2 Kali Keguguran Tidak Membuatku Menyerah


Monday, 30 Nov -0001


Aku anak bontot, dan seperti kebiasaan anak bontot yang selalu mau menang sendiri, apa mau ku harus selalu di turuti. Ketika umur ku 19 tahun aku memutuskan untuk bekerja sambil kuliah dan seperti biasa orang tua ku, mau tidak mau harus menuruti ku.


Pekerjaan yang sudah aku lakukan juga bervariasi, tapi dari keputusan ku itu sejak aku bekerja, aku sudah mandiri dalam hal keuangan sampai untuk biaya kuliah saya membayar sendiri.Hal itu terus berlanjut sampai saya berumur 25 tahun. Dunia saya, berangkat kerja – kerja – pulang kerja sampai rumah sudah malam – tidur, terkadang hari Jumat adalah waktu nya saya bersosialisasi dengan teman selain di kantor.  Saat masih single tidak pernah terpikir ketika saya sudah menikah saya akan menjadi Ibu rumah tangga full mengurus rumah, suami,dan anak.


Tiba saat nya saya mempunyai hubungan serius dengan laki laki. Muncul sedikit rasa ingin tahu ,seperti apa yaa…rasanya kalau nanti saya nikah trus jadi Ibu Rumah tangga. Waktu itu ada sedikit membayangkan saya di rumah , memasak untuk suami, mengurus rumah,sepertinya bahagia hehehehehe. Ketika sebuah momen pernikahan itu terjadi, saya dan suami punya rules dalam satu minggu ada 1 hari khusus untuk saya dan suami bersosialisasi dengan teman, dan tanpa sadar saya mengajukan untuk tetap di ijinkan bekerja, bersyukur permintaan saya di setujui.


Sebelum 1 tahun pernikahan saya sudah positif hamil tetapi karena terjadi pendarahan akhirnya kandungan saya di haruskan untuk di gugurkan. Sedih sudah pasti kecewa pasti, saya merasa tidak dapat menjaga apa yang seharusnya menjadi anugerah untuk ku dan suamiku. Semua orang menyalahkan karena aku terlalu capek kerja. Sempat terpikir apa iya gara – gara aku kerja, tempat kerja ku jauh dari rumah, apa karena aku terlalu stress di pekerjaan.  Setelah kandungan ku di beri obat untuk di gugurkan. Saya istirahat di rumah selama 2 minggu. Minggu pertama masih oke karena aku harus bedrest..minggu ke 2 di rumah seperti tidak ada gairah hidup, setelah suamiku pergi bekerja aku hanya tidur nonton tidur bengong.


Setelah 2 minggu istirahat ku berakhir seperti burung yang baru dilepas dari sangkarnya langsung terbaaanggg rasanya bebas.

Ketika banyak yang menasehati ku untuk tidak bekerja agar aku segera bisa hamil,sepertinya suamiku tahu apa isi hati ku. Aku masih ingin bekerja. belum siap untuk full time di rumah. Sekilas info yang tadi nya aku tidak bisa memasak, sekarang aku sudah bisa memasak dan saya masih tetap bekerja.


Satu tahun kemudian , Tuhan mengAnugerahkan lagi kepada kami, aku positif Hamil, sangat aku jaga tetapi apa yang Tuhan berikan tidak lama, kembali aku mengalami pendarahan dan akhirnya dikuret. Kali ini yang terpukul sekali adalah suamiku dan semakin banyak yang menyuruh aku untuk berhenti bekerja.


Akhirnya aku berhenti bekerja tapi tetap mencari kerjaan yang lebih dekat dengan rumah, kami tidak hanya diam, kami juga konsultasi ke Dokter dan semua baik baik saja, dan Dokter juga memperbolehkan ku untuk tetap bekerja, seperti nya dokter ku ini tahu kalau aku di rumah akan tambah stress hehehehhe.


1 tahun setelah keguguran aku yang ke 2, kami belum juga diberi kabar baik dan sekarang sudah 2 tahun. Bersyukur aku mempunyai suami yang tidak pernah bertanya “kapan kamu hamil?” dia yang selalu membesarkan hati ku ketika banyak yang mulai memojokkan aku sebagai perempuan yang belum juga di beri momongan. Dia selalu berkata “ Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, bukan memberikan apa yang kita mau” bukan karena aku masih bekerja aku tidak bisa punya momongan.


Kami tetap berusaha ke Dokter, minum apapun yang orang bilang bisa mempercepat dapatkan momongan, kami selalu berpikir positif dengan keadaan kami sekarang kami diberi waktu lebih banyak untuk berdua, di beri waktu untuk mempersiapkan mental dan belajar lebih banyak bagaimana menjadi orang tua yang  baik. Tapi yaa kembali lagi….kita hanya bisa berusaha dan berdoa, dengan penuh keyakinan Tuhan akan memberikan anugerah di saat yang tepat untuk kami. Selalu bersyukur di situasi apapun termasuk yang tersulit. Amiiinn.



Aci

No Comments Yet.