Resume Pertemuan Heart To Heart “Mengapa Perempuan Kerap Tertarik ‘Bad Boy’ ?


Monday, 22 Jul 2019


Halo Urbanesse, Pada hari Jumat (19/7) lalu Urban Women kembali mengadakan Urban Women Heart To Heart dengan tema ‘Mengapa Perempuan Kerap Tertarik Dengan Bad Boy?’.  Pertemuan ini di hadiri oleh 7 orang peserta, bertempat di Sinou Hausen Coffee & Eatery, Panglima Polim Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut peserta saling memberi pandangan dan beberapa pengalamannya menjalin hubungan dengan pria yang berkarakter ‘Bad Boy’. Semua peserta yang hadir sepakat bahwa Bad Boy tidak bisa hanya di lihat dari penampilan luar dan fisiknya, karena tidak semua Pria yang yang penampilan luarnya di identikan dengan bad boy adalah pria yang karakternya tidak setia, hanya pandai ‘spik-spik’  saja dan sulit berkomitmen. Diana salah satu peserta dalam pertemuan tersebut menyebut bahwa  Bad Boy adalah label yang di persepsikan bagi Laki-laki yang sangat pandai & tahu cara men-treatment perempuan dengan cara-cara yang baik&romantis (womenizer)’.   Mungkin itu yang sering membuat perempuan tertarik karena mereka biasanya bijaksana, santai (homoris) di satu waktu, mereka tahu kapan waktunya memuji dan memperhatikan perempuannya lebih (buat orang lain yang dengar mungkin kaya gombal tetapi buat  (perempuan yang sedang di perlakukan lebih oleh si Bad Boy) ucapan-ucapannya sangat meyakinkan sehingga bisa membuat diri kita di satu waktu percaya &merasa cocok dengan lelaki tersebut. Karena Bad boy memang sangat pintar membawakan dirinya di hadapan perempuan yang di incarnya” ungkap Diana.

Wani  menambahkan kalau dari pengalaman beberapa temannya, kadang pujian & perhatian  mereka memang jujur pada perempuan yang menjadi pasangan hidup maupun yang akan menjadi pacar mereka. Namun, seorang Bad Boy di beberapa kasus ada yang memang sulit setia & berkomitmen , namun dari pengalaman beberapa rekan saya, tidak sedikit juga kok ada dari lelaki yang kerap di cap bad boy tersebut yang sejatinya mereka memiliki kesetiaan, bisa berkomitmen dan memiliki tanggung jawabnya. Bad Boy menurut saya lebih kepada karakter Pria dan sikapnya bukan tampilan luarnya.  ‘Nggak semua  Bad boy itu tidak setia dan sulit punya komitmen’, yang nggak bisa setia ada, yang setiapun pasti juga ada tentunya, jadi kita tidak bisa ketok rata berkenaan dnegan sikap dan karakter mereka sebelum benar-benar mengenal karakternya. Lagi-lagi semua itu tergantung kita sebagai perempuan yang harus pintar-pintar untuk nggak mudah terbawa perasaan dan tahu batas rasa cinta/suka terhadap laki-laki tersebut’ Terang Wani.

Peserta lainnya Aini dan Nur juga memiliki pendapatnya tentang Bad boy. Menurut Aini laki-laki bisa di katakan bad boy adalah mereka yang pintar mengambil hati perempuan yang sedang di taksirnya di awal-awal hubungan. Ketika hubungan tersebut mulai terjalin, di waktu berikutnya saat perempuannya sudah merasa yakin, cocok, baper dan nyaman dengan mereka, mereka bisa dengan mudahnya datang dan pergi bahkan berpindah ke lain hati karena tipe mereka yang masih sulit memiliki hubungan yang serius’ ungkap Aini.

Saya setuju dengan pendapat sebelumnya bahwa perempuan sejatinya yang memegang kendali dirinya sendiri agar nggak gampang terbawa perasaan oleh perilaku & janji dari lelaki yang masih sulit berkomitmen. Jadi ketika kita sudah tahu lelaki tersebut sulit memegang komitmen, di saat itulah saya sebagai perempuan yang harus inisiatif untuk melepaskan atau menegaskan pada pria tersebut tentang komitmennya, jadi sebelum semua di lewati terlalu jauh kalau sudah lihat tanda-tandanya sudah kurang baik, saya lebih memilih menyudahi hubungan itu di awal agar tidak semakin kecewa dan sulit melepaskan’ Ungkap Nur menambahkan.

Masyita peserta UW Heart to heart lainnya juga berpandangan bahwa banyak juga dari mereka yang pernah di labeli Bad Boy malah memiliki kesetiaan, bertanggung jawab dan memegang komitmen dalam sebuah hubungan, ketika mereka telah  menemukan pasangan idealnya (pasangan ideal yang bisa saling mengisi kebutuhan masing-masing).

Berdasarkan pengalaman peserta yang hadir, beberapa faktor penyebab pria masih sulit berkomitmen adalah karena mereka terbiasa mendominasi & mengendalikan sebuah hubungan tanpa ada ketegasan yang dilakukan pasangan wanitanya sehingga mereka  tidak belajar bertanggung jawab atas hubungan tersebut.

Lalu ada pertanyaan dari salah satu peserta yang hadir, tentang bagaimana ketika sudah memberikan segalanya di masa pacaran, ternyata pria tersebut belum bisa berkomitmen, setia dan bertanggung jawab ? ‘Melepaskan adalah yang terbaik buat saya, toh dengan melepaskan pasangan saya terdahulu saat itu malah membuat hidup saya lebih baik lho ternyata. Saya bisa fokus untuk membahagiakan orangtua saya setelah sebelumnya saya memiliki hubungan yang toxic, yang tidak membawa saya pada kebaikan dan hanya merongrong kehidupan saya’ terang Kori salah seorang peserta UW Heart to Heart yang saat itu sempat berbagi cerita tentang hubungan dengan pasangannya terdahulu.

Kami semua yang hadir sepakat, bahwa sebuah jalinan asmara sejatinya bisa bermanfaat buat kedua belah pihak. Jika salah satunya masih merasakan ketidaknyamanan sebuah hubungan setiap waktu, lalu yang di rasakan sudah tidak lagi membawa kebaikan dalam pengembangan diri & tidak juga membawa relationship yang sehat untuk diri sendiri sebagai perempuan MAKA pilihan terbaik adalah tidak dilanjutkan. Pilihan atas keputusan tersebut ada pada diri masing-masing kita yang merasakan dan mengalaminya. Diri kita sendirilah yang benar-benar mengetahui baik buruknya hubungan tersebut tetap di lanjutkan atau tidak. Kami  juga sepakat dengan mengusahakan bahwa kita tahu resiko dan tanggung jawab atas pilihan/keputusan yang akan kita ambil. Tidak ada yang salah atau benar atas pilihan/keputusan yang ingin diambil NAMUN pastikan pilihan tersebut adalah memang baik untuk hidup kita dengan segala konsekwensinya.

Jadi nantinya ketika kecewa dalam sebuah hubungan atau ada hal yang membuat kita tidak merasa  nyaman kita tidak berkeluh kesah, meratapi diri, tidak merasa menjadi korban laki-laki atas apa yang kita alami, karena sekali lagi berdasarkan pengalaman sharing rekan-rekan di UW heart to Heart kali ini ‘diri kita sebelum memutuskan memilih pilihan tersebut masih memiliki kesempatan untuk memikirkan dan memutuskannya. Pastikan apa yang kita pilih adalah yang memang kita butuhkan BUKAN kita inginkan. Diri kita yang memilih dan kita yang bertanggung jawab dengan pilihan tersebut.

Pembelajaran yang kami dapat petik secara garis besar pada pertemuan kali ini, dari beberapa pengalaman sharing peserta yang pernah menjalin hubungan dengan pria yang sulit berkomitmen diantaranya :

  1. Belajar untuk tahu batas kecintaan dalam menjalin sebuah hubungan; mampu mengendalikan/peka pada diri sendiri agar tidak mudah terbawa perasaan dan pikiran yang di buat oleh diri kita sendiri. Seperti mengurangi perasaan iba, tidak tega, takut kehilangan, takut melepaskan, cemas dan ketakutan serta kekhawatiran lainnya yang sering kali diri kita sendiri yang mengembangkannya di dalam hubungan dengan laki-laki.
  1. Berhenti berekspektasi/berharap tinggi terhadap hubungan yang sedang di jalani. Meski itu masih baru atau hubungan tersebut sudah berlangsung lama sekalipun, perempuan sejatinya harus tetap tenang, tidak terburu-buru untuk menjalani hubungan tersebut & mengambil keputusan.
  1. Berdasarkan dari pengalaman beberapa sahabat yang pernah mengalami, Bersikap jujur & terbuka atas segala yang kita butuhkan/sukai dalam menjalin hubungan dengan pria malah membuka komunikasi yang baik dengan pasangannya, hubungan tersebut malah lebih jelas arah & tujuannya.
  1. Dan yang terakhir adalah belajar memiliki keberanian untuk membangun ketegasan di awal hubungan guna membicarakan tentang hubungan tersebut mau dibawa kemana, sampai kapan. Jika serius, katakan untuk sama-sama memegang dan membangun komitmen bersama tersebut. Tentunya dengan membuat konsekwensinya kalau salah satu pihak melanggar 
  1. Kami sepakat bahwa Bad Boy bukan di identitaskan dari penampilan luar diri mereka melainkan Bad Boy adalah bagaimana karakter & cara pria bersikap pada pasangannya. Mereka memang  bisa membuat perempuan yakin, nyaman di sisinya, perhatian, bijaksana, pembawaanya santai, beberapa bisa romantis, humoris dan bahkan mampu memperlakukan perempuan dengan baik ini yang membuat perempuan mudah jatuh hati dengan Bad Boy karena pembawaanya di awal-awal hubungan yang cukup mengesankan. NAMUN beberapa dari mereka memang masih ada yang sulit berkomitmen&sulit setia tetapi kita tidak bisa dengan cepat menghakimi & memberi label Bad Boy sebelum mendalami lebih jauh karakter mereka.

So, Ladies, Intinya kami sepakat bahwa menjalin hubungan dengan karakter Bad Boy atau Bukan sekalipun semua tahapannya sama. Jika kita sedari awal sebagai perempuan sudah mengizinkan hubungan tersebut di kendalikan pihak lain, mudah di tarik ulur hubungan oleh mereka dan kita tidak dapat membuat ketegasan di awal hubungan tersebut, maka hubungan tersebut akan berjalan kurang sehat dan baik untuk diri kita sebagai perempuan.

Terimakasih untuk peserta yang hadir di pertemuan kali ini. Sampai jumpa pada pertemuan Urban Women Heart To Heart di bulan berikutnya Urbanesse .



Unknown

No Comments Yet.