Adultery : Sometimes You Have to Lose Yourself to Discover Who You Are


Monday, 30 Nov -0001


“We aren’t who want to be. We are what society demands. We are what our parents choose. We don’t want to disappoint anyone. We have a great need to be loved. So we smother the best in us. Gradually, the light our dreams turn into the monster of our nightmares. They become things not done, possibilities not lived.”

ADULTERY

Linda, seorang jurnalis yang memiliki kehidupan sempurna dengan adanya suami yang mencintainya, dua anak yang luar biasa, dan ekonomi yang mapan. Namun suatu hari Linda menyadari bahwa ada kepingan yang hilang dalam dirinya. Sebuah kehampaan jiwa. Hanya orang yang mengalami yang dapat memahami kehampaan yang Linda rasakan.  Kehampaan tersebut membawa Linda untuk mencari kesenangan batin.

Linda mengalami petualangan – petualangan yang sanggup memompa adrenalinnya. Pertemuan dengan cinta masa lalunya, pengalaman sex, dan kebohongan – kebohongan yang semakin lihai dia mainkan. Bagaimana Linda memainkan biduk caturnya? Ataukah dia membiarkan diri tenggelam dalam kubangan yang dia buat sendiri?

Paulo Coelho mengangkat satu tema yang terkesan klise : Adultery, sesuai dengan judul bukunya. Uniknya, buku setebal 320 halaman ini tidak membahas tentang penghakiman. Walaupun Paulo Coelho banyak mengutip ayat – ayat di Injil, tapi tetap saja Linda tampil sebagai seorang manusia biasa (bukan orang religious). Perselingkuhan bukan masalah keimanan atau agama yang dianut, melainkan kelemahan daging. Kelemahan yang mudah digoyahkan oleh dosa dan mendapatkan serangkaian pembenaran dan kamuflase logika.

Beberapa bagian dari Adultery membahas  tentang sex namun dengan lihainya Paulo Coelho menyuguhkan kepada pembaca tanpa unsur pornografi. Gaya penceritaannya dewasa dan matang. Seperti buku – bukunya yang lain, Adultery  juga mengambil tema besar yang menjadi identitasnya : pengembaraan pribadi menuju kesejatian. Pengembaraan pribadi Linda membawa kita kepada realita – realita yang (mungkin) tidak kita sukai tapi ada. Paulo Coelho membuka lapis demi lapis pencerahan yang Linda temukan dengan rapi, flat, tanpa emosi yang menghentak namun breathtaking. Buku ini mengajarkan nilai moral yang tinggi melalui permenungan.

Buku ini menarik bagi mereka yang memiliki pikiran terbuka dan anti mainstream. Tinggalkan idealisme Urbanesse sejenak dan nikmati sudut pandang yang berbeda dari Adultery.

Happy reading !



Vincentia Archi Persita Wulan Ari

I am passionate traveler. Travel formed me as much as my formal education. (David Rockefeller)

No Comments Yet.