Filosofi Teras


Friday, 21 Jun 2019


Apakah kamu sering merasa khawatir akan banyak hal?

Baperan?

Susah move on?

Mudah tersinggung?

Dan marah – marah di social media maupun dunia nyata?

Apakah kamu sering merasa khawatir akan banyak hal?

Baperan?

Susah move on?

Mudah tersinggung?

Dan marah – marah di social media maupun dunia nyata? 

Buku Filosofi Teras ini memberi cara latihan mental supaya kita memiliki syaraf titanium dan tidak gampang KO kesamber galau. Demikian komentar dari Dr. A Setyo Wibowo, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya yang tertulis di sampul buku halaman belakang. Tentunya membuat penasaran yang melihatnya. Seberapa hebat buku ini?

Setelah membaca bagian awal, buku ini termasuk golongan buku berat. Kata pengantar tentang “Bahagia ala Stoa” berisikan mengenai cerita sejarah kehidupan filsuf di jaman perang. Kemudian dilanjutkan mengenai penerapan filsafat Stoa. Rasanya mau menutup buku ini dan menyatakan menyesal untuk membelinya. Prakata yang memiliki panjang 6 halaman, berisikan alasan mengapa penulis menulis buku ini. Itu pun tidak mengundang minat pembaca untuk menjadikan buku ini favorit.

Tujuan utama dari Filosofi Teras adalah hidup dengan emosi negatif yang terkendali, dan hidup dengan kebajikan (virtue/arete) – atau bagaimana kita hidup sebaik – baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia.

Memasuki halaman 33, yang artinya sudah masuk bab 3, buku ini membuat pembaca penasaran dan tidak bisa berhenti membaca. Kupasan mengenai kehidupan sehari – hari dan hal – hal yang kita alami setiap hari dibawakan dengan menarik. Begitu juga contoh masalah yang terjadi dengan latihan untuk perubahan mindset.

Kita seringkali memusingkan hal – hal di luar kendali diri sendiri, contohnya pendapat orang lain. Ketika memilih pacar, kita berpikir : “Gue diomongin orang gak ya kalo pacaran sama doi? Cinta sih, tapi dia lusuh gitu, gue jadi keliatan sobat miskin…”.  Apakah Urbanesse juga pernah memiliki pengalaman ini?

Henry Manampiring, seorang praktisi periklanan, Dia menulis buku dengan terlebih dahulu melakukan riset sehingga buku yang ditulisnya tidak sekedar tulisan berdasarkan pengalaman hidup sehari – hari tapi juga unsur ilmiahnya. Susunan tulisan dalam setiap bab juga terstruktur : dimulai dengan contoh kasus yang terjadi, pembahasan, dan ditutup dengan intisari.

Buku setebal 320 ini terdiri dari 12 bab yang membuat pembaca perlahan – lahan memiliki konsep pemikiran baru untuk menjadi pribadi bermental tangguh masa kini. Campuran antara filsafat dan psikologi seharusnya menjadikan tulisan “Om Piring”, demikian penulis buku ini biasa dipanggil, terasa berat seperti kesan pertama di halaman awal, namun ternyata ada bagian – bagian yang menggelitik. Humor ringan dan kalimat – kalimat menyentil yang tidak membuat pembaca marah atau kesal, justru senyum – senyum malu atau tertawa terbahak – bahak karena kita pernah “selebay” itu.

Urbanesse, bagi kita yang hidup di kota besar dengan tekanan hidup yang lebih kuat, buku ini seperti oase di medan tempur. Buku ini menurut saya sangat di rekomendasikan untuk kamu miliki & baca Ladies sebagai panduan pengelolaan emosi yang di suguhkan dengan bahasa yang ringan. Selamat menjalani hidup dengan keberanian, kebijaksanaan, menahan diri dan keadilan.

 

 

 

 



Rika

No Comments Yet.