Berpindah Haluan Karir


Monday, 30 Nov -0001


Apakah anda pernah mengenal seseorang yang berganti profesi dari profesi sebelumnya yang benar-benar berbeda? Misalnya dari insinyur menjadi musisi seperti Purwacaraka, karyawan menjadi pengusaha seperti Bob Sadino?   

 

Dalam buku “The 10 Laws of Career Reinvention” Pamela Mitchell mengatakan banyak orang melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai selama bertahun-tahun padahal di luar sana terdapat banyak kesempatan untuk melakukan hal yang kita sukai yang bisa memberi penghasilan, baik sama atau bahkan lebih besar.

 

Saat ini saya berprofesi sebagai Finance Consultant dan pertanyaan yang paling sering diajukan ke saya saat saya bercerita tentang latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya sebagai IT dan sebelumnya bekerja di Astra adalah “Kenapa keluar dari Astra?” Banyak orang melihat Astra sebagai perusahaan besar yang memberi jaminan bagi karyawannya. Saya pun berpikir demikian, namun seiring dengan berjalannya waktu, saya menemukan hal-hal penting lainnya yang membuat saya tergerak untuk berganti profesi dan keluar dari Astra.

 

Ada beberapa proses yang saya lalui sewaktu berubah haluan:

 

Proses pertama adalah Menemukan impian dan alasan mengapa itu penting. Buat saya waktu untuk keluarga itu penting karena waktu tidak bisa diulang, saya ingin pekerjaan yang fleksibel secara waktu, saya juga ingin melakukan pekerjaan yang saya sukai dimana saya bisa terus belajar hal baru, bertemu orang dan sekaligus bisa membantu mereka. Ada satu kepuasan batin jika apa yang saya lakukan bisa berdampak positif. Selain itu saya juga tidak tahan dengan kemacetan, yang semakin hari semakin parah.

 

Proses kedua adalah Melakukan persiapan. Dalam bukunya Pamela Mitchell juga mengatakan bahwa tubuh kita menjadi petunjuk yang lebih baik dibanding intelektual kita. Memasuki tahun keempat di Astra, saya mulai gelisah dengan rutinitas pekerjaan. Saya kemudian mencoba mengambil pendidikan S2 dan mencari informasi tentang berbagai profesi di google termasuk profesi Konsultan Keuangan.

 

Saya kemudian mengambil pendidikan sertifikasi profesi Perencana keuangan di  IARFC Indonesia  dan saya bersyukur mendapat kesempatan untuk bisa bekerja/praktek jika saya telah menyelesaikan Kelas Lanjutan (Intermediate). Saya juga menyisihkan bonus akhir tahun saya untuk menambah Tabungan Dana Darurat. Perlu Tabungan Dana Darurat yang lebih besar jika kita ingin berpindah profesi.

 

Proses terakhir, dan merupakan proses yang paling sulit adalah Mengambil keputusan dan bertindak. Enam bulan kemudian setelah berdoa dan melalui proses pertimbangan yang panjang, saya memutuskan untuk keluar dari Astra di akhir tahun 2010. Saat itu tidak ada yang mendukung, termasuk orang tua, namun saya mencoba mengerti karena mereka hanya menguatirkan bagaimana nanti saya kedepannya. Waktu wawancara dengan calon atasan saya pun ditanyakan apakah saya yakin dengan keputusan saya, karena sebagai konsultan penghasilannya tidak tetap dan saya harus mulai dari bawah. Walau cukup deg-degan, namun akhirnya saya mengatakan bahwa tekad saya sudah bulat dan saya tetap dengan keputusan saya. Saya percaya rejeki itu dari Tuhan. 

 

Di tempat kerja yang baru, walaupun banyak tantangan saya merasa sangat bersemangat dan itu yang membuat saya berusaha melakukan apa yang Senior/Mentor saya katakan dan mengikuti ke mana beliau pergi, sehingga saya jadi banyak belajar. Seiring waktu saya mulai dipercaya untuk menulis artikel, siaran di radio, dan berhadapan dengan klien langsung tanpa ditemani Senior.  Di tahun itu, tahun 2011 saya membuat buku pertama saya ‘Your Finance is You’ dan diberi kesempatan untuk menulis buku kedua ‘Save Your Money’ berbarengan dengan Senior saya Bpk. Aidil Akbar membuat bukunya ‘Easy Planning’.

 

Tidak terasa 5 tahun sudah saya menjalani profesi sebagai Konsultan Keuangan/Finance Consultant, banyak suka dan duka. Namun saya bersyukur saya mengambil keputusan ini 5 tahun lalu karena saat ini sebagian besar impian saya sudah tercapai terutama memiliki waktu kerja yang fleksibel dan di tahun 2015 saya bisa mempersembahkan buku saya yang ketiga “Kenapa Perempuan Harus Cerdas Ngatur Keuangan?” yang diterbitkan oleh Transmedia Pustaka. Buat saya ini sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan uang :)

 

Jadi mengubah haluan dalam karir prosesnya memang tidak mudah, karena itu kita perlu menemukan impian dan alasan mengapa itu penting, melakukan persiapan, mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan keputusan yang telah kita buat. Do the best, pray, and never give up, I think that's the key!

 

Perjuangkanlah impian kita, karena hidup cuma satu kali! 


Yosephine P. Tyas, S.Kom, MM, CFP®

Certified Financial Planner



Yosephine P. Tyas

Wanita yang sudah menerbitkan dua buah buku perencanaan keuangan berjudul “Your Finance is You” di online publisher nulisbuku.com dan “Save Your Money” ini memang sangat senang berinteraksi dengan banyak orang dan mendengarkan keluh kesah mengenai masalah keuangan yang dihadapi dan memberikan solusi untuk membantu mereka. Yosephine atau yang biasa dipanggil phien ini menemukan passion di dunia perencanaan keuangan berawal dari rasa penasaran yang tinggi mengapa banyak orang terlibat dengan hutang. Phien pun kemudian mencari tahu bagaimana caranya agar keuangan dapat diatur dengan benar.

No Comments Yet.