya sempat tidak semangat kerja, sekarang, jauh lebih lebih semangat.
  10. Punya waktu dengan keluarga.
  11. Masih ada kesempatan untuk mata kiri saya bisa melihat dengan sempurna lagi.
  12. Menyadari bahwa setiap orang diciptakan unik, tidak ada yang sama. Setiap orang memiliki jalur dan tujuan hidupnya masing-masing yang perlu dicapai. Untuk si A, untuk mencapai tujuan hidupnya dengan cara X. Bukan berarti saya juga dengan cara X untuk mewujudkan tujuan hidup saya. Orang-orang tersebut, adalah contoh orang-orang yang berhasil mewujudkan impiannya. Jadi, yang perlu saya tiru adalah keberhasilannya, bukan caranya.

   Dan masih banyak lagi!

 

Precious

 

Setiap kejadian, kita memiliki pilihan, mengeluh atau bersyukur. Mengeluh, menutupi kita melihat hal-hal baik yang sedang dan akan terjadi. Bersyukur, membuka kita terhadap hal-hal baik yang sedang dan akan terjadi. Di setiap kesempatan, saya berusaha untuk mencari hal-hal baik yang bisa disyukuri, ketimbang mencari hal-hal buruk untuk dikeluhkan.

 

 

Lihat ke bawah untuk bersyukur. Lihat ke atas untuk mewujudkan impian-impianmu.



gRc

ShoesVaganza.com | Energy Efficiency & Conservation | Single Mother of Two | Coffee, Music, Book & Chocolate

No Comments Yet.