99 Wisdom - Gobind Vashdev


Monday, 19 Jun 2017


Nama Gobind Vashdev mungkin sudah tidak asing lagi di dunia motivator. Penulis yang sekaligus memilih menyebut dirinya sebagai 'heartworker' ini sering mengungkapkan bahwa ia adalah pekerja hati - yang belajar pada setiap guru & pengalaman yang ditemuinya. 99 catatan mengenai hal tersebut dituangkan dalam bukuini. 

Pertanyaan - pertanyaan mendasar seperti pencarian jati diri, keberadaan Tuhan, langkah kebajikan terhadap alam, hingga berserah diri merupakan topik menarik yang selalu menjadi perhatian utama penulis. Masing - masing catatan dituliskan dengan singkat namun penuh makna, sehingga kita dapat dengan mudahmemahaminya. 

Berikut 5 pelajaran utama yang dapat saya petik setelah membaca buku ini:

 

  1. Pentingnya keseimbangan antara tubuh & pikiran

Keduanya saling melengkapi; maka sudah seharusnya kita menjaga hubungan keduanya tetap baik dan mendapatkan asupan positif agar output yang dituangkan melalui pikiran menjadi hal yang selalu bermanfaat bagi orang lain. 

 

  1. Menerima, lalu melepaskan

Dalam buku ini Gobind menuliskan, "Seperti kesenangan yang datang dan juga pergi, begitu pula sakit yang saat ini datang dan nanti juga akan pergi.". Nikmatilah rangkaian proses hidup yang terjadi dan sudah seharusnya kita alami, pasti ada pelajaran berharga yang dapat kita petik. 

 

  1. Berserah

"Sadarilah bahwa manusia tidak pernah kehilangan apa - apa karena kita tidak pernah memiliki apa - apa", Gobind dengan gamblang mengingatkan kita untuk tidak membebani diri dengan fokus duniawi. Sebaliknya, meringankan diri dan memahami bahwa kita terlahir tidak memiliki suatu apapun. 

 

  1. Bersahabat dengan alam

Apakah Urbanesse percaya bahwa dalam kesehariannya, Gobind Vashdev berjalan tidak menggunakan alas kaki? Hal ini ia lakukan demi keinginannya untuk menjadi lebih dekat dengan alam dan menghormati keberadaannya secara menyeluruh. Well, langkahnya memang tidak harus se ekstrim itu, namun kita mulai bisa mengusahakan untuk bersahabat dengan alam. Hidup selaras dengan alam, menurut Gobind, dapat membantu kita menyeimbangkan pikiran - tidak hanya mengisinya dengan hiruk - pikuk suara duniawi yang selalu memiliki motif/tujuan tertentu. 

 

  1. Menghargai & menghormati

Dalam ungkapannya, "Manusia menjadi tinggi ketika meninggikan (menghormati) selain dirinya dan menjadi rendah tatkala merendahkan orang lain". 

Setelah membaca buku ini, hati dan pikiran saya menjadi jauh lebih ringan. Melepaskan beban berat yang identik dengan deadline, tugas, atau keharusan. Sudah menjadi fitrahnya manusia hidup berselaras dengan tubuh dan pikirannya sendiri, bersinergi dengan alam, dan memberikan manfaaat untuk lingkungan sekitarnya. 

 

 

 

sumber buku: cdn.tokobaca.com



Nathalie Indri

No Comments Yet.