12 Years a Slave


Monday, 30 Nov -0001


Bayangkan jika hidup Urbanesse berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak diharapkan, bahkan membayangkannya saja tidak. Alih-alih mendapat penghasilan yang lebih baik, malah masuk ke dalam lubang yang sangat dalam dan gelap. Atau mungkin Urbanesse sedang mengalaminya saat ini? Pas banget nih! Dont’t lose hope, frase ini yang muncul selama saya nonton film ini.

Film ini merupakan kisah nyata tentang hidup Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor), berlatar belakang di Amerika, sebelum Perang Sipil. Film ini dimulai dengan scene yang menunjukkan betapa sejahtera dan bahagianya keluarga Solomon, memiliki seorang istri yang cantik dan menarik, 1 orang putra dan 1 orang putri, semuanya begitu indah. Keluarga Northup tinggal di Saratoga, California. Mata pencarian Solomon adalah bertani dan violinist, dan memiliki properti di Hebron, New York. Solomon merupakan African-American yang dinyatakan bebas secara hukum & bersertifikat. Di tahun 1841, Solomon mengiyakan tawaran pekerjaan dengan upah yang menggiurkan dan diculik, karena pekerjaan tersebut memang tidak pernah ada. Mulai dari tahun 1841 hingga 1853, Solomon bekerja di berbagai macam perkebunan dengan majikan yang berbeda-beda. Selama itu juga Solomon tidak pernah berhenti berharap untuk bebas, ia selalu berusaha. Walaupun beberapa kali gagal, dikhianati, terlihat tidak ada kemungkinan, ia tetap berharap dan berusaha. Ternyata, harapan itu memang benar-benar ada, di tahun 1853, ia bebas.

Salah satu produser film ini adalah Brad Pitt, yang juga muncul dalam film ini. Film ini menerima banyak sekali pujian dan penghargaan, beberapa diantaranya adalah:

  1. Academy Awards: Best Picture, Best Supporting Actress untuk Lupita Nyong’o berperan sebagai Patsey dan Best Adapted Screenplay untuk John Ridley (screenplay).
  2. Golden Globe Award for Best Motion Picture – Drama
  3. British Academy of Film & Television Arts – the Best Film & the Best Actor award for Chiwetel Ejiofor

Bagi saya pribadi, film ini mengajarkan saya banyak hal, yang pasti untuk tidak pernah berhenti berharap dan berusaha, don’t lose hope, hal lainnya:

  1. Jangan mudah percaya orang. Beberapa kali Solomon dikhianati karena mudah percaya pada orang asing
  2. Bijaksana itu perlu. Dalam film ini, ada beberapa kejadian yang jika dilihat sepintas, bisa dianggap benar, namun setelah diperhatikan lagi, sebenarnya itu tidak benar. Perlu hati-hati, terutama saat Urbanesse tidak dalam kondisi yang fit mendekati putus asa.
  3. Jangan sampai kecerdasan Anda diketahui oleh orang yang salah, karena akibatnya bisa fatal
  4. Fokus pada tujuan akhir. Dalam hal ini, tujuan akhir Solomon adalah bebas dan berkumpul lagi dengan keluarganya, sehingga apa pun hal yang akan mengganggu konsentrasinya, Solomon selalu berhasil mengesampingkannya dan kembali ke track.
  5. Putus asa itu berbahaya

Bagaimana dengan Urbanesse? Saya yakin, Urbanesse juga akan mendapatkan banyak hal dari film ini. Tentunya akan lebih semangat lagi untuk mewujudkan target-target yang dibuat di awal tahun, yang mungkiiiinnn beberapa diantaranya mulai terlihat tidak mungkin ;).



Unknown

No Comments Yet.