Ayahku Teladanku


Monday, 30 Nov -0001


 

Waktu mendengar topik bulan ini yaitu "Teladan/Panutan", di otakku terbayang satu sosok, papa. Banyak orang yang kelihatan keren dan menginspirasi pada saat aku melihat mereka dari jarak jauh. Tapi, tidak banyak orang yang aku kenal secara candid, benar-benar aku bisa jadikan panutan. Papa adalah salah satu dari sedikit orang yang semakin aku kenal lebih dekat, semakin aku kagum dan respek padanya.


Papa yang aku jadikan teladan itu bukan orang yang sempurna. Justru, proses transformasi karakter dan perilaku dia lah yang menginspirasi aku. Aku masih ingat jelas ketika masih SD, aku dan saudara-saudaraku takut sekali sama dia. Papa selalu bekerja sampai larut malam dan stress dalam pekerjaannya sering membuat dia mudah emosi. Kalau anak kecil biasanya senang kalau dipanggil papanya, kita malah takut kalau nama kita dipanggil. Karena pasti akan dimarahi habis-habisan. Kita hanya dipanggil ketika kita berbuat salah. Kita juga tidak pernah dipuji kalau melakukan sesuatu yang baik. Tetapi, karena papa lebih sering berorganisasi dan terjun ke dalam pelayanan agamanya, over the years dia menjadi pribadi yang lebih toleran, lebih bijaksana, lebih relaks dan lebih mau mengenal anak-anaknya. Bahkan sekarang kita sering curhat ke papa dan suka ngobrol lamaaa....Proses pendewasaan ini memakan puluhan tahun, dan proses ini menumbuhkan rasa hormatku padanya.


By nature, papa orang yang berhati besar. Satu waktu ada masalah dalam bisnis keluarga. Di situ aku melihat sendiri bagaimana dia bisa legawa dan move on, tanpa melihat masa lalu dan menyimpan dendam. Dia juga selalu menasehati aku untuk berhati besar dan tetap tersenyum, ngga peduli betapa buruknya situasi itu.


Selain itu, traits yang aku kagumi dari papa, dia setia pada Tuhannya dan setia pada keluarganya. Perbedaan kota ngga menghalangi ritual tahunan ngumpul bareng. Dan sebagai laki, dia juga pegang prinsip, tanggung jawab, konsisten dan bersyukur pada apa yang dia miliki. Dia juga suka belajar. Sampai sekarang dia masih les mandarin. Dia juga suka belajar socmed sama kita anak-anaknya. Ngga jarang juga pas malam-malam aku melihat dia latihan nyanyi sendiri, yang bikin aku ketawa-ketawa geli tapi at the same time kagum sama semangat belajarnya.


Banyak yang aku pelajari dari papa, baik dari karakter bawaan dia maupun karakter hasil transformasi proses kehidupan. Setelah aku pikir-pikir lagi, teachable heart dia lah yang membuat dia menjadi sosok yang keren over the years, dan menjadi panutan aku dan anak - anaknya yang lain.



Novia Heroanto

Bekerja sebagai desainer grafis dan ilustrator, profesi impiannya sejak kecil. Perempuan kelahiran 2 November ini menyukai seni, fashion, dan gemar berburu kuliner lezat. Novi menyukai musik Coldplay, John Legend, dan Depapepe. Warna favoritnya merah. Novi membantu memilih foto dan membuat ilustrasi untuk artikel-artike Urban Women.

No Comments Yet.