Bullying di Kantor ?!?!


Monday, 30 Nov -0001


 

Bullying tidak hanya di sekolah tapi di tempat kerja juga bisa terjadi. mulai dari intimidasi sampai benar-benar melakukan tindak kekerasan. Komentar dan kritik membangun dalam dunia kerja sangat normal dan tidak digolongkan ke dalam bullying. Hal yang bisa digolongkan ke dalam bullying adalah jika perlakuan tidak menyenangkan yang tanpa alasan terus-menerus dan menyebabkan trauma psikis serta mental pada korban.


Perilaku yang bisa dikategorikan tidak normal, bahkan menjurus pada bullying, pertama tanyakan pada diri sendiri, apakah orang lain akan menganggap perilaku tersebut dapat diterima secara umum? Berikut beberapa situasi yang bisa disebut dengan Bullying :


1.    Selalu dibentak, dimaki, dan dihina di depan umum

2.    Rekan-rekanmu menyebarkan rumor dan cerita bohong tentangmu

3.    Dikucilkan

4.    Kamu mendapat hukuman yang berlebihan

5.    Kamu dijadikan bahan lelucon yang menyakitkan

6.    Rekan kerjamu mengaku-aku hasil kerja kerasmu

7.    Kamu mendapat kekerasan fisik

 

Pengalamanku

Berbicara tentang bullying di kantor, saya bekerja dan bergabung di sebuah perusahaan asing memang bukan perusahaan besar, tapi cukup baik untuk menunjang karir di bidang saya. Saya merasa sangat senang bisa diterima bekerja sesuai bidang dan pengalaman. hari – hari saya lalui dengat sangat semangat meskipun kuantitas pekerjaan cukup banyak dan deadline yang tidak ada habis - habisnya tetap saya hadapi dengan senyum. Di hari pertama saya bekerja mendapat sambutan yang begitu hangat dari rekan - rekan dan atasan saya. Hari hari berikutnya saya lalui dengan baik, pekerjaan yang sebelumnya tidak pernah saya kerjakan sendiri sekarang harus diselesaikan sendiri, karena hanya saya yang mengurus segala urusan keuangan di kantor ini.


Sampai pada satu hari terjadi gesekan kecil antara saya dan rekan sekantor, meeting di minggu pertama dihadiri semua penghuni kantor ini, tiba tiba salah satu orang yang paling senior di kantor ini yang bernama Sisilmemanggil dengan julukan “culun” awalnya saya hanya diam dan tertawa, tapi hari berikutnya panggilan itu seperti mengganggu fikiran dan orang itu selalu mencoba merendahkan saya dengan candaan yang tidak enak didengar beberapa kali di depan atasan saya.

 

Satu bulan berlalu, di saya merasa lelah sekali karena semalam baru saja menyelesaikan laporan tahunan sampai pukul 2 dini hari.Seperti biasa saya sampai di kantor dan menjadi orang pertama yang datang. Tak selang berapa lama atasan datang dan beliau memintaku menghadap ke ruangannya….pagi pagi saya harus menghadap Pimpinan, yang ada di pikiran saya bingung bercampur deg degan apa ada yang salah dengan pekerjaan saya. Tetapi tak diduga ternyata beliau memberikan reward naik gaji karena performa kerja yang bagus dan dinyatakan lulus probation. Wowwww hadiah di pagi hari yang membuat ku semakin bersemangat untuk bekerja.

 

Saya kembali bekerja dengan semangatnya, ternyata doa di pagi hari tadi langsung dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa ya? Tapi kesenangan itu tidak lama sesaat ketika saya asik  berbincang - bincang dengan teman-teman yang lain, tiba - tiba Sisil memanggil dengan nada yang kurang enak, “Ina!!! lo naik gaji ya? Kok ga bilang-bilang sama gue?” Saya agak kikuknya menjawab, “hah? Eh ah ih,,iya emang harus bilang ya?” Sisil dengan tegasnya jawab, “iyalah ngapain lo umpet-umpetin kaya gitu..?”

 

Saya hanya diam dan sekelilingpun memandang ke arah saya yang saat itu rasanya pengen ngamuk mengingat sikap teman yang satu ini memang agak menjengkelkan, selalu menyelak saat Saya berbicara dengan bos, selalu tidak mau kalah setiap dia melakukan kesalahan, membentak saya layaknya saya adalah bawahannya yang harus patuh setiap dia meminta bantuan, hari- hari selanjutnya pun dibayang - bayangi muka Sisil yang kejam dan suaranya bak halilintar itu ( ini lebay bgt tapi sungguh terjadi ) Akhirnya Saya memilih untuk bersikap biasa saja seperti tidak pernah ada masalah antara kita, meskipun hari-hari Saya rasakan selalu di bully dan di bully dengan perkataan dan sikap yang tidak layak di lontarkan oleh orang seumuran Sisil. Awal nya ketika saya kesal atau jengkel akan kelakuannya Saya alihkan dengan kesibukan sekecil apapun itu.


Setahun berlalu,beberapa teman dekat saya terhasut dengan omongan negatif Sisil tentang diri saya, tapi saya terus bersikap santai dan menunjukan prestasi kerja, semakin hari semakin baik, dan Sisil tergerus oleh keiriannya dan saya pun terus berlari mengejar karir meskipun kadang sampai menangis di rumah, dan tidak bisa tidur karena harus mengulang pekerjaan yang sengaja dihilangkan datanya oleh kelakuan Sisil.

 

Kebencian menjadi Semangat

Saya berhasil menunjukan kepada orang-orang yang tidak menyukaisaya di kantor ini, bahwa kebencian atau ketidaksukaan mereka kepada saya bisa diubah menjadi semangat untuk bekerja lebih baik lagi.. Saya pun tak luput dari salah dalam bekerja tapi saya mengakui dan segera memperbaikinya Saya selalu jujur kepada atasan mengenai masalah yang menyangkut pekerjaan, jadi atasan pun bisa menilai dari kedua pihak.

 

Saat ini saya sudah mendapat promosi naik jabatan di kantor ini , karena dinilai oleh atasan jujur dan bisa mengatasi tekanan serta memiliki attitude yang baik, sedangkan Sisil tetap di posisinya yang dulu. Jadilah kuat tapi tidak menyakiti, jadilah orang baik tapi jangan lemah,jadilah tegas tapi jangan menjatuhkan, jadilah orang yang percaya diri tapi jangan sombong.


Dimanapun dan dalam situasi apapun kita bekerja termasuk yang buruk pun, tetaplah bekerja secara professional, jujur dan berikan kemampuan terbaik kita. Maka pada akhirnya kita akan menuai hasil yang terbaik pula.

 

 

 



Anonim

No Comments Yet.