Bosan !!


Monday, 30 Nov -0001


 

Halo, Urbanesse. Aku mau share tentang bagaimana suatu komunitas persekutuan doa (cell group) mengasah karakterku. No, no, I'm not promoting specific religion, tapi yang mau aku sorot disini adalah hubungan horizontal terhadap sesama.

 

Sistem di lembaga kita, kalau member suatu cell group sudah membludak, maka harus multiplikasi agar cell group itu tetap efektif. Ibarat amoeba, berkembang biak dengan membelah diri hehe...Ketua cell group yang baru menunjuk aku dan beberapa orang untuk ikut dia ke cell group baru yang akan dibentuk. Ketua ini dan mayoritas orang yang dipilih tipe melankolis dan slow phase/santai, sedangkan aku tipe influencer, gradakan dan fast pace

 

Awalnya aku biasa-biasa aja, tapi lama-lama bosan, karena para member yang baru berdatangan setipe. Apa karena similar people attract similar people? Maybe. Tidak ada yang menginspirasi, baik secara perjalanan hidup, cara berpikir, karir, maupun kehidupan pribadi. Menurutku, pertemuan itu hanya menjadi rutinitas. Sharing-nya juga kurang mengena karena sering bahas teori/ayat yang ngawang-ngawang. Dan di hari lain, kami jarang berkomunikasi. Kurang care satu sama lain. Cuek dan lambat.

 


Keep Looking Don't Settle

Aku berusaha membawa perubahan, membina hubungan dan mengutarakan sudut pandangku secara baik-baik. Keadaan berubah menjadi lebih dinamis dan caring, tapi tidak berlangsung lama, karena emang dasarnya begitu. Hingga suatu hari, aku terngiang-ngiang dengan quote Steve Jobs: "Keep looking, don't settle." Ah, kan ngga ada larangan pindah cell group. Coba aja datang ke cell group lain dan minta ijin sama ketuaku. Ketuaku kaget mendengarnya. Walaupun awalnya dia tidak setuju, tapi karena aku orangnya stubborn, he had no choice.

 

Selama beberapa bulan, aku mengunjungi beberapa cell group lain dan tetap mengikuti cell group yang sekarang, karena belum resmi pindah. Wuih rasanya enjoy, bebas, bisa bandingin beberapa cell group dalam waktu yang bersamaan. Dan, aku malah jadi bisa lebih bersikap manis tetapi less expectation terhadap cell group lama. Karena ada cell group lain yang lebih exciting. Sampai aku berpikir, mungkin ini ya, rasa nikmatnya orang berselingkuh.

 

Sampai suatu hari, tiba-tiba nuraniku berkata, "Ini sudah mulai ngga bener. Kamu mau sampai kapan begini? Apa yang kamu cari?" Tiba-tiba aku sadar bahwa semua cell group memang pada dasarnya tujuannya baik dan awalnya memang menarik, tapi lama-lama pasti ada minusnya. Pada saat mengalami minusnya, mampukah kita setia dan bertahan? Lalu aku ingat lagi quote Steve Jobs itu, dengan interpretasi yang baru. "Keep looking for improving relationship and be persistence". Aku malu. Selama ini aku egois, cuma mikir me, me, me. Apa yang aku dapat? Apa yang menginspirasi aku? Apa yang bikin aku hepi? Aku lupa tujuan utama cell group, it is not about me. 

 


Tetap Bertahan di Saat Hati Mengatakan Tidak

Aku balik ke cell group lama. Ketua ku hepi dan aku baru mengalami ini toh yang namanya komitmen. Tetap bertahan di saat hati mengatakan tidak. Hati itu terkadang penipu ulung. Harus cek hatinya sehat apa tidak. Aku mulai menerima dan mencoba memahami perbedaan karakter, apalagi sebenarnya prinsip hidup mereka bagus. Tidak semua harus berjalan cepat. Tidak semua harus radikal. Tidak semua harus berpikir seperti aku. Aku belajar untuk memberi tanpa berharap kembali. Intinya, aku belajar selfless dan besar hati. Sampai sekarang, aku masih belajar setiap hari untuk itu. Dan bagusnya, kondisi cell group saat ini jauh lebih aktif dan caring satu sama lain. :)

 

 



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.