Pandangan Pria Mengenai Wanita Yang Pernah Gagal


Friday, 18 Oct 2019


Halo Urbanesse, dalam artikel pandangan pria kali ini kami mewawancarai salah seorang Sahabat pria yang akan memberikan pandangannya seputar tema yang berkaitan dengan kegagalan yang dialami oleh wanita. Apa tanggapan ia mengenai wanita yang sudah gagal dan pelajaran apa yang ia dapatkan dari pengalamannya?
Berikut wawancara kami dengan Dema (29th), yang berprofesi sebagai Jurnalis.

1. Menurut pendapat pria, apa itu kegagalan?
Bagi saya, kegagalan itu adalah suatu keadaan yang wajar dan jangan pernah kita anggap sebagai penyesalan jika itu terjadi. Mengapa? Karena jika kita menganggap keadaan itu sebagai suatu penyesalan, maka kita tidak akan pernah berusaha untuk menggali potensi kita dan mencoba lagi hal yang baru.
Kegagalan itu menurut saya hanya bagaimana cara kita memandangnya dengan sudut pandang kita. Contohnya adalah kita memperjuangkan seseorang yang benar-benar kita sayang dan pasangan kita pun melsayakan hal yang sama. Kemudian suatu ketika di tengah perjalanan, kita menemui masalah yang membawa hubungan tersebut menjadi gagal dan tidak bisa melangkah lebih jauh bersamanya. Apakah kita akan berhenti hanya karena “masalah dan kegagalan” tersebut? Lalu, apakah kita akan meninggalkan dia begitu saja? Seperti yang saya katakan sebelumnya, jangan sampai hal tersebut membuat kita mudah menyerah serta mengambil keputusan yang salah hingga akhirnya kita sadar lalu menyesalinya. Kegagalan itu baiknya kita hadapi bukan dihindari dan dicari solusinya.
Jika kita gagal 1 kali, maka coba lagi kedua kalinya. Jika kita gagal 100 kali, maka masih ada percobaan ke-101 kalinya. Kegagalan itu hanya benih dan suatu saat benih itu akan tumbuh menjadi buah 'keberhasilan'.

2. Apakah anda mempunyai pengalaman terkait tema ini?
Tentu saja. Saya pernah mengalami kegagalan, lebih spesifiknya adalah gagal menikah. Jika kembali mengingat saat itu, memang terasa berat sekali. Namun itu adalah suatu peristiwa yang tidak akan saya sesali. Sekarang saya sudah sangat bahagia dengan pasangan saya. Dia membuat saya merasa menjadi bagian dari dirinya dan jika ada suatu hal yang terjadi, kita pasti akan segera membahasnya bersama-sama. Tapi jika saya waktu itu menyesal dan hanya terjebak dalam kondisi seperti itu, mungkin saya telat untuk mendapatkan kebahagiaan saya.
Dalam hal bisnis pun saya pernah mengalami gagal. Saat dahulu masih bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan logistik, saya pun membuat bisnis berjualan kuliner dengan sistem order dan online. Awalnya bisnis tersebut berjalan lancar dan sudah cukup banyak konsumen saya yang menyukai kuliner yang dijual hingga akhirnya menjadi pelanggan tetap. Karena respon positif tersebut, saya berfikir untuk mengembangkan sayap lagi. Lalu muncul ide untuk membuka kedai kecil dengan menyewa sebuah toko kecil dan bekerja sama dengan teman. Disitulah kegagalan dimulai, usaha saya yang awalnya cukup laris tiba-tiba secara drastis penjualannya menurun. Entah karena salah mencari lokasi jualan atau metode penjualan saya yang salah, sehingga banyak pelanggan saya yang cukup kesulitan mencari lokasi dimana saya membuka bisnis kuliner tersebut. Pada akhirnya hanya bertahan sekitar dua bulan dan bisnis saya bangkrut karena pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Tapi setidaknya dari sini saya sudah mendapatkan pelanggan, sehingga kalau suatu saat saya membuka usaha lagi, maka orang pertama yang akan saya hubungi adalah para pelanggan tersebut.

3. Bagaimana pandanganmu mengenai wanita yang pernah gagal?
Wanita yang pernah gagal itu adalah wanita yang kuat. Mengapa? Karena wanita yang pernah mengalami gagal tersebut bisa mengerti dirinya sendiri dan semakin kuat menghadapi masalah hidupnya. Tetapi perlu diperhatikan apakah kegagalan tersebut dapat membuat dia lebih dewasa atau malah sebaliknya? Dari kegagalan tersebut saya bisa melihat dan merasakan tekad dia seperti apa, tujuan hidup dia apa, dan bagaimana dia menghadapi masalah hidupnya. Dan dari kejadian tersebut, saya dapat melihat bahwa wanita tersebut kuat untuk menjalani hidup atau ngga meskipun pernah gagal. Pasangan saya saat ini dulunya juga pernah merasakan kegagalan serupa dengan saya dalam hal pernikahan. Namun dibalik semua itu, wanita yang pernah mengalami gagal pasti akan mengalami trauma dan suasana hatinya bercampur aduk menjadi satu. Di saat itulah, saya sebagai pria harus menenangkan hatinya, mencarikan solusi untuknya, dan menyayangi dia sepenuhnya dengan tulus.
Wanita yang gagal itu dapat diibaratkan seperti seseorang yang ingin membeli sesuatu yang dia suka dan sudah sangat lama dia idam-idamkan. Lalu dia menabung, mengumpulkan uang dengan berbagai cara, dan akhirnya terkumpul. Tapi ketika saatnya dia hendak ke toko untuk membelinya, barang itu malah lebih dulu dibeli oleh orang lain. Kecewa? Pasti! Tapi jangan karena hal tersebut kita jadi memurungkan diri dan menyesalinya. Setidaknya dia sudah berjuang mengumpulkan uang kan? Uang itu dapat disimpan, mulai mencari lagi hal yang disuka dan rencanakan untuk membeli produk lain (pengalaman dan hal baru) yang mungkin lebih istimewa dari produk sebelumnya.

4. Menurut anda apa faktor eksternal atau internal dari Kegagalan?
Banyak sekali sebenarnya faktornya. Kalau faktor eksternal dari kegagalan itu menurut saya adalah pengaruh dari cerita kegagalan orang lain. Terlalu sering mendengarkan cerita kegagalan orang lain tidak apa-apa namun seringkali cerita tersebut secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir kita. Sehingga pada akhirnya, rasa pesimis yang lebih dominan, padahal kita sendiri belum pernah mencobanya.
Kalau faktor internal dan salah satu yang paling sering terjadi adalah jarang berfikir panjang dan bijak dalam menentukan sikap atau membuat keputusan. Terlalu banyak berpikir pun tanpa ada tindakan selanjutnya juga menjadi faktor eksternal artinya berteori terus tanpa memulai praktek.

5. Bagaimana anda bisa bangkit dari gagal dan bisa move on? Pelajaran apa yang anda dapatkan dengan pengalamanmu?
Saya bukan bisa tetapi mau bangkit karena saya memiliki pemikiran bahwa masih ada masa depan untuk saya. Lalu masih banyak peluang baru yang lebih menarik untuk saya pelajari dan saya jalani. Jika saya terlalu lama 'berteman' dengan kegagalan, maka saya tidak akan pernah bisa merasakan betapa 'nikmatnya' mencari jalan untuk mencapai kesuksesan. Dan ketika sukses itu bisa saya raih, itu merupakan nikmat luar biasa dari Tuhan, karena saya perlu perjuangan dan pengorbanan untuk meraihnya.
So, kenapa kita terlalu lama merenungi kegagalan?


Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari kegagalan. Dan saya yakin pria atau wanita juga dapat belajar hal ini:
- Saya belajar bahwa Kegagalan itu adalah Kesempatan
Kesempatan untuk mencari solusi, entah itu dengan diri sendiri atau bercerita kepada orang lain untuk mendapatkan masukan dan solusi darinya. Kesempatan untuk menggali lagi kemampuan diri. Dan kesempatan untuk menguji diri sendiri.

- Saya belajar bahwa Wanita atau Pria yang Pernah Gagal pasti akan menjadi Bijak
Karena pasti sudah pernah melalui hari yang sulit dan hari yang senang sehingga akan berfikir panjang dalam menentukan sikap selanjutnya jika dipertemukan dengan situasi yang sama.

- Saya belajar bahwa Proses Move On itu Mendewasakan Diri
Dalam proses Move On itu banyak hal terjadi yang dapat merubah diri. Tentunya seperti anak kecil baru belajar, pasti pernah terjatuh atau yang terparah mungkin berdarah sedikit namun ketika sudah tau pernah terjatuh di tempat yang sama dan sakit, pasti akan mencari jalan lain atau cara lain agar tidak berdarah lagi. Ada hal-hal baru yang dapat dipelajari seiring berjalannya waktu sampai mencapai Move On. Selain itu, yang terpenting bagi saya adalah kegagalan bukan akhir dari segalanya, namun sebuah awal untuk memulai lagi segala sesuatu dengan metode dan cara yang berbeda dari sebelumnya. Walaupun itu membutuhkan lebih banyak waktu lagi karena saya harus mencari ide-ide baru lagi. But it's okay… lebih baik mencoba lagi daripada harus tetap tenggelam dalam kegagalan, bukan?

- Saya belajar lebih Bersyukur
Salah satu pelajaran yang terpentin adalah saya bersyukur sampai saat ini saya diberikan kemampuan untuk menjalani semua. Tidak menyerah untuk mencari kepingan kehidupan yang masih perlu saya lengkapi. Dengan bersyukur membuat saya tidak menyerah begitu saja dan saya lebih ada motivasi untuk mencari inovasi lainnya. Banyak bersyukur membuat saya mudah mencari jalan dan cara lainnya untuk mencapai kesuksesan.

Pesan saya bagi wanita yang pernah atau mungkin sedang merasakan kegagalan dalam hidupnya adalah jangan pernah menyesali datangnya kegagalan tersebut. Jadikan kegagalan itu sebagai langkah awal untuk selanjutnya menuju kesuksesan/keberhasilan. Ingatlah ketika anda masih balita, belajar duduk sendiri, belajar merangkak, kemudian belajar berdiri, lalu berjalan terbata-bata, hingga akhirnya anda tidak hanya bisa berdiri dan berjalan, namun juga bisa berlari dengan riang gembira. Semuanya perlu proses, kan? Mungkin sudah ratusan kali anda menangis karena terjatuh saat belajar berjalan, tapi pada akhirnya? Tangisan anda berubah menjadi tawa kebahagiaan, penuh keceriaan.
Begitu juga kesuksesan, semuanya ada proses, walaupun anda pernah gagal berkali-kali. Nikmati saja prosesnya, dan yang terpenting adalah selalu bersyukur kepada Tuhan agar kita diberi cara pandang yang berbeda menghadapi kegagalan. Bukan dengan kekecewaan melainkan dengan kesabaran, kekuatan, ketenangan, serta kesanggupan untuk melanjutkan perjalanan sukses kita mencapai sesuatu.
Jadi berdasarkan pengalaman Dema nih Ladies, dapat disimpulkan bahwa “Kegagalan itu wajar kita rasakan, agar kita belajar dan mengerti bagaimana rasanya berjuang dari nol. Tidak perlu malu untuk gagal, karena ini akan mendewasakan pola pikir kita untuk mencari jalan dan solusi menuju keberhasilan yang ingin kita tuju.”


Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk Urbannesse ya. Ayo kita sama-sama semangat!



Selvya Mulyani

Kelahiran 9 maret 1987 di Kalimantan Selatan. Bekerja sebagai analis laboratorium Kimia Fisika Gas di BBTKLPP Banjarbaru. Penggemar buku Dan Brown, Dewi Lestari, JK Rowling, dan novel serial Trio Detektif. On process, being better person, healthy, happy, lucky, peace and blessed. Remember the path, keep the faith, walk on track.

No Comments Yet.