Beat Your Crisis Before It Takes Your Joy Down


Monday, 30 Nov -0001


When written in Chinese, the word crisis is composed of two characters. One represents danger and the other represents opportunity.

John Fitzgerald Kennedy

Setiap orang pasti pernah berada dalam masa krisis mereka, dalam bentuk apapun. Beragam ekspresi yang juga dihadirkan oleh setiap orang, dengan hasil yang berbeda-beda pada setiap orang. Namun yang paling penting adalah bagaimana untuk tetap merasa bahagia ketika badai apapun hadir dalam kehidupan kita. Sebagian orang mungkin menanggapinya dengan terpuruk dan menutup diri. Sebagian lagi menjalani hidup sambil terus menyesali apa yang sedang terjadi. Sementara mereka yang berpikiran positif terus berjalan ke depan.

Memang ketika berada pada kondisi krisis, akan menjadi lebih mudah untuk diam dan  menunggu semuanya membaik. Suatu ketika, saya ditunjuk Direktur untuk menangani sebuah proyek Human Resources disebuah bank asing selama 4 bulan. Namun pada minggu pertama proyek, keadaan tidak sesuai dengan apa yang sudah dibahas dalam berbagai meeting marathon yang sudah dilakukan sebelumnya. Dua hari saya hanya memandangi sekitar saya dan berharap seseorang akan datang dan membereskan masalah yang saya hadapi. Tapi bantuan itu tidak pernah datang, dan saya semakin tenggelam dengan keadaan yang tidak menyenangkan. Dalam perjalanan pulang ke kantor dari tempat meeting, saya bahkan sudah menyusun bermacam alasan untuk tidak lagi mengerjakan proyek ini karena pihak user yang tidak kooperatif.

Tapi siapa saya sih yang bisa hengkang begitu saja dari penunjukan langsung oleh boss besar? Hingga akhirnya saya berbicara dari hati ke hati dengan teman saya dan mencari solusinya bersama-sama. Keesokan harinya saya memulai hari dengan mendatangi partner saya di bank yang bersangkutan dan mulai menyampaikan apa yang saya rasakan. Dari pembicaraan dua orang, kemudian dilanjutkan diskusi dengan beberapa leader terkait proyek. And it’s solved. Kedua belah pihak bisa bekerja sama dengan lebih baik dan saya yang merasa lebih bahagia melakukan apa yang harus saya lakukan. Pada hari-hari selanjutnya, ketika saya merasakan krisis yang sama atau lainnya, saya akan mulai mencari tahu masalahnya apa dan membicarakannya dengan orang-orang yang terkait. Dan saya tidak perlu merasa tidak bahagia karena masalah yang sebenarnya hanya menunggu untuk diselesaikan.

Dari pengalaman ini saya belajar, bahwa krisis apapun yang datang pada kita tidak bisa didiamkan saja karena ia akan menyeret habis kebahagiaan kita. Ibarat Dementor dalam film Harry Potter yang memakan habis kebahagiaan semua orang dengan kemuraman, maka seperti itulah yang terjadi ketika kita membiarkan krisis menguasai kita. Sebaliknya, krisis adalah sesuatu yang harus kita taklukkan untuk perasaan kita yang lebih baik. Diperlukan cara untuk tetap bahagia dan bersukacita dalam setiap masalah yang kita hadapi, dan ini akan berbeda-beda untuk diaplikasikan oleh setiap orang. Pada kasus saya, komunikasi dan sahabat untuk berbagi adalah kuncinya.

Dan di akhir hari, saya mengerjakan proyek yang dipercayakan kepada saya dengan perasaan sukacita, menguatkan persahabatan saya dengan kolega saya, melihat tatapan puas serta semua ucapan “well done!” dari klien saya. Namun satu hal yang juga semakin menambah kegembiraan saya adalah ketika boss besar saya memanggil langsung ke dalam ruangannya, dan diujung pertemuan seperti bergumam, “Yang membuat saya bangga adalah karena kamu berhasil mengendalikan sikap dominan kamu dan memanfaatkan sikap influence kamu dalam menyelesaikan masalah yang kamu hadapi.” Dan semua kemuraman yang saya rasakan pada hari-hari di awal proyek, semuanya seolah terbayar.

So Urbanesse, apapun krisis yang kita hadapi bukan menjadi alasan bagi kita untuk merasa tidak bahagia. Selalu ada celah dan cara untuk menyelesaikan apapun yang datang dalam kehidupan kita. Karena kebahagian diri kita sendiri jauh lebih penting dari semua yang kita kerjakan saat ini. Dan seperti yang dikatakan William Shakespeare Urbanesse; “This,too, shall pass”.

Picture source: http://www.dailymail.co.uk/femail/article-1346259/Alphabet-Human-Heart-How-feel-happier.html



Unknown

No Comments Yet.